Karena Hati

Karena Hati
Bab 19 (Yisilia)


__ADS_3

"Mas,, besok saya minta izin keluar ya sama Jonanda,, ia minta tolong saya."


"Tolong apa..?"


"Tau ah,,"


"Tak tau kok mau aja di tolong."


"Yaa ampunn Mas, Jonanda itu sahabat saya, juga adik ipar saya dan adikmu juga, apa yang perlu di takutkan..?"


Hadyan diam saja dan tidak menjawab Yuwa.


Keesokan harinya Hadyan sudah siap-siap mau berangkat ke bandara.


"Sayang,, baik-baik di sini ya,, Mas akan berusaha secepatnya menyelesaikan masalah di sana,,"


"Iyaa Mas,, Mas juga baik-baik di sana ya,,."


"Sayang,, atau kamu ikut Mas pergi aja mau gak..?"


"Lalu anak-anak gimana,, mereka masih belum libur lohh.."


"Anak-anak titip mama aja."


"Ah, Mas ni... Cepat sana pergi jangan nunda-nunda biar kerjaan cepat selesai.."


"Duhh,, berat banget ni melepaskan mu Sayang.."


"Gombal.."


"Baik lah,, baik-baik di sini ya.. Jangan dekat-dekat dengan Nda terus,, nanti di kirain orang kamu istrinya.. padahal saya ini suamimu."Kesal Hadyan saat mengingat cerita dari Yisilia.


"Hahahah"


"Ketawa lagi.."


"Makanya Mas tuh sering-sering temani istri dan anak-anak,, biar orang tak salah sangka."


"Iya,, iya,, baik lah Mas pergi dulu."


"Iya,, hati-hati."


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,, Jonanda yang baru pulang kerja langsung ke kediaman Irwansha menjemput Yuwa.

__ADS_1


Tadi siang saat menjemput anak-anak pulang sekolah, Yuwa langsung ke rumah mertuanya dan menitipkan anak-anaknya ke mertuanya,ia mengatakan Jonanda ada hal yang ingin meminta tolong samanya malam ini.


Saat Jonanda sudah sampai di rumah orang tuanya, Martha menanyakan Jonanda ada hal apa meminta bantuan kepada Yuwa, lalu Jonanda berbisik mengatakan kepada Martha tujuannya meminta tolong kepada Yuwa, dan Martha pun mengangguk kepalanya tanda mengerti.


Saat Yuwa sudah turun dari tangga ia dan Jonanda pun pamit dengan Martha. Tapi di teras lantai dua, Carissa yang melihat mobil Jonanda yang sudah pergi dari kediaman Irwansha, ia menelpon seseorang untuk mengawasi Jonanda dan Yuwa dan tentu saja orang itu adalah orang kepercayaanya.


"Kita lihat saja pada akhirnya kamu yang menang atau saya yang menang."


Sementara di sebuah cafe yang mana biasa 3 sahabat itu kunjungi seorang wanita sedang memainkan ponselnya sambil menunggu 2 orang sahabatnya. Tak lama kemudian masuklah Yuwa dan Jonanda, lalu Jonanda menuntun Yuwa ke meja di mana Visella sudah kesal menunggu 2 sahabat itu yang terlambat datang.


"Visella..?"Ucap Yuwa


Visella mendongakkan kepalanya dan melihat Yuwa dan Jonanda yang sudah berdiri di depannya ia langsung berdiri mendekati Yuwa lalu memeluk Yuwa.


"Ya Allah.. Akhirnya datang juga 2 manusia ini.." Ucap Visella


"Ya Allah.. Kapan Lo di Jakarta, napa gak hubungi gue, hah?"ucap Yuwa yang sudah melepaskan pelukkannya.


"Biar surprise.. Hehehe"


"Jadi.. Nda yang minta saya tolong untuk hal ini.."


"Iya." Ngenyir Jonanda


Pukkk...


"Udah-udah duduk." Ucap Visella


"Nii buat Lo.."Sambung Visella saat mereka sudah duduk dan ia membelikan sebuah paper ke Yuwa.


"Apa ini.."


"Buat kado ultah mu besok."


"Ya Allah ternyata kamu masih ingat, La"


"Tentu saja gue masih ingat, tapi maaf besok gue gak bisa bantu Lo rayain, Lo tau kan gue bisa ke sini lihat Lo 2 jam aja saja rasanya sudah mau terbang."


"Lebayy.. Hahahah"


"Dasar.."


Setelah saling melepas rindu dan mengobrol Visella kembali ke hotel untuk istirahat agar besok pagi ia tidak terlambat berangkat ke bandara dan pulang ke kota asal suaminya.

