Karena Hati

Karena Hati
Bab 20 (Perasaan Jonanda)


__ADS_3

Keesokan harinya Yisilia yang baru bangun membukakan matanya dan melihat wajah Jonanda yang berhadapan dengannya ia tersenyum lebar dan mengingat kejadian semalam.


Saat Jonanda menggeliat Yisilia pura-pura tidur kembali, setelah membuka mata Jonanda langsung membolakan matanya


"Yisilia..?" Lalu ia langsung beranjak duduk di atas ranjang dan mendapati dirinya tidak mengenakan apa pun.


"Astagaaa... Apa yang telah ku lakukan padanya."Batin Jonanda dengan kedua tangannya memegang kepelanya.


Saat Yisilia pura-pura menggeliat dan membuka matanya ia menatap Jonanda yang juga lagi sedang menatapnya, mata mereka beradu sesaat lalu Jonanda memutuskan tatapan mereka dan menundukkan kepalanya lalu berkata " Maaf"


Yisilia tidak menjawabnya ia hanya diam saja, lalu Jonanda menoleh ke arahnya.


"Saya akan bertanggung dengan apa yang sudah saya lakukan kepadamu."


Yisilia masih diam menatap Jonanda.


"Maaf,, saya tau sebenarnya kejadian semalam kamu menganggap saya adalah dia yang ada di hatimu, maafkan saya mengambil kesempatan ini untuk mengikatmu menjadi milikku, saya janji,, saya akan jadi istri yang baik untukmu Jonanda Putra Irwansha." Batin Yisilia.


Yisilia masih ingat apa di katakan Jonanda semalam sebelum mereka benar-benar menyatuka diri.


"Gue sangat mencintaimu,, Lo tau hati ini sakit sekali saat melihat pendampingmu itu adalah orang lain dan bukan gue, apalagi pendampingmu itu adalah.. Adalah.. Hahaha tidak mengapa walaupun pendampingmu itu bukan gue, tapi kita masih bisa dekat iya kan...masih bisa sering bertemu denganmu, Karena.. Karena.. Kita tetap di takdirkan tidak boleh berjauhan walaupun kita tidak berjodoh, kita masih bisa sering bertemu tanpa buat perjanjian,, "


Flashback Off


Kehadiran anak pertama Yisilia dan Jonanda tidaklah mudah, setelah pernikahan Hadyan dan Yuwa 2 bulan baru lah Jonanda menikahi Yisilia dan setelah menikah mereka pun tidak langsung menghadirkan sang buah hati, walaupun Sebelum menikah mereka sudah melakukannya, Yisilia sempat bertanya kepada Jonanda "Mas, jika saat itu kamu tau saya tidak mudah hamil, apakah kamu tetap akan menikah dengan saya..?"


"Pertanyaan macam apa itu..?"


"Kita sudah setahun lebih menikah, bahkan sebelum menikah kita sudah melakukannya sekali tapi sampai sekarang kita masih belum menghadirkan sang buah hati." Ucap Yisilia dengan sedih


"Sabarlah sayang,kita hanya belum di kasih kepercayaanya untuk menitipkan malaikat kepada kita."


"Apakah kamu menyesal, Mas.?"


"Jangan banyak pikir Sayang, Mas gak nyesal kok.?"ucap Jonanda memeluk Yisilia.


Jonanda selalu berusaha menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untuk Yisilia, tetapi hatinya selalu menolak untuk menyentuh Yisilia, ia sudah berusaha untuk melupakan Yuwa dan belajar menerima pernikahan ini. Akan tetapi semakin ia berusaha melupakan Yuwa hati nya semakin merindukannya.


Walaupun Jonanda adalah pria normal saat Yisilia mencuba menggodanya ia tetap ingin menolak, hanya karena ia tidak ingin menyakiti hati Yisilia maka ia pun ikut permainan Yisilia. Mungkin ia merasa bersalah terhadap Yisilia karena ia yang merenggut kesucian Yisilia saat ia mabuk dan oleh karena itu lah ia berusaha menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab tetapi ia tidak berkeinginan menyentuh Yisilia jika bukan Yisilia yang mencuba untuk menggodanya.

__ADS_1


Hari ini Jonanda sangat bersemangat tidak seperti hari-hari biasanya apalagi saat turun dari tangga menuju ke meja makan senyumnya merekah saat mendapati Yuwa dan anak-anaknya sudah duduk di sana sedang sarapan bersama anak-anak.


"Hai,, Good morning child.." Ucap Jonanda


"Good morning uncle.."


