
Di sebuah ruangan kerja yang terletak di lantai satu, seorang pria memandangi sebuah figura photo yang terletak di meja kerjanya, dalam figura photo itu ada dirinya dan seorang wanita yang masih ada di dalam hatinya. Mereka berdua photo bersama saat sama-sama Wisuda dan memakai baju Toga.
Hatinya serasa sesak jika mengingat hal-hal yang terjadi di hari itu, di mana dirinya tidak bisa menemui pertemuan yang sudah di janjikan oleh seorang rekan bisnis yang penting dan meminta sekretarisnya mewakili kehadirannya.
Sampai hari ini jika mengingat hal itu ia Selalu merasa sesak di dadanya karena pada akhirnya ia harus merelakan wanita itu menjadi milik Abangnya.
Flashback On
"Yu, nanti siang saya tidak bisa menghadiri pertemuan dengan Pak Gavin, jadi kamu mewakili saya menemuinya ya, tapi saya akan usahakan menyusulmu menemui Pak Gavin jika saya sudah selesai urusan sana" Ucap Jonanda di ruang kantornya.
"Baik, Pak"
Saat Yuwa sudah sampai di sebuah cafe yang sudah di janjikan. Pak Gavin sudah sampai di sana duluan bersama sekretarisnya.Yuwa yang baru sampai di sana pun menyampaikan permintaan maaf karena terlambat datang dan meminta maaf kepada Pak Gavin karena direkturnya mendadak ada hal dan tidak bisa menemuinya tetapi akan berusaha memyusul ke sini jika urusan sana sudah selesaikan.
Setelah Yuwa memesan minuman,Pak Gavin berbisik kepada sekretarisnya untuk melakukan sesuatu. Saat sekretarisnya kembali ia menggangguk kepada Pak Gavin menandakan bahwa ia telah melakukan hal yang di perintah olehnya.
Baru beberapa menit setelah Yuwa meminum Jus yang tadi ia pesan ia merasa gerah dan merasa aneh pada dirinya, apalagi saat Pak Gavin menyentuh bahunya menanyakan keadaanya ia merasa tidak bisa terkontrol.
Saat sadar Pak Gavin telah melakukan sesuatu padanya dengan cepat ia kemas barang-barangnya dan pamit kepada Pak Gavin, Pak Gavin pun tidak mungkin begitu mudah melepaskannya pergi begitu saja lalu mengerjain Yuwa yang sudah keluar dari dalam cafe dan merangkul bahu Yuwa, tetapi Yuwa berusaha sebisa mungkin untuk menahan dirinya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan ia berusaha melepaskan tangan Pak Gavin yang ada di bahunya.
Tentu saja Pak Gavin tidak akan gitu mudah melepaskan Yuwa dan ia pun membawa Yuwa ke parkiran mobil, tetapi sebelum sampai di parkiran mobil tangannya di tarik paksa oleh seseorang untuk melepaskannya dari bahu Yuwa.
"Pak Hadyan."Ucap Pak Gavin tak kalah terkejut dengan kehadiran Hadyan.
"Apa yang sedang kamu lakukan padanya.?" Tanya Hadyan saat melihat ada yang tidak beres dengan Yuwa.
"Saya ingin membawanya ke rumah sakit, apa Pak Hadyan tidak merasa Bu Yuwa sepertinya kurang sehat.?" Pura-pura Pak Gavin tidak mengerti apa yang terjadi pada Yuwa.
__ADS_1
"Baik lah, kalau begitu biar saya yang membawanya saja, bagaimanapun ia adalah karyawan perusahaan saya." Ucap Hadyan langsung membawa Yuwa pergi dari hadapan Pak Gavin.
"Sial.. Hari ini kamu sangat beruntung." Ucap Pak Gavin.
Sebenarnya sejak pertama kali melihat Yuwa ia sudah menginginkan Yuwa menjadi miliknya, dan karena diketahui oleh Jonanda, Jonanda pun berkata kepadanya jika Yuwa sudah menjadi miliknya, Jonanda membohongi Pak Gavin agar Pak Gavin tidak macam-macam dengan Yuwa. Tapi hari ini karena Jonanda tidak bisa datang bersama Yuwa, ia merasa ini kesempatan yang baik untuk menjebakkan Yuwa. Tapi sayangnya malah ketemu dengan Hadyan.
Hadyan bukan tidak mengerti apa yang di lakukan oleh Pak Gavin. Saat di dalam cafe Hadyan sudah merasa ada yang tidak beres dengan Yuwa, apalagi beberap kali melihat Yuwa sepertinya sangat gerah dan tangannya terus memegang lehernya.Saat melihat Yuwa dengan susah payah berusaha meninggalkan cafe dan mendapati Pak Gavin mengerjainya ia pun ikut dari belakang Pak Gavin.
