
Hari ini Hadyan membawa keluarga kecilnya jalan-jalan ke kediaman orang tuanya. Kebetulan Jonanda juga membawa keluarga kecilnya ke sana jalan-jalan.
Martha dan Surpandi menyambut dengan senang hati atas kedatangan mereka, terutama sang cucu-cucu kesayangan mereka meramaikan keadaan rumah.
Carissa yang melihat kedekatan Yuwa dengan kedua mertuanya hatinya tidak senang,,ia sangat benci dengan Yuwa karena setiap kali jika Om dan tantenya ke kediaman Irwansha selalu memuji kesempurnaan yang Yuwa miliki.
Apalagi pernah sekali Tantenya mengatakan hal yang menyakiti hatinya.
"Lihat Yuwa, baru nikah seminggu saja sudah ada kabar gembira, Lahh kamu sudah nikah berapa tahun masih belum berisi"
"Yuwa, sudah memiliki 2 anak, kamu sampai sekarang masih belum berisi,, jangan-jangan kamu itu mandul."
"Astagaa..comelnya anak Yuwa, kamu sangat beruntung memiliki menantu seperti Yuwa yang begitu sempurna,, Udah cantik, melahirkan 2 cucu yang gitu gemas
buat mu."
Oleh karena itulah Carissa selalu membenci kesempurnaan yang di miliki Yuwa, karena Yuwa ia di sindir oleh Tantenya. Ia merasa semua orang menganggap Yuwa itu ada, tetapi tidak menganggapnya ada. Oleh karena itu ia ingin selalu di atas Yuwa. Semua yang dia lakukan di dalam rumah ini agar bisa di pandangin ada oleh mertuanya, tetapi jika tidak di hadapan mertua ia tidak akan melakukan semua itu, dan membiarkan para pembantunya yang melakukan.
Padahal kedua mertuanya juga menyanyanginya dan tidak pernah pilih kasih, terhadap siapa pun kedua mertuanya tetap bersikap baik tanpa membanding-bandingkan.
Pada saat ia melihat kedekatan Yisilia dan Yuwa ia pun menganggap Yuwa menyindirnya karena masih belum mempunyai anak,,Karena Yuwa dan Yisilia kalau bertemu suka saling menanyakan tentang anak-anak mereka.Terutama Yisilia yang baru menjadi seorang ibu, tentu saja ia akan mendengarkan pengalaman Yuwa yang sudah menjadi seorang ibu.Tetapi Carissa merasa Yisilia dan Yuwa itu seperti komplotan sengaja ingin menyakiti hatinya yang belum mempunyai buah hati.
__ADS_1
Saat Yuwa di dapur memotong buah untuk makan bersama,jari terlunjuknya tidak sengaja kena pisau dan berdarah,, Jonanda yang Kebetulan masuk ke dapur mendapati jari Yuwa yang berdarah langsung memegang tangan Yuwa dan menghentikan darahnya yang mengalir, saat Jonanda meneteskan betadin ke jari Yuwa ia meniup jari Yuwa dengan pelan-pelan dan tanpa di sadari mereka Carissa melihat semuanya itu.
"Apa yang mereka lakukan, jika hanya jari terlunjuknya kena pisau apa perlu sampai segitunya, jangan-jangan mereka berdua..?"batin Carissa menutup mulutnya dengan tangannya.
Saat Yuwa dan Jonanda membawa buah yang sudah siap potong mendekati mereka yang duduk di ruang tamu sambil mengobrol Carrissa berkata " Loh.. Kok bang Jonanda yang membawa buahnya,, bukannya tadi Mbak yang bilang ke dapur potong buah..? "
"Tadi saya kebetulan ke dapur ambil minum, jadi sekalian bantu bawa ke sini."Ucap Jonanda
"Ohh,, saya kirain kalian berdua sama-sama ke dapur potong buah, masa iya kalian berdua bisa gitu romantic."Ucap carissa dengan sengajanya.
"Ca,, omong apaan sich kamu."Tegur Xandel.
"Eh,, maaf saya salah ngomong, hehehe.."
"Benar tuh,, Mbak... Masih ingat gak waktu saya ke kantor Mas, saat Mbak Yuwa lagi hamil besar,, apa kata rekan bisnis Mas,,"Selamat ya Pak Jonanda akhirnya telah memiliki momongan." Hahahah tau tau nya rekan bisnis Mas kirain Mbak Yuwa itu istrinya Mas Jonanda hahahaaa." Timpa Yisilia dengan memang adanya kejadian itu.
"Iyakah,, trus gimana?"tanya Martha dengan antusias.
"Trus.. Mas bilang Mbak itu istrinya bang Hadyan dan saya baru istrinya.. Waduhh Ma saat itu cuba mama ada di sana pasti gak bisa tahan dengan eskpresinya rekan bisnis Mas,, hahahaha."
Semuanya yang ada di sana ikut ketawa kecuali Carissa yang gagal menyakiti Yuwa. Hadyan walaupun ikut ketawa tetapi hati merasa cemburu jika orang lain menganggap istrinya adalah istri adiknya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah dan siap mandi, Hadyan memeluk Yuwa yang lagi bercermin memeluknya dari belakang dan berkata "Sayang,,, lain kali jangan gitu dekat-dekat dengan Jonanda lagi ya,, nanti di kirain Kamu adalah istrinya."
"Mas, cemburu..?"
"Tentu saja Mas cemburu, masa iya istriku di katain jadi istri orang lain.?"
"Itu mahh karena Mas kurang perhatian sama saya, maka di kirain saya istri Nda."
"Ooo jadi maksud kamu Nda lebih perhatian kamu?" Jawab Hadyan melepaskan pelukannya dan pura-pura marah.
"Iya... Nda dari dulu memang perhatian banget sama saya."
"Jadi kamu menyesal menikahi saya "
Yuwa tersenyum lalu me****m bibir Hadyan dan memeluknya.
"Tentu saja tidak."
Hadyan tersenyum lalu me****m Yuwa dan terjadilah penyatuan di antara mereka berdua di malam itu.
Sementara di tempat lain, di kediaman Irwansha, Carrissa yang tidak mau meneriman senyuman kemenanangan dari Yuwa merasa sangat geram, tadi saat mereka semua senyum dengan hal yang di ceritakan oleh Yisilia, Yuwa menatap Carissa dan memperlihatkan senyuman kemenangannya. Ia tau tadi Carissa ingin menpermalukannya. Selama ini Yuwa bukan tidak tau kalau Carissa tidak menyukainya dan membencinya dan selalu ingin di atas Yuwa.
__ADS_1
"Kamu lihat saja suatu hari nanti,Yuwa Zubina Iskandar,, kau tak akan Selalu berada di atas."