__ADS_1


"Ini buat Lo, kado dari seorang sahabat bukan dari seorang adik ipar."Ucap Jonanda saat mereka sudah di mobil Jonanda, dan Jonanda membelikan sebuah kotak di bungkus dengan sangat cantik.


"Wuahh,, kalau begitu besok gue dapat satu lagi deh dari Lo yang sebagai adik ipar.. Hahaha."


Jonanda hanya memlemparkan senyumnya saja dan berkata " buka lah, semoga kamu menyukainya."


"Baik lahh.."


Saat Yuwa membuka kotak kado itu ia langsung melebarkan matanya saat melihat sebuah figura yang tidak begitu besar tapi juga tidak begitu kecil mengisi banyak photo saat mereka bertiga masih kuliah.


Tentu saja Jonanda tidak mungkin mengisi photo hanya ada dia dan Yuwa saja bisa kelar nanti masalahnya.


"Trima kasih Nda,gue sangat menyukainya."


"Looo masih kuat makan gak..?


"Kenapa..?"


"Makan soto Pak Mamang, Yuk."


"Ayo."


Seperti biasa jika sudah di warung Pak Mamang Yuwa begitu antusias memesan Soto Pak Mamang dan selalu bisa membuat Jonanda tersenyum lebar.


Orang suruhan Carissa masih terus mengawasi Jonanda dan Yuwa lalu ambil beberapa photo mereka berdua sambil makan sambil bergurau.


Saat mengatar Yuwa ke kediaman orang tuanya Ia dan Yuwa pun menginap di rumah orang tuanya.. Katanya ia merasa merasa capek jika harus menyetir pulang lagi dan itu hanya alasannya saja agar bisa bersama Yuwa menginap di kediaman Orang tuanya.. Agar besok pagi ia bisa mengatar Yuwa dan anak-anaknya ke sekolah.


Saat Jonanda sedang sendirian di kamar ia tidak lupa mengabari Yisilia bahwa malam ini ia nginap di rumah orang tuanya, karena tadi bersama Yuwa menemui sahabatnya yang sulit untuk bisa bertemu kembali itu dan mengatar Yuwa yang juga tinggal di kediaman orang tuanya ia merasa capek kalau mau menyetir pulang lagi dan Yisilia pun tidak keberatan Karena baginya setidaknya Jonanda sudah mengabarinya.


"Trima kasih Mas, karena kamu sudah mengabari saya,,saya tau kamu sudah berusaha menjadi suami yang bertanggung jawab dan baik,tapi saya juga tau jika kamu masih belum bisa melupakanya."Batin Yisilia saat menatapi Ponselnya yang barusan ia tutup.


Flashback On


"Nda,, kamu tidak apa-apa,, kenapa kamu minum sampai mabuk begini.." Ucap Yisilia yang sudah masuk ke dalam apartement saat Jonanda membuka kan pintu untuknya mempersilakan ia masuk dan melihat keadaan rumah banyak botol minuman k***s di tambah lagi Jonanda berjalan sempoyongan.


"Lo.. Akhirnya Lo datang juga."Ucap Jonanda dalam keadaan tidak sadar karena mabuk.


"Nda, kamu ini kenapa,, kenapa di apartements sendirian minum sampai gitu banyak,, jika terjadi sesuatu gimana..?"Ucap Yisilia yang sudah duduk di samping Jonanda.


Iyaa..beberapa hari ini Jonanda memilih pulang ke apartmentnya ia tidak pulang ke kediaman orang tuanya setelah pesta pernikahan abangnya Selesai karena hatinya sangat sesak jika melihat kebersamaan Yuwa dan Hadyan yang terpaksa tinggal beberapa hari di kediaman orang tuanya. Karena dalam beberapa hari Hadyan harus menyelesaikan beberapa hal kantor terlebih dahulu agar ia bisa berbulan madu dengan Yuwa dan ini juga permintaan ibunya,habis berbulan madu Hadyan dan Yuwa akan langsung pulang ke rumahnya sendiri, yang di tinggal hanya keluarga kecil mereka saja.


"Terima kasih sudah datang untuk gue,, Lo tau gue sangat merindukanmu."Ucap Jonanda menangkup wajah Yisilia dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Yisilia tertegun dengan ucapan Jonanda, "benarkah ia merindukanku,, atau..."


Tanpa banyak berkata lagi Jonanda langsung me****m Yisilia dengan lembut dan Yisilia pun terbawa suasana karena ia juga sangat merindukan Jonanda yang beberapa hari tidak menjumpai Jonanda.


__ADS_2