Karena Hati

Karena Hati
Bab 4 (Pertemuan dengan Hadyan)


__ADS_3

~Send to Jonanda~


"Nda,,nanti jam 11 gue ada pertemuan di perusahaan tempat Lo kerja."


Di salah satu kubikel para karyawan IRW group seorang pria membaca chattingan yang masuk dari seorang wanita yang ada di dalam hatinya melengkungkan bibir manisnya dan dengan segera ia pun membalaskan chat itu.


~Send to My Sweet Heart~


"Semangat ya,, Semoga Lo berhasil."


~Send to Jonanda~


"Trima kasih,,jangan lupa doain ya hehehe"


~Send to My Sweet Heart~


"Pasti gue doain."


~Send to Jonanda~


"Ok.. Thanks."


Karena selama ini Jonanda dengan diam-diam menyukai Yuwa maka nama contact Yuwa ia di namakan My Sweet Heart , tapi Yuwa tidak mengetahui hal itu.


Dan di sinilah Yuwa sekarang,berada di ruangan HRD.


"Baik,,Mulai besok anda bisa mulai kerja di perusahaan kami."Ucap kepala HRD kepada Yuwa sambil berjabat tangan dengan Yuwa.


"Baik Pak ,Trima kasih Karena telah menerima saya kerja di perusahaan ini."Ucap Yuwa


"Sama-sama". Ucap kepala HRD


Setelah keluar dari ruangan kepala HRD Yuwa langsung di sambut oleh Jonanda.


"Gimana,apa Lo di terima"tanya Jonanda dengan pura-pura tidak tau hasilnya,padahal ia sudah tau kalau Yuwa pasti akan di terima di perusahaan nya karena sejak awal ia sudah mengatur dengan kepala HRD agar Yuwa di terima di perusahaan ini.


Dengan refleks Yuwa memeluk Jonanda dan berkata "Akhirnya gue di terima Nda,,terima kasih sudah menawarkan gue bekerja di sini.


"Ayo gue traktir Lo makan Siang."Kata Yuwa setelah melepaskan pelukannya kepada Jonanda.


Jonanda masih bergeming saat tiba-tiba Yuwa dengan refleks memeluknya .


"Woii,,kok melamun." Yuwa menepuk bahu Jonanda.


"Ehh,,iya." Jawab Jonanda salah tingkah.


"Ayo kita makan siang gue traktir Lo,Ini juga sudah jam makan siang kan?".


"Ah, iya ..Ayo."


Sudah seminggu Yuwa bekerja Di perusahaan IRW Group dan selama seminggu ini ia selalu baik pergi maupun pulang kerja selalu bersama Jonanda bahkan makan siang pun selalu bersama.Bagi yang tidak mengetahui hubungan mereka yang sebagai sahabat akan mengira mereka sedang berpacaran. Dan bagi yang tau identitas Jonanda yang adalah anak pemilik perusahaan ini dan calon wakil direktur perusahaan ini merasa iri dengan Yuwa yang selalu bisa mendekati Jonanda.Yaa selama ini Jonanda merahasiakan identitas nya kepada Yuwa , karena ia ingin selalu bisa dekat dengan Yuwa karena ia tau jika ia duduk di posisi no 2 yang adalah sebagai wakil direktur di perusahaan ini Yuwa tidak akan mau selalu mendekatinya dan di dalam perusahaan ini Yuwa akan selalu menghormatinya sebagai atasannya, oleh karena itu juga Jonanda selalu mengatakan kepada Hadyan jika ia belum siap untuk menjadi wakil direktur dan ia masih perlu banyak belajar dan meminta kepada Hadyan ia di posisikan sebagai karyawan biasa tanpa menganggapnya sebagai calon wakil direktur atau anak pemilik perusahaan ini.


"Nda,,kayaknya malam ini gue harus lembur deh soalnya masih banyak yang belum siap." Ucap Yuwa

__ADS_1


"Begitu juga dengan gue ,Yu. Banyak yang blum siap juga."


"Ya udah ayo cepat siapkan pekerjaan,biar bisa cepat pulang."


Jam sudah menunjukkan 7 malam Jonanda dan Yuwa masih berada di perusahaan.


"Nda,, gue mau ke pantry ambil minum Lo mau gue sekaligus ambilkan minum gak?"tanya Yuwa kepada Jonanda.


"Boleh,kalau tidak mereportkan Lo, buatkan gue kopi."


"Ok,,"


Saat berada di ruangan pantry Yuwa yang hendak ambil minum di air galon ternyata airnya sudah habis.. Saat ia putar balik hendak meminta bantuan Jonanda ia mendapati Hadyan sedang berdiri di belakangnya agak berjarak 4 langkah dari tempat ia berdiri sedang membaca chat di ponselnya dan menatap Hadyan lalu berkata "Mas, mau ambil air minum ?"