"Sial,, jika terjadi apa-apa pada Yuwa akan saya pastikan perusahaan mu tinggal nama." Ucap Hadyan dengan tangannya mengepal erat kemudi.
"Hei,, apa yang sedang kamu lakukan..?" Tanya Hadyan saat melihat Yuwa telah membuka 2 kancing kemejanya.
"Saya gerah Pak." Ucap Yuwa memegang lehernya.
Hadyan yang sedang panik menghentikan tangan Yuwa untuk membuka kancing kemejanya yang ke tiga tapi Hadyan di kejutkan oleh kelakuan Yuwa. Ia meletakkan tangan Hadyan di lehernya.
Hadyan yang berusaha untuk tenang akhirnya membawa Yuwa ke hotel yang dekat dari sini.
Sesampai di dalam hotel Hadyan membawa Yuwa ke toilet untuk mendinginkan tubuh Yuwa tanpa membuka pakainnya, tapi terlambat karena sudah tidak tahan lagi Yuwa langsung menyerang Hadyan dan akhirnya runtuhlah pertahanan Hadyan yang sejak tadi ia tahan dari mobilnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Yuwa yang baru membuka kan matanya menyadari jika ini bukan kamarnya lalu ia langsung bangun dan melihat sekitaran.
"Di mana ini,,?"
Lalu ia melihat ke tubuhnya tanpa mengenakan apapun ia pun jadi ketakutan,, berusaha menenangkan diri dan memikirkan apa yang terjadi.. "Pak Gavin..?" Lilih Yuwa, lalu air matanya keluar begitu saja, segera melihat ke sampingnya ia membolakan matanya. "Pak Hadyan., apa telah terjadi sesuatu di antara kami..?" Batin Yuwa saat melihat Hadyan setengah telanjang.
Saat Yuwa hendak turun dari tempat tidur tangannya di tahan oleh Hadyan.
__ADS_1
"Mau kemana..?"Tanya Hadyan yang sudah sadar.
Yuwa terkejut dan tidak membalikkan badannya.. Karena ia malu.Lalu melepaskan tangan Hadyan segera menuju ke kamar mandi dengan selimut menutupi badannya.Hadyan tertegun saat melihat tubuhnya tidak menutupi apa pun dan segera meraih celana dan bajunya yang berserakan di lantai.
Saat Yuwa keluar dari kamar mandi ia hanya mengenakan bathrobe yang tersedia di hotel ini di dalam kamar mandi. Dan ia mendapati Hadyan sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Saat sadar Yuwa mendekatinya ia mendongak dan memberikan senyuman manisnya yang bisa membuat Yuwa kena penyakit diabetes.
Dengan memberanikan diri Yuwa berkata "Maaf Pak Hadyan, saya tau ini bukan kesalahan bapak, jadi kita anggap aja ini tidak terjadi apa-apa di antara kita dan melupakannya."
Hadyan tidak suka mendengarkan apa yang baru Yuwa katakan ia mengeraskan rahangnya, ia tau ini pertama kalinya Yuwa melakukan hal itu,,saat Yuwa melibatkan selimut tadi Hadyan melihat bercak merah di sana dan Kemungkinan Yuwa akan hamil anaknya, ia akan bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi di antara mereka.
"Bagaimana bisa saya menganggap tidak terjadi apa-apa dan melupakan apa yang telah terjadi di antara kita Yuwa Zubina Iskandar,, kamu harus bertanggung jawab atas diri saya dengan apa yang telah kamu lakukan terhadap saya tadi siang."
"Apa,, saya yang harus bertanggung jawab.?"Ucap Yuwa dengan tidak percaya apa yang di katakan Hadyan. Kenapa dia yang harus bertanggung jawab, jelas hal ini akan merugikan dirinya sendiri terus ia bagaimana bertanggung jawab.
"Iya,,, kamu harus bertanggung Jawab, karena kamu orang pertama yang melepaskan perjaka saya dan Bagaimana kalau nanti kamu hamil anak saya,, Saya tidak ingin jadi pria bren***k membuang darah daging saya sendiri,jadi kamu harus bertanggung jawab agar saya tidak menjadi pria bren***k."
"Astagaaa... Jadi Bapak ingin saya bertanggung jawab agar Bapak tidak berdosa gitu..?"
"Tentu saja."
"Jadi saya harus gimana bertanggung jawab,biar bapak tidak masuk ke neraka..?
"Menikah dengan saya..?"
"A.. Apa..?"
__ADS_1