
Jonanda yang dari tadi sibuk mengetik pekerjaannya di depan layar, menatap ke arah kubikel Yuwa yang tidak terlalu jauh dari tempat kubikelnya menyadari Yuwa masih belum kembali ke kubikelnya dari tadi.
"Yu,," Panggil Jonanda saat memasuki ruang pantry.
" Kok lama sich? " Tanyanya lagi saat sudah mendekati Yuwa.
"Ah, iya, maaf Nda,,tadi air galonnya habis Dan baru di ganti oleh Mas ini, jadi karena lagi nunggu airnya panas jadinya gitu lama ,bentar ya, gue sekarang buatkan kopi Lo,,"
"Mas ?" Ucap Jonanda saat melirik kearah Hadyan yang ternyata abangnya sendiri.
"Eh, Abang,,,Ehh, maaf Pak, bapak belum pulang ? " Tanya Jonanda hampir memanggil Hadyan dengan sebutan Abang saat sadar yang berdiri di sampingnya itu adalah Hadyan.
"Belum." Jawa Hadyan dengan muka datarnya.
"Hmm,,,apa Bapak ingin minum sesuatu biar saya sekaligus buatkan untuk Bapak." Tanya Yuwa kepada Hadyan saat ia lagi sedang menyiapkan kopi Jonanda.
"Bapak.?" Ucap Hadyan
"Tadi Mas sekarang Bapak ?"Batin Hadyan
"Iya,,maaf tadi dengan tidak sopannya saya memanggil Bapak dengan sebutan Mas Karena saya tidak mengetahui bahwa Bapak adalah sekretaris direktur ."jawab Yuwa dengan mengatup ke dua tangannya di depan d**anya dan berasumsi kalau Hadyan adalah sekretaris direktur, bagaimanapun walaupun sebagai sekretaris tapi bukankah Yuwa juga harus menghormatinya sebagai atasannya apalagi sekarang masih di dalam kantor.
"Sekretaris direktur?" Ucap Jonanda melirik Hadyan.
Saat Hadyan ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba ponselnya bunyi,ia menatap nama seorang wanita di layar ponselnya, ia pun meninggalkan Yuwa dan Jonanda begitu saja,keluar untuk menjawab telp dari seorang wanita di seberang sana.
"Nda,,,ini kopinya sudah siap."
"Trima kasih."
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam akhirnya Jonanda Dan Yuwa pun memutuskan untuk pulang saja dan sisanya di kerjakan di besok hari.
" Yu,,pulang yuk,sudah jam 9 ini."Ucap Jonanda
"Iya,,gue,kemas dulu ya."
"Yu,,cari makan dulu yuk, lapar ni."ucap Jonanda saat mereka sudah di dalam mobil Jonanda.
"Boleh,,ke tempat biasa yuk,,kangen banget dengan soto Pak Mamang."Ucap Yuwa
"Boleh."
__ADS_1
Dan di sinilah sekarang Yuwa dan Jonanda sedang menikmati soto Pak Mamang di pinggiran jalan.
"Cabenya jangan kebanyakan nanti lambung Lo sakit ." Ucap Jonanda mengingati Yuwa agar tidak makan terlalu kepedasan karena Yuwa memiliki sakit lambung dan Yuwa juga suka makan yang pedas-pedas.
"Iya,,iya,,dasar cerewet nya gak kalah emak-emak pasaran tuh."Ucap Yuwa.
Saat sedang asyik mengobrol dan menikmati soto Pak Mamang , Jonanda dan Yuwa tidak sadar di lampu merah sana ada seorang pria di dalam mobilnya sedang menatap mereka.
" Apa hubungannya Jonanda dan wanita itu,kelihatannya dekat banget." Batin Hadyan.
"apakah mereka sedang menjalin hubungan?" Sambungnya lagi saat melihat Jonanda menyuapi Yuwa dengan begitu mesra menurutnya.Saling menyuapi dan saling membelikan senyuman bagaikan dunia hanya memiliki mereka berdua saja.
Hubungan Jonanda dan Yuwa memang begitulah, tidak merasa jijik jika salah satu nya makan dengan bekas dari salah satunya,begitu juga dengan Yuwa jika makan bersama dengan sahabatnya Visella.
"Pak Mamang,tolong totalin."Ucap Yuwa
"Baik neng "
Setelah bayar tagihan , Jonanda pun mengatar Yuwa pulang ke rumahnya.
"Terima kasih, Nda,,"Ucap Yuwa setelah sudah sampai di parkiran apartement nya.
"Baiklah,, selamat malam dan hati-hati,,jangat ngebut ."
"Ok,,selamat malam".
Keesokan harinya seperti biasa Jonanda akan berangkat lebih awal Karena mau menjemput Yuwa untuk berangkat bersama ke Kantornya.
"Selamat pagi"Ucap Hadyan saat menuju ke ruang makan dan duduk minum kopi yang sudah di sediakan di meja tempat duduknya.
"Selamat pagi."Ucap orang-orang yang ada di sana.
"Nda belum bangun ? " Tanya Hadyan saat tidak mendapati Jonanda di meja makan Dan melirik jam tangannya sudah menunjukkan pukul 7:15.
