Karena Hati

Karena Hati
Bab 12 (Kecewa)


__ADS_3

~Send To My Husband~


"Mas, hari ini bisa makan siang bersama?"


Hadyan yang lagi sedang sibuk menatap layar yang ada di depannya mengalihkan matanya ke benda pipih yang terletak di mejanya.


~Send To My Wife~


"Gak bisa, sayang,, Mas lagi banyak kerjaann, nanti Mas ada temu janji bersama client makan siang bersama.


Yuwa menarik nafasnya lalu menghembuskan nafasnya dan berkata "Sudah ku duga,, Baiklah,, anggap aja saya terlambat lagi buat janji dengannya."Lilih Yuwa.


Fahtian yang baru saja memasuki sebuah cafe, mendapati Yuwa yang sedang duduk sendirian di dalam sana lalu mendekatinya.


"Hai.. Apakah kamu masih ingat saya?"Tanya Fahtian


Yuwa mendongak dan mendapati Fahtian sudah berada di depannya, tersenyum dan berkata "Tentu saja saya masih ingat,, pria tampan tak mungkin gitu mudah untuk melupakan nya, bukan..?


"Hahahah,, ada-ada saja kamu ini,, apakah saya boleh bergabung dengan mu?"


"Boleh,, silakan duduk."


" Trima Kasih "


"Apakah kamu sendirian saja di sini.?"


"Iya."


Fahtian mangut-mangut lalu berkata "Bolehkah saya bertanya?"


"Hm"


"Kamuu.. Istrinya bang Hadyan atau bang Jonanda?"


"Kalau menurutmu"


Fahtian mengakat kedua bahunya dan berkata "Tau ah.."


Yuwa hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Fahtian lalu berkata


"Apakah kamu juga sendirian?"


"Iya."


"Kamuu... Tidak memesan sesuatu?"

__ADS_1


"Ah iya,, tentu saja saya akan memesan sesuatu,, hahaha."


Setelah memanggil waitress untuk memesan makanan dan minuman Fahtian dan Yuwa pun saling mengobrol.


Setelah selesai makan, Yuwa pun pamit dengan Fahtian, karena ia akan menjemput anak-anaknya


Malam harinya saat sedang makan bersama,Kellysa Zubina Irwansha yang berumur 7 tahun yang adalah putri Hadyan dan Yuwa bertanya kepada Hadyan "Papi, kapan kita pergi jalan-jalan lagi, sudah lama Papi gak bawa kami pergi jalan-jalan."


"Papi sibuk Nak, Papi banyak kerjaan.. Nanti Hari weekend kita lihat dulu gimana, ok?"


"Papi sibuk terus tak ada waktu bawa kami jalan-jalan, Kel punya teman sekolah enak, Papi nya bawa dia jalan-jalan terus."


"Nanti weekend kita ke Dufan, yuk." Ucap Yuwa.


"Nanti weekend baru lihat gimana dulu ya."Ucap Hadyan


Tentu saja Yuwa dan anak-anaknya kecewa karena Hadyan tidak menjanjikan nanti weekend akan bawa mereka jalan-jalan. Selalu begitu.Jika Hadyan berkata 'nanti' maka sudah pasti tidak akan.


Keesokan harinya Yuwa yang ingin ke kantor Hadyan tanpa memberitahukan kepadanya terlebih dahulu dan saat sudah sampai kantor seperti biasanya ia langsung di persilakan masuk kecuali ada tamu maka sekretarisnya akan memberitahukan kepada Yuwa.


Ceklek..


Yuwa yang langsung buka pintu ruangan Hadyan tidak mendapati Hadyan di ruangannya dan ia pun duduk di sofa yang tersedia di dalam ruangannya. Saat masuk tadi ia juga tidak menemukan sekretarisnya di tempat mejanya, pikirnya mungkin mereka sedang rapat.


"Sayang.." Panggil Hadyan saat mendapati Yuwa duduk di dalam ruangannya sedang menatapnya.


Dan perempuan itu tanpa rasa malunya masih tidak melepaskan tangannya dari lengan Hadyan.Hadyan pun tidak merasa keberatan, karena mungkin mereka memang begitu dekat.


Yuwa menatap kesal ke arah Hadyan dan berkata "Mas, apakah bisa makan siang bersama?"


Hadyan mendekati Yuwa, melingkarkan kedua tangannya kepinggang Yuwa lalu mengecup keningnya dan berkata "Maaf sayang, Mas,hari ini tidak bisa."


"Oh ya.. Perkenalkan ini Lisa, ia baru saja pulang dari luar negeri dan ia ke sini untuk kerja sama dengan perusahaan Mas."Ucap Hadyan


"Perkenalkan, Saya Lisa."Ucap Lisa mengulurkan tangannya ke Yuwa.


