Karena Hati

Karena Hati
Bab 22 Yuwa keguguran


__ADS_3

"Lepaskan tanganmu yang kotor itu, Jonanda."


Yuwa dan Jonanda saling bertatapan karena heran dengan sikap Hadyan, apalagi menyebut Jonanda dengan kata 'Jonanda ' tidak seperti biasa memanggil 'Nda'.


"Mas.."panggil Yuwa setelah Jonanda sudah melepaskan tangannya dari lengan Yuwa.


"Di belakang ku, apakah kalian akan seperti ini..?"tanya Hadyan


Yuwa dan Jonanda saling bertatapan semakin tidak mengerti ada apa dengan Hadyan.


"Apa maksudnya,abang..?" tanya Jonanda


"Apakah kalian berdua main di belakang ku, hah..?"


"Mas.."


"Abang, apa yang abang katakan main di belakang abang, maksudnya Apa..?"Teriak Jonanda.


Yuwa yang kepalanya mulai pusing lagi ia pun berkata kepada Jonanda "Nda, terima kasih sudah antar gue pulang,Lo kembali lah dulu gue perlu istirahat."


"Baik lah, jika ada apa-apa hubungi gue."


"Hm."


Dengan berat hati Jonanda pun pergi, tetapi sebelum pergi ia sempat berkata kepada Hadyan "Saya tidak tau Kenapa abang tiba-tiba menanyakan hal itu, tetapi saya harap jika ada kesalahan pahaman bicara baik-baik dengan Mbak, karena Mbak lagi sedang ha..."


"Saya tau apa yang harus saya lakukan.."Hadyan memotong kata Jonanda yang belum selesai berucap.


"Baik lah, kalau begitu saya permisi,, mari Mbak.."


Setelah kepergian Jonanda, Yuwa langsung menuju ke kamarnya lalu Yuwa langsung membaringkan diri di tempat tidurnya.


Hadyan yang baru masuk kamar mendapati Yuwa sedang baring di tempat tidur ia mendekatinya dan menatapnya.


"Apakah Yuwa sedang sakit..?"batin Hadyan


Ingin menanyakan Yuwa tapi amarahnya masih belum hilang jadi ia membiarkan Yuwa dan turun ke bawah menuju ke ruang kerjanya.


Hadyan duduk di ruang kerjanya memikirkan hal photo-photo itu dan interaksi antara Jonanda dan Yuwa.


"Apakah kamu menyesal memilih saya, Yuwa..?" Batin Hadyan.


Tok..tok.. Tok..


"Masuk."


"Den, makan malam nya sudah siap.."


"Baik, Bi."


Saat menuju ke ruangan makan Hadyan tidak mendapati Yuwa duduk di sana, hanya ke dua anaknya saja yang


lagi sedang makan di sana.


"Bi, Yuwa mana."


"Non Yuwa lagi di kamar, Den.. Kata Non Yuwa blum lapar dan mau istirahat, Den.


Tanpa berkata Hadyan melangkahi kakinya naik ke atas tangga menuju kamarnya, baru naik beberapa langkah saja ponselnya berbunyi, chat yang masuk adalah chat dengan nomor yang sama yaitu nomor yang tidak di kenalinya.


Saat membuka chat itu Hadyan tertegun, dalam photo itu Jonanda dan Yuwa berada di hotel xxx dan memasuki sebuah kamar, juga kluar dari kamar. Lalu Hadyan terus melangkahi kakinya ke kamarnya.


Klekk...


Saat membuka pintu dan hendak mendekati istrinya, Hadyan tertegun lagi saat melihat Yuwa sedang Video Call dengan Jonanda.


"Baik lah, kalau begitu Lo istirahatlah,, jaga kesehatan jangan telat makan."Kata Jonanda yang lagi video call dengan Yuwa.


"Baik lah.. Selamat malam."


Setelah menutup telp Yuwa membalikkan badannya dan mendapati Hadyan berdiri di belakangnya.


"Mas..?"


"Kenapa, terkejut.. Jika saya sudah melihat kemesraan mu dan Nda..?"


"Mas, ngomong apa sich..."


"Katanya mau istirahat ternyata lagi melepaskan rindu."


"Mas,,"


"Apa,."


"Mas, kamu ini kenapa sich,,?"


"Apanya kenapa,, saya jadi tidak tau apakah selama ini jika saya keluar kota kamu dan Jonanda selalu begitu."


"Begitu apanya..? "


"Kamu yang lebih tau dari saya begitu apanya,Yuwa."

__ADS_1


"Saya tidak mengerti apa yang Mas katakan, jadi tolong kasih tau saya dan jelaskan kepada saya, maksudnya Mas apa..?"


