
"Iya.. Menikah dengan Saya."
"Apa bapak sadar yang bapak katakan barusan.?"
"Tentu saja Saya sadar..?"
"Kalau Bapak sadar, maka Bapak akan mengerti jika pernikahan ini tidak akan membahagiakan kita berdua..?"
"Kenapa tidak bahagia..?"
"Sebuah pernikahan tanpa adanya cinta apa bisa bahagia..?"
"Siapa bilang pernikahan ini tidak ada cinta..?"
"Maksud Bapak...?"
"Bukankah kamu mencintaiku.."
Brusshhh...
Hadyan menahan senyumnya saat melihat wajah Yuwa merona merah..
"Si,, siapa bilang saya mencintai bapak..?"
"Kamu lah yang bilang..'"
Brussshh..
Semakin merah wajah Yuwa
"Ka.. Kapan saya bilang..?"
"Tadi siang.. Saat...."Hadyan sengaja menjeda katanya dan menahan senyumnya saat melihat wajah Yuwa semakin merah,padahal Yuwa tidak mengatakan, Hadyan memang sengaja ngerjain Yuwa.
"Stopp.."Ucap Yuwa mengangkat kedua tangannya dan memejamkan matanya agar Hadyan tidak melanjutkan lagi kata-katanya.
Hadyan bangkit dari tempat duduknya dengan wajah yang serius dan kedua tangannya memegang bahu Yuwa.
"Yuwa Zubina Iskandar,, dengarkan baik-baik."
"Saya..Hadyan Putra Irwansha,, mencintaimu."
Deggg...
Yuwa tertegun.... Dia tidak percaya apa yang di katakan Hadyan, benarkah Hadyan mencintainya.
"A.. Apa..?"
"Ya,, Saya mencintaimu, oleh karena itu saya ingin memilikimu seutuhnya, saya mau kamu jadi istri ku dan ibu dari anak-anak ku."
Yuwa masih Bingun tidak tau harus berkata apa, ia masih tertegun melihat wajah Hadyan, lalu Hadyan memeluknya, kepalanya bertumpu pada bahu Yuwa.
"Maukah kamu menjadi istriku Yuwa Zubina Iskandar...?"
Yuwa tidak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan Hadyan dengan erat.
Keesokan harinya Hadyan pagi-pagi pulang ke rumah orang tuanya dengan wajah yang sangat ceriah..
"Selamat pagi semuanya"Ucap Hadyan penuh ceriah.
"Pagi"Jawab semua orang yang sedang sarapan.
"Ada hal apa membuatmu begitu ceriah di pagi ini, Yan.?"Tanya Surpandi
Dengan senyum yang merekah Hadyan menjawab "Mmm.. Karena kebetulan semuanya ada di sini maka saya akan mengatakan kepada semuanya bahwa bulan depan saya akan menikah."
"A.. Apa..benarkah itu.."Tanya surpandi yang terkejut dan tentu saja bukan Surpandi aja yang terkejut tapi semua orang yang di ada sana terkejut, terutama Jonanda tiba-tiba merasa hatinya tidak enak.
__ADS_1
"Benar Pa,, nanti malam saya akan membawa calon istri saya perkenalkan pada kalian semua."
"Harus,, itu harus Yan,, nanti malam mama masak yang enak-enak nyambut calon mantu mama,, hahahhah."Ucap Martha Antusias.
"Iya Ma.,, Hhahaa."
Lalu Hadyan menatap Jonanda dan berkata "Nda,, nanti sampai di perusahaan ke kantor saya."
"Iya bang."
Dan sinilah sekarang, di ruangan kantor Hadyan.
"Batalkan semua kerja sama dengan Pak Gavin." Ucap Hadyan
"Kenapa, apa yang terjadi..?"
"Semalam kenapa kamu tidak pergi bersama Yuwa saat ada pertemuan dengan Pak Gavin..?"
"Saya ada urusan mendadak."
"Urusan apa sampai tidak bisa menunda..?"
"Mama Yisilia semalam tiba-tiba koma, mama meminta saya menemaninya ke sana,saya kira saya akan sempat nyusul Yuwa menemui Pak Gavin...tapi mama meminta saya tunggu menemaninya,, Apa terjadi sesuatu..Kenapa Yuwa tidak mengatakan kepada saya dan dari semalam saya tidak bisa menghubunginya terus tadi pagi ia menelpon hanya minta izin jika hari ini kurang sehat."
Hadyan menarif nafasnya dan berkata "Terjadi sesuatu yang sangat faktal jika saat itu saya tidak Kebetulan mengunjungi sahabat ku di cafe itu."
"Apa yang terjadi,, apa Yuwa terjadi sesuatu..?" Tanya Jonanda dengan wajah yang sangat khawatir.
"Iya,, terjadi sesuatu pada Yuwa."
Degggg...
"Kamu tau apa yang di lakukan Pak Gavin pada Yuwa..?"
Jonanda hanya menggelengkan kepala.
"Apaa.." Ucap Jonanda langsung berdiri dari tempat duduk nya
"Terus.. Yuwa.. Yuwa gimana,, apa Yuwa dan Pak Gavin terjadi sesuatu..?"Sambungnya lagi dengan emosi yang sudah tidak bisa kontrol
"Tidak,, Yuwa tidak terjadi sesuatu dengan Pak Gavin.. Tapiii..."
"Tapii apa..?"
Menghela napasnya dan menatap Jonanda dengan lekat-lekat Hadyan berkata " Yuwaa... Sama Sayaa.. Sudahh.. Sudahh.."