"Sudah berangkat dari tadi"jawab Martha , ibu Hadyan.
"Emang biasa Nda brgitu pagi berangkat kerja ?" Tanya Hadyan.Karena biasanya Hadyan tidak tinggal bersama orang tua nya , ia sendiri tinggal di apartementnya...dan semalam ia memilih untuk tinggal di rumah orang tuanya.
"Perasaan dalam seminggu ini , Nda selalu berangkat lebih pagi , apakah kantor lagi banyak kerjaan " Ucap Martha.
Tiba-tiba Hadyan mengingat ucapan Yuwa mengatakan ia baru seminggu kerja di perusahaanya dan semalam saat di jalanan menuju ke rumah orang tuanya ia mendapati Jonanda dan Yuwa sedang menikmati soto di pinggira jalan , apalagi sekarang ibunya berkata sejak seminggu Jonanda berangkat lebih pagi.
__ADS_1
"Apakah Nda, benar sedang menjalin hubungan dengan wanita itu ?"Batin Hadyan dengan perasaan yang aneh.
"Iya ,, Ma."jawab Hadyan kepada Martha dan tidak mengatakan tentang wanita itu yang tak lain adalah Yuwa Iskandar Zubina.
Saat sampai di parkiran kantor,Hadyan bertemu dengan Jonanda dan Yuwa yang juga kebetulan baru sampai kantor dan turun dari mobil Jonanda , masih di dalam mobil Hadyan mengamati Jonanda dan Yuwa jalan begitu dekat sambil ngobrol menuju ke lift kantor dan naik ke atas bersama.
Saat sampai di ruangannya, Hadyan duduk di kursi kebesaranya dan sang sekretaris pun mulai mendekatinya membaca agenda Hadyan hari ini setelah sudah meletakkan kopi sang big boss nya,ini sudah rutinitas setiap pagi saat Hadyan sudah sampai di Kantornya , sekretarisnya akan membaca agenda Hadyan .
Saat sedang mendengarkan agenda yang di baca sekretarisnya , pikiran Hadyan melayang ke ucapan Yuwa yang berasumsi bahwa Hadyan adalah sekretaris direktur kantor ini.Tanpa di sadari,Hadyan melengkungkan bibirnya dengan senyuman yang sangat jarang di lihat oleh sekretarisnya .
"Pak,,apakah ada yang mau di ubah pada agenda hari ni?"tanya Manda sekretaris Hadyan membuyarkan lamunan Hadyan.
"Ah,ngak,,silakan kamu kembali ke meja mu."
"Baik Pak,Permisi."
Jam sudah menunjukkan jam 12 siang,para karyawan pun mulai menuju ke kantin atau cafe terdekat mengisi kembali tenaga yang sudah terkuras dari tadi pagi,ada yang ke kantin dekat kantor ada juga yang ke cafe dekat dari Kantor tempat mereka kerja.
"Yu,makan bersama, yuk."Ajak rekan kerja Kantor Yuwa.
"Enak aja , orang udah ngajak duluan sejak pagi."Ucap Jonanda saat mendekati kubikel Yuwa.
"Halaah,,, macam udah booking aja Lo Sama Yuwa."Ucap Eda ,rekan kerja Yuwa yang kubikel nya hanya di depan Yuwa saja.
"Apaan sich,, ngomong booking gitu, emang gue ini apa pakai booking segala."Kesal Yuwa.
"Hehehe maaf , maaf ,habis tuh Nda bikin kesal aja,, sekali-kali gak ngajak Lo makan siang kenapa cuba,,macam lem aja sich Si Nda itu lengket sama Lo trus."Ucap Eda ,rekan kerja kantor Yuwa.
"Berangkat ke kantor sama Lo,pulang pun sama Lo,,makan siang pun kalian salalu berdua , Eh ,apa kalian berdua memang punya hubungan khusus ni,,,Ayoo ngakuu"sambung Eda penuh selidiki.
"Hahaha,,,ada-ada aja Lo, Da, Aku dan Nda emang sudah dekat sejak kami kuliah,iya kan Nda."Ucap Yuwa
"Ah,iya,,"jawab Jonanda salah tingkah "Lo tuh jangan ngada-ngada, Da,,,apa Lo lagi cemburu tuh sama Yuwa kalau gue dekati Yuwa trus ,,atau jangan-jangan Lo, yang diam-diam suka sama gue kali,,hahaha...."Ucap Jonanda sengaja megalihkan ke Eda .
Plakkk ...
Eda memukul lengan Jonanda dengan tanganya dan berkata "Ngaco Lo, Nda,,,gue tuh udah bersuami juga sudah punya dua anak,apa-apaan gue diam-diam nyuka Lo." Kesal Eda
Eda sudah termasuk karyawan lama IRW group dan ia pun mengetahui dentitas Jonanda yang adalah anak pemilik perusahaan ini dan calon wakil direktur perusahaan nya, hanya saja Jonanda pernah mengatakan kepada karyawan bagian keuangan untuk tidak membedakan dirinya dan para karyawan sana.
"Sudah-sudah jangan ribut lagi,,kalau ribut trus habis ni jam makan siang,,kita makan bertiga aja."Ucap Yuwa
__ADS_1