Karena Hati

Karena Hati
Bab 18 (Bertemu Fahtian)


__ADS_3

Flashback Off


"Jika pada saat itu gue tidak menemani mama, sekarang apakah kita akan bersama...?"


"Jika pada saat itu hal ini tidak terjadi, apakah gue punya kesempatan untuk memilikimu..?"


"Jika.. Jika...Arrgggg "


Pranggg.....


Jonanda membuang gelas yang ada di mejanya, untung saja ruang kerjanya kedap suara jadi tidak terdengar apa yang telah terjadi di dalam sana dan tidak mengagetkan istri dan anaknya dengan suara pecahan gelas yang di lempar olehnya.


"Yuwa Zubina Iskandar pernahkah kamu mencintaiku walaupun sedikit saja, aku sangat mencintai mu,, sangat."


Setelah sudah agak tenang, Jonanda naik ke lantai atas menuju ke kamarnya dan kamar Yisilia.


Saat masuk ke kamarnya ia mendapati Yisilia sudah tidur dengan nyenyak lalu ia mendekatinya, tangannya mengelus pipi istrinya, ia memandangi Yisilia lalu mencium keningnya.


"Aku menyanyangimu, aku tau kamu wanita yang baik tapi maaf, hati ini masih mencintai dia, dia yang tak pernah bisa ku lupakan sama sekali."Batin Jonanda


Lalu ia naik ke atas ranjang, memejamkan matanya dan tak lama ia pun tertidur.


Keesokan harinya saat lagi sedang sarapan Yisilia berkata "Mas, kalau tak salah ingat 2 hari lagi adalah ulang tahunnya Mbak Yuwa, mau kasih hadiah apa ya..?"


"Terserah kamu saja sayang.."


Sebenarnya Jonanda tidak lupa hari lahirnya Yuwa dan sebenarnya ia sudah memikirkan akan memberika apa ke Yuwa.


"Baik lah.. Akan saya pikirkan dulu."


Sementara di kediaman Hadyan yang juga lagi sedang sarapan bersama Hadyan berkata "Sayang,, besok Mas perlu keluar kota, ada masalah proyek di Yogyakarta."


"Baik lah, trus Mas pergi berapa hari..?"


"Mungkin seminggu."


"Baik lah."


Yuwa tidak ingin mengingati Hadyan kalau 2 hari lagi adalah hari kelahirannya ia mau Hadyan mengingat sendiri.


Di perusahaan IRW group, Jonanda yang lagi sedang baca notifikasi dari seseorang


Mengembangkan senyum nya.


~Visella~


"Nda, besok gw bisa ke Jakarta, kamu buat temu janji sama Yuwa ya dan jangan kasih tau dia dulu bahwa gue ada di Jakarta,soalnya mau buat surprise hehehe."


~Jonanda ~


"Baik lah, La.. Aman itu, hehehe."


Lalu Jonanda mencari contact Yuwa


~ Send to My Sweat Heart~


"Yu,, besok ketemuan yuk, gue ada hal ingin minta tolong sama Lo."

__ADS_1


~Send To Jonanda ~


"Ada hal apa,Nda..?"


~Send To My Sweat Heart~


"Besok kamu akan tau, sekarang saya susah jelasin."


~Send To Jonanda ~


"Baik lah,Jam berapa."


~Send To My Sweat Heart~


"Jam 6 sore."


~Send To Jonanda ~


"Baiklah."


~Send To My Sweat Heart~


"Besok biar gue jemput Lo."


~Send To Jonanda ~


"Ok.. Siip"


Sementara Yuwa yang lagi di dalam Mall sedang belanja keperluan Hadyan yang akan di bawa besok keluar kota tidak sengaja menabrak seorang pria,,


"Eh, maaf saya gak se...Fahtian.?"


"Yuwa,,?"


"Hehehe maaf saya gak sengaja, kamu gak pa-pa.?"


"Gak pa-pa sich."


"Kamu sendirian..?"


"Iya,,kalau kamu..?"


"Kebetulan saya juga sendirian,, kalau kamu gak keberatan kita bareng, yuk..?"


"Boleh.."


"Kamu sedang belanja apa..?"


" Saya sedang belanja keperluan Mas Hadyan. "


"Duhh.. Istri yang baik nich."


"Tentu saja,, hehehe.."


Setelah selesai belanja Fahtian mengajak Yuwa ke cafe makan bersama, saat lagi tengah makan seorang wanita mendekati meja makan mereka,, "Tian..?" Panggil wanita itu.


"Sara.?" Ucap Fahtian

__ADS_1


Lalu wanita yang bernama sara itu melirik ke arah Yuwa.


"Dia,,,,"


"Pacar saya."


Uhuk.. Uhuk.. Yuwa tersedak kerena ucapan Fahtian.


"Pelan-pelan sayang,, ini minum dulu."


Setelah habis minum air putih yang di sodorkan oleh Fahtian, Yuwa menatap tajam pada Fahtian.


"Yang benar saja Tian,, wanita ini pacarmu, masa iya serela kamu gitu jelek memilih wanita macam gini jadi pacarmu..?"Ucap Sara sinis.


Yuwa menatap wanita itu tajam


"Maksudnya wanita macam apa..?"


"Ckk.. Cuba deh kamu bercermin lihat, apa bedanya kamu dengan wanita j****g."


"Sara, jaga ucapanmu." Ucap Fahtian mengeraskan rahangnya.


"Ckk,, saya yang gini aja kamu suruh saya bercermin, lalu kamu yang pakai pakain kurang bahan kek gini, apa tidak bercermin dulu sebelum ajak saya bercermin,biar orang tidak mengira kalau kamu itu seperti pontianak yang baju belakangnya ada lobang kek pontianak gitu."Ucap Yuwa yang membuat Fahtian menahan senyumnya.


"Kamuu.."Tunjuk Sara ke wajah Yuwa


"Apa..?" Jawab Yuwa menepis tangan Sara di depannya.


"Sara,saya harap kamu tidak menganggu waktu kami yang lagi sedang bersama menikmati makan siang kami berdua."


Sara menghentakkan kakinya dengan kesal lalu pergi begitu saja.


Lalu Yuwa menatap tajam ke arah Fahtian dan berkata " Pak Fahtian, saya harap lain kali kamu jangan sembarangan ngomong. "


"Maaf, saya tidak punya cara menyingkirkan wanita itu,Sudah beberapa kali saya berusaha menyingkirkannya tapi dia..diaa...."


"Tapi jangan jadikan saya itu pacarmu,,bagaimana jika suatu hari bermasalah..?"


"Maaf, saya minta maaf,, jika suatu hari bermasalah saya siap menjelaskan semuanya.."


"Hufff,,,Emang kenapa kamu menolaknya,, menurutku dia lumayan cantik sich..?"


"Apa kalau mencintai seseorang itu di lihat dari segi kecantikannya,, kalau begitu kamu juga gak kalah cantik dari dia sich,, boleh saya mencintai mu,, hahhahah"


"Tentu saja tak boleh, karena saya kan sudah bersuami Pak Fahtian.."


"Jadi maksud kamu, kalau kamu belum bersuami saya boleh mencintai mu..?"


"Mungkin,, kalau kamu memang mencintai ku hahhaah."


"Iya,,saya mencintaimu saat pertama kali melihatmu saya sudah jatuh cinta denganmu,, cuma sayangnyaa kamu sudah di miliki oleh bang Hadyan."Batin Fahtian.


"Baik lahh, saya sudah selesai makan, sekarang mau ke kantor suamiku, saya Pamit.."


"Ok,, hati-hati."


"Mari,, permisi.."

__ADS_1


__ADS_2