
"Kamu tenang saja,saya tidak akan membiarkan kamu sendiri yang menangani semua itu ,,besok pagi kamu dan Jonanda ke ruangan saya untuk membahas proyek ini."Ucap Hadyan.
"Jonanda ? "
"Iya,,."
"Baiklah,,Kalau begitu besok pagi saya dan Jonanda akan bertemu Bapak di ruangan Bapak."Ucap Yuwa.
"Okey,, bagus,,terima kasih Yu,saya mempercayai kamu sepenuhnya,, semangat.." Ucap Antonia menyemangati Yuwa.
"Makasih An dan Pak Hadyan Karena mempercayakan proyek ini kepada saya dan Jonanda."Ucap Yuwa.
Hadyan hanya mengangguk kepalanya dan berkata"Baik lah,mari duduk dan pesan makan,saya sudah lapar."
"Hahahaha iya ,iya bro, silakan pesan biar gue yang traktir Lo."Ucap Antonia
"Memang harus begitu." Kata Hadyan
Setelah menikmati makan malam , Antonia dan Visella pamit untuk kembali ke kamar hotel nya dan tinggallah Yuwa dan Hadyan yang masih di loby.
"Mari,Pak Hadyan, saya permisi." Pamit Yuwa.
"Tunggu, Kamu pulang dengan apa ?"
"Saya naik taxi Pak."
"Biar saya antar kamu pulang ."
" Hah ? " Ucap Yuwa dengan tidak percaya jika ia bisa duduk di mobil direktur perusahaannya, apalagi yang menyetir itu seorang direktur di perusahaannya.
" Apanya hah,,ayo, cepat."
"Apakah kamu dekat dengan Jonanda ? " Tanya Hadyan saat mereka sudah di dalam mobil Hadyan.
" Iya,sangat dekat, Pak ."
"Apakah, kalian sedang menjalin hubungan ?"
"Hah.." Hari ini hari apa sich, tak Eda, tak Visella juga tak pak Hadyan,kok pada nanya hubungan gue dan Jonanda sich? "Batin Yuwa
"Kenapa bapak juga nanya begitu?"
"Juga nanya begitu?"
"Iya,, apakah hubungan saya dan Jonanda kelihatan sangat,, seperti pasangan pada umumnya?"
"Jadi, benar,, kalian sedang menjalin hubungan..?"
"Maaf Pak,saya rasa ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan, jadi saya rasa,,saya tidak mesti harus jawab pertayaan Bapak yang ini."
__ADS_1
Entah kenapa dalam hati Hadyan ada rasa kecewa ketika tidak mendapatkan jawaban yang puas dari Yuwa, entah jawaban yang seperti apa yang di inginkannya,saat Hadyan ingin mengatakan sesuatu lagi ponsel Yuwa berdering.
"Hallo, Nda ." Jawab Yuwa dari telp seberang sana.
"Hallo , Yu,, Lo, sudah pulang?"
" gue lagi di jalan, Nda ,bentar lagi sampai."
"Lo, sudah makan."
"Sudah,, Lo, sudah makan, Nda?"
"Sudah juga,, sekarang baru sampai rumah."
"Ok, kalau begitiu gue tutup telp ya, sudah mau sampai rumah, gue."
"Ok,hati-hati."
"Ok"
Hadyan yang mendengarkan pembicaraan Yuwa dan Jonanda di telp merasakan perasaan yang entah gimana, perasaan yang tak pernah ia rasakan pada saat bersama Ivian, walaupun terkadang Ivian sedang mengobrol dengan pria lain saat lagi bersamaan dengan Hadyan.
"Trima kasih, Pak ,sudah mengatar saya pulang, " Ucap Yuwa kepada Hadyan saat sudah sampai parkiran apartment Yuwa.
Hadyan hanya diam saat menatap apartment Yuwa, sebenarnya tadi Yuwa menyebut alamat apartment nya,, tiba-tiba Hadyan memikirkan kan seorang wanita yang juga tinggal di sana,di apartment yang sama dengan Yuwa tapi berbeda tingkat saja.
"Saya tinggal di tingkat 12 no 9 Pak."
"Baik lah,,selamat malam."Ucap Hadyan dan langsung mengederai mobilnya keluar dari apartment Yuwa.