"Sudah berapa lama kamu berhubungan bersama Nda di belakang saya..?"


Deggg


"Apa maksudnya, Mas..?"


Hadyan mengambil ponselnya dan memperlihatkan photo yang ada di ponselnya kepada Yuwa.


Yuwa melebarkan matanya melihat Jonanda mencium keningnya nya dan itu di depan rumah terasnya.


"Apa itu yang akan kalian lakukan ketika saya tidak berada di rumah..?"


Yuwa masih diam, ia sedang memikirkan pada saat itu Jonanda memang ke rumahnya untuk membelika cake ulang tahun untuknya tapi di depan teras saat Jonanda mau pulang ia dan Jonanda tidak seperti yang ada di photo itu,trus kenapa ada photo seperti itu,siapa yang merekayasa dan siapa yang mempotoin mereka.


"Kenapa kamu diam,,?"


Yuwa langsung menatap Hadyan dan berkata "Apakah Mas percaya tentang photo itu..?"


"Bagaimana saya tidak percaya, bahkan barusan pun sudah terbukti."


"Barusan..?"


"Bukankah kamu mengatakan ingin istirahat lalu apa yang kamu lakukan, video call dengan Jonanda apa itu namanya ingin istirahat..?"


Yuwa menghela nafasnya lalu berkata "Saya tidak tau siapa yang mengirimkan photo itu kepada Mas, tapi saya pastikan hal itu tidak benar."


"Saat itu Nda memang kunjungi ke sini tapi bukan berarti kami seperti yang Mas pikirkan dan seperti yang ada di dalam photo itu."sambungnya lagi.


"Terus ngapain ia malam-malam ke sini.. Pulang kerja bukannya langsung pulang ke rumahnya malah pulang ke rumah bini orang."


"Mas.."teriak Yuwa


"Kenapa, sakit hati saya memarahinya..?"


"Ok.. Terserah apa yang mau Mas pikirkan dan katakan."Ucap Yuwa menghentikan perdebatan ini, karena kepalanya mulai pusing lagi lalu ia hendak membaringkan dirinya di tempat tidur.


"Jadi kamu ngaku dengan semua ini..?"


Hadyan tau, jika Yuwa tidak bersalah ia tidak akan diam begitu saja,, tapi sekarang ia malah mengatakan terserah.


"Bukankah saya sudah mengatakan hal itu tidak seperti yang Mas pikirkan."


"Lalu sebenarnya seperti apa..?"


"Maaf Mas, saya tidak ingin berdebat dengan Mas, saya mau istirahat."


"Mas.." Teriak Yuwa


"Ternyata kamu tidak beda dengan wanita yang di luar sana."


"Maksudnya wanita yang di luar sana Wanita macam apa,, wanita ja***g atau wanita m*****n..?"


"Kamu yang tau sendiri kamu itu seperti wanita apa."


"Ok."Ucap Yuwa lalu hendak beranjak keluar dari kamar ini.


Sebelum sampai di pintu kamar Hadyan menahan tangan Yuwa.


"Mau kemana, mau pergi mencari Jonanda..?"


"Lepas.."


"Jawab dulu."


"Saya bilang lepas."Ucap Yuwa menghentakkan tangan Hadyan dan terus menuju ke pintu.


"Jika kamu melangkahi kaki ini sampai keluar kamar ini, maka saya akan metalakmu."Teriak Hadyan


"Silakan jika itu mau mu." Jawab Yuwa tanpa menggubris Hadyan dan terus melangkahi kakinya keluar dari kamarnya.


"YUWA ZUBINA ISKANDAR." Bentak Hadyan


Saat Yuwa sudah mau turun dari tangga, Hadyan memegang lengannya dan berkata "Saya tidak izinkan kamu pergi mencari Jonanda."


"Lepas."


"Tidak."


"LEPAS"bentak Yuwa lalu dengan kuat menghentakkan tangan Hadyan. Dan karena tadi sudah mendekati tangga lalu entah gimana dengan begitu cepat Yuwa sudah terjatuh di bawa tangga.


"YUWA" teriak Hadyan lalu dengan cepat menuruni tangga mendekati Yuwa.


"Sayang."


"Sayang bangun, sayang."


"Astagaa.. Den,, apa yang terjadi."Teriak bibi keluar dari dapur saat mendengarkan teriakan Hadyan.


"Astagaaa,, Den,, darah Den."lalu dengan cepat bibi panggil Pak Rudi siapin mobilnya mengatar Yuwa ke rumah sakit.

__ADS_1


"Sayang, bangun sayang,,, jangan gini sayang,, maaf, saya minta Maaf,,, Tolong bangun sayang."Ucap Hadyan dengan tangisnya.


