Karena Hati

Karena Hati
Bab 23 Rumah Sakit


__ADS_3

"Apa, Yuwa keguguran..?"Tanya Surpandi.


"Iya, karena ia jatuh dari tangga."Jawab Martha.


"Astagaaa,, kenapa tidak hati-hati, terus gimana keaadaannya sekarang."


"Sudah tidak apa-apa, hanya perlu banyak istirahat saja."


Carissa yang juga duduk di sana tersenyum senang dalam hatinya. Lalu ia pura-pura bertanya "Kenapa Mbak bisa jatuh tangga, Ma..?"


"Sepertinya ia terpeleset" Jawab Martha. Ia tidak mengukit prihal tentang photo itu, karena Hadyan dan Jonanda memintanya untuk tidak mengatakan hal ini, agar masalahnya tidak menjadi semakin rumit seperti yang Yuwa dan Hadyan alami karena ini juga bisa terpengaruh dengan Yisilia, rumah tangga Jonanda.


"Terpeleset..terus apakah Mbak dan Abang sedang baik-baik saja."


"Maksudnya..?"


"Ah, maksud saya Abang dan Mbak Apakah sudah ihklas menerima kenyataan ini, bahwa Mbak keguguran.


"Mana bisa langsung ihklas menerima hal yang menyedihkan seperti ini sayang, perlu waktu untuk mengobati rasa sedih ini." Ucap Xandel.


"Ah, iyaa,, benar juga.."


"Rasain rasa sedih Mu Yuwa, walaupun yang kuharapkan adalah kehancuran rumah tangga mu tapi malah anakmu yang hilang,mungkin ini akan lebih menyakitkan."Batin Carissa


Sementara di rumah sakit,Hadyan tidak tau harus bagaimana mengatakan kepada Yuwa atas kesalahan pahaman yang mengakibatkan Yuwa keguguran.


"Mas.."Panggil Yuwa saat baru sadar mendapati Hadyan tengah duduk di sampingnya menundukkan kepalanya.


"Iya, sayang,,,bagaimana,, ada bagian mana yang sakit..?"Tanya Hadyan dengan rasa khawatirnya.


"Ini di mana..? Tanya Yuwa mengabaikan pertanyaan Hadyan.


"Ini di rumah sakit sayang."


"Rumah sakit,,"


Lalu Yuwa mengingat kejadian di rumahnya dan memegang perutnya.


"Bagaimana dengan bayi kita Mas,, apakah baik-baik saja."


Hadyan diam, tidak tau harus berkata apa.


"Mas."


"Sayang, kamu banyak istirahat dulu ya, jangan banyak pikir dulu."


"Bagaimana dengan bayi kita Mas, apakah baik-baik saja." Yuwa mengulangi pertanyaannya lagi.


"Sayang.."


"Kenapa Mas, apa terjadi sesuatu dengan bayi kita..?"


"Bayi kita.."


Yuwa masih diam menunggu ucapan Hadyan.


"Tuhan lebih menyanyanginya sayang,jadi.."


"Apa maksudnya, Mas..?"


"Bayi kita,,sudah, sudah..."


"Keluar.." Ucap Yuwa yang sudah mengerti apa yang akan Hadyan katakan.


"Sayang.."

__ADS_1


"Keluar.."


"Sayang,,"


"SAYA BILANG KELUAR."teriak Yuwa.


"Ok, ok,, tenangkan hati mu sayang, saya keluar."lalu Hadyan pun keluar dari kamar nginap Yuwa.


"Hiks,, maaf sayang,, mama gak bisa lindungin kamu,, maaf kan mama.. Hiks.. Hiks.."Ucap Yuwa sambil memegang perutnya.


"Yan.."panggil Martha berjalan mendekati Hadyan yang duduk di depan ruang tunggu pasien.


"Bagaimana dengan Yuwa, apakah ia sudah sadar..?"tanya Martha.


"Sudah Ma, tapi.."


"Tapi, kenapa..?"


"Yuwa butuh sendirian."


Martha hanya mangut-mangut kepalanya mengerti.


"Apakah Nda sudah tau siapa pelakunya..?"


"Sepertinya belum, saya belum dapat informasinya."


Baik lah,kalau begitu mama pergi mama pergi dulu ya,, dan ini jangan lupa kasih ke Yuwa." Ucap Martha memberikan paper bag yang berisi sup ayam untuk Yuwa.


"Trima kasih, Ma."


Tak berselang lama setelah Martha pergi dokter yang menangani Yuwa pun datang untuk memeriksa Yuwa.


"Bagaimana Pak Hadyan, Apakah ibu Yuwa sudah bangun..?" Tanya dokter Herra yang menangani Yuwa.


"Sudah Dok, silakan masuk, Dok."


"Bagaimana Dok, keadaan istri saya..?"


"Sudah tidak apa-apa, perbanyak istirahat ya Bu,,"


"Baik Dok, trima kasih."Ucap Yuwa


"Baik lah.. Kalau begitu saya permisi, mari."Ucap dokter Herra.


Setelah dokter Herra pergi Hadyan pun membuka paper bag yang tadi Martha kasih ke Hadyan untuk Yuwa. Hadyan memindahkan Sup Ayam ke mangkok dan ingin menyuapi Yuwa.