"Dasar aneh,"ucap Yuwa setelah mobil Hadyan hilang di depannya.
Kesokan harinya,sesuai dengan perintah Hadyan ,pagi ini Yuwa dan Jonanda keruangan Hadyan.Saat sampai di depan meja sekretaris Hadyan,Yuwa menyapa Manda dan mengatakan tujuannya ingin bertemu dengan Hadyan.
"Silakan Pak Jonanda dan Mbak Yuwa."Ucap Manda mempersilakan mereka berdua masuk keruangan direktur.
"Selamat pagi Pak Hadyan." Ucap Yuwa Dan Jonanda bersamaan saat sudah berada di ruangan Hadyan .
"Selamat pagi , silakan duduk."
" Baik lah,saya rasa kalian sudah tau tujuan saya memanggil kalian berdua ke sini."
" Iya, Pak."
Tanpa basa basi lagi,Hadyan menjelaskan apa yang seharusnya Jonanda dan Yuwa lakukan.
Setelah menjelaskan semuanya,Yuwa dan Jonanda hendak pamit kluar dari ruangan Hadyan,tapi Hadyan menghentikan langkah Jonanda dan meminta Yuwa kembali terlebih dahulu ke kubikelnya.
"Nda, Lo,sedang mendekati Yuwa ? " Tanya Hadyan ketika Yuwa sudah keluar dari ruangan Hadyan.
__ADS_1
"Kenapa abang tanya begitu." Ucap Jonanda , saat hanya berduan dengan Hadyan di perusahaan , Jonanda akan memanggil Hadyan dengan sebutan abang.
"Apa ada yang salah dengan pertanyaan abang ?" Karena semalam masih belum mendapatkan jawaban dari Yuwa, sekarang Hadyan kembali menanyakan Jonanda.
"Ngak sich,cuma.. sebenarnya hubungan saya dan Yuwa hanya sebatas sahabat saja, tidak lebih dari itu." Dusta Jonanda.
"Benarkah ? "
"Benar, bang."
"Baik lah , kalau begitu semoga setelah proyek ini selesai kamu sudah siap untuk mendudukkan posisi mu yang sebenarnya"
Saat hendak keluar dari ruangan Hadyan, seorang wanita masuk keruangan Hadyan tanpa mengetuk pintu dan masuk begitu saja.
"Sayang,,"Ucap wanita itu
"Eh,maaf saya tidak tau kalau ada tamu."
"Maaf Pak ,tadi saya sudah memberitahukan kepada nona Ivian kalau Bapak sedang ada tamu, tapii.."Blum habis Manda mengucapkan katanya Hadyan memotong nya.
"Saya harap,berikutnya saat kamu mau masuk ke ruangan saya,minta izin terlebih dahulu."Ucap Hadyan kepada Ivian.
"Maaf."Ucap Ivian.
Hadyan memberikan kode ke sekretaris nya agar kembali ke tempat kerjanya.
"Baik lah, Kalau begitu saya pamit Pak." Ucap Jonanda.
"Baik."
Setelah Jonanda Kluar dari ruangan Hadyan, Ivian mendekati Hadyan dan melingkarin kedua tangannya di leher Hadyan dari belakang nya.
"Maaf ,sayang ,lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi."Ucap Ivian
Hadyan melepaskan tangan Ivian yang melingkarin lehernya dan beranjak dari tempat duduknya menuju ke sofa yang ada di dalam ruangan nya.
" Ada apa Lo ke sini ? "
" Tentu saja karena kangen Lo, sayang."
" Ivian,sudah berapa kali gue katakan kepada Lo,sekarang gue hanya menganggap Lo sebagai teman gue dan tidak lebih dari itu."
"Gue tidak mau jadi tema Lo,Dyan , gue masih mencintai Lo dan gue yakin suatu hari Lo juga akan kembali mencintai ku.
"Tidak akan Ivian,gue tidak akan mencintai Lo lagi setelah apa yang sudah Lo lakukan dan jangan berharap lebih dari gue lagi Vian ."
"Kenapa , kenapa Lo tidak membelikan gue satu kesempatan lagi, Dyan ,gue tau, gue salah,gue juga sudah menyesal apa yang telah gue lakukan."
"Dan penyesalan Lo tidak akan bisa memperbaiki hubungan kita lagi Vian."
__ADS_1