Jonanda menggelengkan kepalanya menahan tangisnya dan berkata "Tak mungkin,, Abang tak mungkin mengambil kesempatan seperti itu untuk menjebak Yuwa menjadi milik Abang."
"Maaf Nda, saya sudah berusaha untuk mempertahankan diri agar hal itu tidak terjadi.. Tapii.. Tapii.."
Brukkk...
Hadyan belum habis berkata Jonanda langsung memukul pipi Hadyan dengan kuat dengan kepalan tangannya.
"Abang b******t,, kenapa harus menggunakan cara itu mendapati Yuwa hah..?"
Walaupun Jonanda tau kalau Hadyan juga mencintai Yuwa, tapi Jonanda tidak berharap Hadyan menggunakan cara seperti itu mendapati Yuwa.
Brukkk...
"Abang pencundang.."
"Arrggggg....."
"Nda,, Bukan seperti yang kamu pikirkan."Ucap Hadyan mengusap bibirnya yang sudah berdarah.
"Jadii... Wanita yang akan Abang nikahi itu adalah Yuwa...?"
__ADS_1
Hadyan hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa, Jonanda yang sudah sangat emosi pun pergi begitu saja dari ruangan Hadyan.
Brakkkkk....
Sekretaris Hadyan terkejut saat mendengar Jonanda menutup pintu ruangan Hadyan begitu keras.
"Maaf Nda,, Abang tau kamu masih mencintai Yuwa dan berusaha untuk mendapatkan hatinya.. Tapi abang tidak menggunakan hal yang begitu keji untuk merebut Yuwa darimu."Lilih Hadyan.
Di sebuah perusahaan,, di mana itu adalah perusahaan Pak Gavin,, Jonanda mendatanginya dan Brakkkkk..pintu ruangan Pak Gavin di buka kasar oleh Jonanda dan tanpa ba bi bu... Jonanda langsung memukul Pak Gavin yang sedang duduk di sofa ruangannya sampai ia tersungkur di lantai,sekretaris Pak Gavin dengan cepat menghandang Jonanda agar tidak memukuli boss nya, tapii tidak menyangka ia pun di pukuli oleh Jonanda sampai beberapa kali.
"B******k,, apa yang kalian lakukan pada Yuwa, hah.."? Ucap Jonanda yang masih memukuli sekretaris Pak Gavin.
"Cukup.."Ucap Pak Gavin yang sudah berdiri.
"Apa kamu ingin saya melaporkan kamu ke kantor polisi hah..?"
"Ckk... Lapor,silakan saja kalau kau berani melaporkan saya ke polisi,,akan saya pastikan mulai dari hari ini perusahaan mu akan tinggal nama." Ucap Jonanda lalu pergi begitu saja dengan amarah yang masih memuncak. "
Sesampai di sebuah danau,, yang sangat jarang di datangi orang Jonanda membuang semua rasa sesaknya di sana..
"Arrrgggggg,,,kenapa,,, kenapa bisa begini." Hisk... Tak bisa bertahan lagi akhirnya air mata yang di tahan dari tadi keluar begitu saja, hatinya sangat sakit karena ia tidak bisa melindungi Yuwa.
Serang beberapa saat,, hati Jonanda pun sudah agak baik dan ia menuju ke apartement Yuwa.
Saat Yuwa membuka pintunya ia terkejut mendapati Jonanda yang begitu kusut
"Apa yang telah terjadi, Nda.."
Tanpa menjawab pertanyaan Yuwa Jonanda langsung memeluk Yuwa dengan erat, Yuwa pun membalas pelukan Jonanda.
Setelah duduk di ruang tamu Jonanda berkata "Maaf Yu,atas kejadian semalam, abang sudah menceritakan semuanya.
"Hah., jadi,, jadi,, Lo.. Lo sudah tau saya dan abang mu..?"
"Ya,, gue sudah tau semuanya."
"Gue akan bertanggung jawab apa yang telah terjadi pada Lo,, Yu."
"Hah..?"
"Gue tidak peduli apa yang telah terjadi di antara Lo dan abang,, Jika Lo tidak ingin menikah dengan abang,, gue akan bertanggung jawab yang telah terjadi pada Lo."
Yuwa tersenyum tanpa rasa beban dan berkata "Gue akan menikahi abangmu,Nda."
Deggg...
"Apakah Lo yakin, Yu...?"
Yuwa menganggukkan kepalanya "Gue yakin,, Mmm.. Apakah Lo..mengizinkan saya menikahi abangmu."
"Hhaha... Pertanyaan macam apa tuhh.?"
"Hehehe.."
Jonanda tersenyum, yang pasti itu adalah senyum paksaan.
"Jika Lo bahagia gue akan bahagia juga."
Yuwa memeluk Jonanda dan berkata "Trima kasih,,, Lo sahabat yang terbaik, Nda."
"Apakah Lo benar-benar mencintai Abang gue..?"
Yuwa melepaskan pelukannya dan berkata "Pertanyaan macam apa tuh,, tentu saja gue mencintai abangmu,, dan semalam... Semalam Abang mu pun mengatakan kalau.. Kalau dia juga mencintaiku."Ucap Yuwa dengan wajah merah
"Baik lah.. Kalau begitu gue ucapkan selamat calon kakak ipar ku.." Walaupun hati masih terasa sesak Jonanda berusaha bersikap seperti biasa.
"Apaan sich.."Ucap Yuwa dengan muka yang semakin merah.
__ADS_1
"Tidak apa, jika yang Lo nikahi itu abang gue,, setidaknya gue masih bisa melihat mu." Batin Jonanda.