"Selamat pagi Yu.."


"Selamat pagi, Nda. "


"Yang lain belum turun.."


"Iya,,mungkin sebentar lagi."


"Oh,, anak-anak nanti sama Uncle ke sekolah ya.."


"Iya,, Uncle."


Tak berserang lama,turun ke dua mertuanya..


"Selamat pagi Ma, Pa." Ucap Jonanda kemudiandi ikuti oleh Yuwa


"Selama pagi."


"Selamat pagi semuanya "ucap sepasang suami istri itu.


"Selamat pagi" jawab semua orang yang sudah di meja makan.


Setelah selesai sarapan mereka semua melakukan aktivitas seperti biasa.


Setelah mengantar anak-anaknya ke sekolah Jonanda pun mengatar Yuwa ke kediamannya karena Yisilia tadi menelponnya agar membawa Yuwa kerumahnya karena ia ingin merayain pesta kecil-kecilan untuk ulang tahun Yuwa dan Yuwa pun menyetujuinya.


Jonanda merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan saat mengatar Yuwa ke rumahnya, perasaan itu tentu saja tidak sama seperti dulu ia selalu mengatar Yuwa pulang ke apartementnya.


Saat sampai di rumahnya Yisilia menyambutnya dengan hati yang gembira.


"Mas,, nanti makan siang di rumah aja ya,, Saya dan Mbak akan masak enak-enak, boleh lah ya,Mbak hehehe.."


"Iya,, tentu saja boleh, Lia."

__ADS_1


"Baik lah,, kalau begitu saya ke kantor dulu"Ucap Jonanda lalu mencium kening Yisilia.


Saat berpamita dengan Yuwa dan Yisilia yang sangat ia ingin ciumin adalah Yuwa, tapi ia masih sadar jika ia adalah suaminya Yisilia.


"Ingin sekali gue memelukmu, Yuwa Zubina Iskandar. "Batin Jonanda.


Tibalah jam makan siang,, dan Jonanda pun buru-buru ingin cepat sampai rumahnya makan siang. Saat sudah memarkirkan mobilnya dan membukakan pintu ia tertegun berdiri di ruang tamu, sungguh pemandangan inilah yang sangat ia inginkan ketika setiap hari pulang kerja bisa Melihat Yuwa sedang bermain dengan anak-anaknya.


Dengan pelan dan tanpa di sadari Jonanda berjalan mendekati di mana Yuwa sedang bermain bersama anak-anak.


"Papa." Panggil Zilan Putra Irwansha anak Jonanda dan Yisilia.


"Eh,, Nda, sudah pulang,,?" Ucap Yuwa


"Eh,, iya barusan sampai."


"Sini sayang,, Papa peluk,, Yisilia mana, Yu..?"


Sebelum Yuwa menjawab Yisilia sudah jawab duluan. "Saya di sini, Mas."


"Ayo, mari makan semuanya sudah selesai."sambung Yisilia.


Jonanda dan Yuwa beranjak ke tempat meja makan dan anak-anak meminta pembantunya jagain mereka.


"Wuahh,, menggoda lidahku nich.."Ucap Jonanda saat melihat makanan yang ada di meja makan.


"Kalau begitu makan yang banyak,Mas"


"Apakah ini semua kamu yang masak sayang..?"


"Ngak Mas, ada Mbak yang bantu juga tadi."


Saat Yuwa ambil makanan yang asam pedas, Jonanda langsung berkata "Yu, jangan makan yang pedas-pedas ntar lambungmu kumat lagi."


"Iya, iya bawel... Baru juga ambil sedikit nich."Ucap Yuwa dengan cemburut.


"Hahahah,, iya sedikit aja jangan banyak-banyak, ini sotong goreng makanan kesukaanmu di makan tuh."


"Makasih."

__ADS_1


Yisilia tertegun melihat interaksi Jonanda terhadap Yuwa, selama ini ia tidak pernah melihat Jonanda tertawa lepas bersamanya apalagi makan dengan hati yang begitu senang. Akan tetapi ia menyingkirkannya pikiran yang tak enak itu karena ia tidak lupa jika Yuwa dan Jonanda adalah sahabat yang dekat.


Setelah selesai makan Yisilia tidak lupa membelikan kado untuk Yuwa dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya lalu Yuwa dan Jonanda pun pamit, karena Yuwa akan menjemput anak-anak pulang sekolah di antar oleh supirnya, Pak Rudi dan Jonanda kembali ke kantornya.


__ADS_2