"Sini sayang, minum sup nya dulu tadi mama bawa ke sini, tapi karena saya bilang kamu perlu istirahat jadi mama tidak mengganggungmu jadi pamit duluan."


"Sini, aaa..."ucap Hadyan ingin menyuapi Yuwa.tetapi Yuwa memalingkan mukanya dari wajah Hadyan dan menutupi matanya.


Melihat istrinya mengabaikannya hati Hadyan sangat sesak, ia tau kali ini kesalahannya bukan hanya masalah ia dan Yuwa tetapi keguguran Yuwa juga di sebabkan olehnya. Jika ia tidak percaya photo-photo itu maka mereka tidak akan bertengkar dan hal ini pun tidak akan terjadi.


"Makanlah sedikit,Sayang."


Yuwa masih tetap diam dan mengabaikan Hadyan. Ia benar-benar sangat kecewa dengan sikap Hadyan yang tidak mempercayainya.


Hadyan menghela nafasnya lalu berkata "Maafkan kesalahan saya Sayang, saya tau saya telah mengecewakan mu atas ketidak kepercayaan saya terhadap mu, Nda sudah menjelaskan semuanya dan ia akan mencari siapa pelakunya."


Mendengar itu Yuwa semakin kecewa, jika dari awal Hadyan percaya dengan apa yang Yuwa katakan maka anak dalam kandungannya akan masih baik-baik saja.


"Keluar, saya tidak ingin melihatmu."Ucap Yuwa.


Degggg...


Hadyan merasa sangat sesak mendengar perkataan Yuwa.

__ADS_1


"Sayang, saya mohon makanlah sedikit, setelah itu saya akan keluar."


Tidak ada tanggapan dari Yuwa,Hadyan menghela napasnya lagi lalu berkata "Baik lah,, saya akan keluar tapi saya moho jangan melewatkan makan mu." Lalu Hadyan meletakkan sup ayamnya di atas nakas dan berlalu keluar.


Saat baru hendak membuka pintu Jonanda kebetulan membuka pintunya dari luar.


"Nda.."Ucap Hadyan lalu Yuwa pun membuka matanya dan menatap Jonanda.


"Masuklah."ucap Hadyan lalu berlalu keluar.


"Bagaimana dengan keadaanmu, Yu"Tanya Jonanda setelah mendekati Yuwa.


"Seperti yang kamu lihat."


Jonanda menghela napasnya lalu berkata "Maaf, karena kesalah pahaman ini Lo..."Jonanda menjeda kata


"Itu bukan kesalahanmu, Nda."


"Tenanglah, saya akan cari dalang dari semua ini, mengambilkan kesempatan kedekatan kita memfitnah kita."


Mendengar Jonanda berkata begitu Yuwa tiba-tiba mengingat seseorang yang pernah mengambil kesempatan kedekatan mereka berdua untuk mempermaluka Yuwa.


"Jangan-jangan.." Batin Yuwa


"Siapa pun dia,saya akan membalaskan semuanya ini.Ucap Yuwa


"Semoga bukan kamu Carissa, jika benaran itu kamu, jangan salahkan saya jika saya bersikap kejam terhadapmu." Batin Yuwa.


"Terus, apakah Yisilia tau tentang ini..?"


Jonanda menggelengkan kepala lalu berkata "Hanya mama yang tau masalah ini.?"


"Apa..?"


"Tenang Yu, tenang,, walaupun mama tau saya sudah meminta mama merahasiakan masalah ini, karena saya juga tidak mau sampai Yisilia tau masalah ini."


"Huft,,, Syukurlah,, yang saya khawatirkan itu Yisilia,, saya tidak mau ia salah paham."


"Iya,, kamu tenang,, Yisilia masih belum tau masalah ini."


"Ya."


Jonanda melihat ke nakas ada sup ayam lalu ia berkata "Apakah kamu belum makan..?"


Yuwa menggelengkan kepalanya.


"Makanlah sedikit, jangan melewatkan makan mu, nanti lambungmu kumat lagi."


Jonanda mengambil sup itu lalu berkata "Mau saya suapin..?"Goda Jonanda


"Gak perlu deh saya masih bisa makan sendiri hehehe."


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu."


"Iya.."


Saat membuka pintu Jonanda mendapati Hadyan duduk di kursi depan kamar pasien lalu duduk di sampingnya.


"Abang, apakah abang tidak tau kalau Mbak lagi sedang hamil..?"


Hadyan hanya diam tidak menjawab Jonanda.


"Bukankah pada waktu itu gue sudah mengatakan jika ada kesalahan pahaman bicara lah baik-baik dengan Mbak."


"Huft,,, baik lah saya permisi."Ucap Jonanda karena dari tadi Hadyan hanya diam saja tidak mengatakan apa pun.

__ADS_1


"Sebegitu dekatkah kamu dengan Nda, sayang.. Apakah hanya Nda yang bisa membuatmu tersenyum walaupun hatimu sedang sedih."Batin Hadyan


Hadyan mendengar dan melihat semua interaksi Yuwa dan Jonanda tadi di kamar nginap Yuwa, melihat Yuwa tersenyum dengan Jonanda, Hadyan hatinya sesak.


__ADS_2