"Perkenalkan, saya Yuwa."Ucap Yuwa menyambut uluran tangan dari Lisa dan ia tidak mau menyebutkan dirinya adalah istri Hadyan karena ia kesal dengan sikap Hadyan yang mau nya saja di sentuh oleh wanita lain dan tidak bisa menemaninya makan siang bersama, padahal Yuwa sudah sendiri datang ke sini.


"Baiklah, kalau kalian lagi sedang sibuk, saya permisi."Ucap Yuwa dan melewati Hadyan begitu saja.


Hadyan yang tidak peka akan sikap istrinya, ia pun membiarkan Yuwa pergi begitu saja dan melanjutkan pekerjaan kerja sama dengan Lisa.


Saat keluar dari ruangan Hadyan, Yuwa bertemu dengan Jonanda di depan lift.


"Nda.."panggil Yuwa

__ADS_1


"Eh. Yuwa,, kok Lo di sini, cari Abang?"


"Iya.. Tapi dia sibuk tak ada waktu menemani saya makan siang."


Jonanda melirik jam tangannya dan berkata "Ayo.. Gue temani Lo makan siang, sebentar lagi sudah waktunya makan siang."


Yuwa pun mengangguk tanda setuju dan mereka memilih cafe yang dekat di kantor.


Di sinilah sekarang Yuwa dan Jonanda makan siang bersama dan sambil mengobrol seperti dulu.


Saat lagi tengah mengobrol dengan Jonanda, Yuwa mendapati Hadyan dan Lisa masuk ke dalam cafe tetapi ia mengabaikan saja dan tidak mau menatap Hadyan.


Hadyan yang mendapati Yuwa tadi menatapnya lalu mengabaikannya dan mengobrol dengan Jonanda, ia merasa kesal lalu mendekati mereka.


"Sayang..."panggil Hadyan tapi Yuwa tidak menggubrisnya, ia menikmati makan siangnya.


Jonanda pun menoreh ke arah Hadyan.


"Eh,,, abang,, mari duduk."


Hadyan dan Lisa pun duduk.Hadyan memilih duduk di samping Yuwa dan Lisa duduk di samping Jonanda tapi berhadapan dengan Hadyan.


Sebenarnya dari dulu sebelum Hadyan mengenal Yuwa, Lisa sudah mencintai Hadyan, hanya karena pada saat itu Hadyan yang sudah bersama Ivian akhirnya ia menyerah dan keluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya. Dan pada saat ia mengetahui kalau Hadyan sudah putus dengan Ivian, ia terlambat lagi untuk mendekati Hadyan,karena Hadyan dan Yuwa telah menikah.


Dan kepulangannya kali ini ia ingin mendekati Hadyan, tidak peduli dengan status Hadyan yang sudah menjadi suami orang, kalau bisa ingin merebut Hadyan dari Yuwa dan kalau Hadyan sudi menikahinya ia pun tidak keberatan menjadi yang kedua, karena yang penting ia bisa bersama Hadyan.


"Dyan, Lo mau makan apa.." Tanya Lisa kepada Hadyan tanpa menatap ke arah Hadyan karena ia sedang memilih menu makanan.


"Saya pesan nasi goreng seafood saja dan minuman Oren Jus."


"Ok"


Setelah memanggil waitress Lisa pun memesan makanan dan minuman yang sama dengan Hadyan.


Yuwa hanya diam saja menikmati makan siangnya, begitu juga dengan Jonanda yang sesekali mengobrol dengan Hadyan.


"Maaf, saya sudah selesai makan dan saya pamit"ucap Yuwa yang masih kesal dengan sikap Hadyan yang tadi membiarkan ia pergi begitu saja.


"Saya juga sudah selesai makan dan maaf saya juga mau pamit."Ucap Jonanda.


Hadyan yang menahan rasa kesalnya membiarkan Yuwa dan Jonanda pergi begitu saja, sebenarnya ia sangat cemburu melihat kedekatan mereka berdua.


Dan tinggalah sekarang Hadyan bersama Lisa makan siang.


Tadi sebenarnya Hadyan tidak ingin makan siang bersama Lisa, karena Lisa terus membujuk Hadyan, maka akhirnya Hadyan pun setujuh makan siang bersama. Dan sebenarnya Lisa tau kalau Yuwa adalah istri Hadyan tetapi melihat kekesalan Yuwa terhadap Hadyan ia merasa senang dan mungkin punya kesempatan untuk lebih dekat lagi Hadyan.

__ADS_1


__ADS_2