"Ayo Den, cepat bawa Non ke rumah sakit." Ucap bibi


"Baik bi,, tolong jaga anak-anak."


"Iya Den.."


Di dalam Mobil tak hentinya Hadyan memanggil Yuwa. Dan setelah sampai di rumah sakit dengan cepat dokter menangani Yuwa.


"Duduk dulu Den." Ucap Pak Rudi


Hadyan tidak menggubrisnya dan masih terus berdiri di depan ruang operasi.


"Yan.."panggil Martha


Hadyan menoreh ke arah sumber suara.


"Ma.." Hadyan langsung memeluk Martha.


"Apa yang terjadi kenapa Yuwa bisa jatuh dari tangga...?"


Belum Hadyan menjawab ibunya pintu operasi telah buka dan keluarlah dokter.


"Dok, bagaimana dengan istriku..?"


"Ibu Yuwa Baik-baik saja Pak Hadyan.. Tapi.."


"Tapi kenapa, Dok..?"


"Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan anak dalam kandungan Ibu Yuwa, karena ibu Yuwa mengalami pendarahan yang hebat dan perutnya terbentur sesuatu yang keras mengakibatkan ia keguguran."


Degggg...


"Keguguran,," lilih Hadyan


"Maksudnya Yuwa lagi sedang hamil...?"


"Iya, kehamilanya baru menginjak 4 minggu."


Degggg....


"Maaf, kami permisi."Ucap dokter Herra yang menangani Yuwa.


Hadyan lansung terduduk di lantai dengan rasa yang sangat sesak.


"Abang, apa yang terjadi..?"Panggil Jonanda "Apakah Abang tidak tau kalau Mbak lagi hamil..?"


Hadyan mendongak lalu mendapati Jonanda berdiri di depannya lalu ia langsung berdiri dan memukuli Jonanda.


Bug...Bug... Bug..


"Yan,berhenti.."ucap Martha menahan tangan Hadyan


Tadi Jonanda mengantar ibunya yang datang ke rumah sakit, karena Martha hari ini kebetulan mengunjungi ke rumahnya untuk menanyakan keadaan mama Yisilia. Dan tadi pembantu rumah Yuwa menelpon ke ponsel Martha mengatakan Yuwa jatuh dari tangga dan Hadyan membawanya ke rumah sakit,oleh karena itu lah ia datang bersama Jonanda.


"Kenapa Lo melakukan hal yang begitu memaluka, hah..?"


"Apa maksud abang,,?"


Hadyan pun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan kepada Jonanda photo-photo itu.


Jonanda melebarkan matanya lalu berkata


"Apakah karena hal ini menyebabkan Mbak keguguran.. Jangan-jangan Abang bertengkar dengan Mbak karena ini, lalu,, lalu,,,"Jonanda menjeda ucapannya tak mampu melanjutkannya lagi.


Martha yang penasaran pun mengambil ponsel Hadyan dari tangan Jonanda dan melihatnya.


"Astagaaa... Apakah ini benar, Nda.. Kamu dan Yuwa..?"


"Gak benar Ma, ini pasti di rekayasa."


"Rekayasa,, kamu kirain saya mempercayainya begitu saja." Ucap Hadyan dengan emosi


"Abang, ini benaran tidak seperti yang abang pikirkan."


"Lalu kenyataannya seperti apa..habis pulang kerja ngapain Lo ke rmh ku dan sampai berjam-jam, terus ada apa kalian ke hotel hah..?"


"Gue dan Mbak ke hotel karena rayain hari lahir Mbak bersama Visella, oleh karena kami adalah sahabat dan Visella masih ingat hari lahir Mbak maka ia ke sini untuk memberikan suprise untuk Mbak.Kalau abang tidak percaya abang boleh telp ke Visella, dan di dalam kamar Itu adalah kamarnya tempat Visella menginap, di dalam itu bukan hanya ada gue dan Mbak aja tapi juga ada Visella." jelas Jonanda


"Terus mengenai saya pulang kerja ke rumahmu karena mama meminta saya memberikan Cake untuk ulang tahun Mbak dan Mbak meminta saya untuk makan bersama."Sambungnya lagi.


Degggg...


"Ulang tahun Yuwa..?" Batin Hadyan.


"Benar Yan,mama minta Nda belikan cake untuk Yuwa, karena mama pikir kamu tidak berada di sini jadi mama minta Nda belikan untuk Yuwa.


Hadyan diam dan tidak bisa berkata apa-apa, karena ia sendiri melupakan ulang tahun Yuwa untuk dua kalinya.


Pertama kali karena ia membuat janji dengan rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Gue tidak tau siapa yang mengirimi photo ini kepada abang,tapi akan gue cari tahu siapa dalang ini." Ucap Jonanda


__ADS_2