"Mas ? "Batin Hadyan , Hadyan mendongak Dan menatap Yuwa di depanya dan berkata "seingat gue selama berada di perusahaan ini tak pernah ada yang memanggil gue dengan sebutan Mas kecuali dengan orang tertentu aja,tapiii siapa wanita ini,,karyawan sinikah ?."Sambungnya dalam Batin.


"Mas." Yuwa memanggil Hadyan sekali lagi.


"Iya" jawab Hadyan dengan muka datarnya.


"Tapii,,airnya habis Mas,, apa Mas boleh tolong menggantikannya ?" Tanya Yuwa


"What ,, Minta Aku menggantikan air galon,apa tidak salah ?"Batin Hadyan.


"Mas." Panggil Yuwa sekali lagi


"Apa kamu ngak bisa menggantikannya sendiri ?"


Yuwa mengenyitkan keningnya."Yaa ampunn pria ini punya hati nurani gak sich ,masa membiarkan seorang wanita menggantikan air galon, ngomongnya kek gitu lagi dasar pria gak punya hati nurani"Batin Yuwa.


"Jangan-jangan apa?"


"Yaa,, jangan-jangan Mas tuh kayak seorang wanita punya tenaga yang lebih lemah dari seorang pria gitu,,biasanya kan kebanyakan tenaga pria itu lebih kuat dari tenaga wanita."Ucap Yuwa sengaja meremehkan tenaga Hadyan.


"Apakah wanita ini sedang meremahkan tenaga ku sebagai pria?" Batin Hadyan


Dengan sengajanya Hadyan memasukkan ponselnya ke saku celananya, lalu menggulungkan kemejanya sampai di siku, Hadyan mendorong Yuwa sampai di batasan dinding dengan kedua tangannya yang masih menahan di bahu Yuwa lalu berkata "Apakah kamu sedang menguji tenaga ku, hmm..?"


Yuwa yang masih terkejut dengan tingkah Hadyan, berkata " Mas,, mau apa "?


"Menurut mu,, saya mau apa, hmm..?" Tanya Hadyan dengan sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Yuwa.


Tiba-tiba....


"Ok, ok ,,, saya akan membantumu menggantikannya." Ucap Hadyan mengalah melepaskan kedua tangannya di bahu Yuwa dengan perasaan bersalah, karena telah menakuti wanita itu sampai matanya berkaca-kaca.


Sebenarnya bukan sepenuhnya karena menatap mata Yuwa yang sudah mulai berkaca-kaca Hadyan melepaskan Yuwa, tetapi juga karena Hadyan merasakan detak jantungnya yang tak pernah ia rasaka berdetak dengan cepat saat wajahnya mendekati menatap wajah Yuwa.


"Kepala galonnya tolong di lap dulu." Perintah Hadyan.


Dengan santai nya Yuwa pun ambil tisu basah khusus lap galon,, Yuwa lap kepala galon itu.


"Sudah." Ucap Yuwa

__ADS_1


Dengan mudahnya Hadyan mengangkat galon dan menggantikannya.


"Terima kasih Mas."Ucap Yuwa dengan senyum manisnya.setelah itu Yuwa pun membuka kontac listrik untuk menghidupkan bagian air panasnya dan menunggu beberapa menit agar air galonnya panas.


Masih berdiri di sana juga Hadyan berkata "Kamu bagian mana ? "


"Hah."Yuwa bingung dengan apa yang di ucapkan Hadyan.


"Kamu bagian apa dalam perusahaan ini ? Tanya Hadyan dengan menyilangkan kedua tangannya di depan da*a nya.


"Oh , saya bagian keuangan Mas,kalau Mas bagian apa ?" Tanya Yuwa kepada Hadyan agar bisa membuang rasa canggung Dan melupakan apa yang telah Hadyan lakukan padanya tadi.


" Saya ? "


"Iya."


"Sayaa..."Akan seperti apa ya dia jika gue mengatakan bahwa gue adalah direktur perusahaan ini." Batin Hadyan.


Menatap Yuwa yang masih menunggu jawabannya , Hadyan pun berkata "Saya bagian penanggung jawab semua perusahaan ini."


"Penanggung jawab semua perusahaan ini ?"


"Iya."


"Jadi Mas sekretaris direktur perusahaan ini ? "


" Sekretaris direktur ?"Batin Hadyan."


"Kamuu sudah berapa lama kerja di sini?"Tanya Hadyan tanpa menjawab pertanyaan Yuwa.


"Baru seminggu saja saya bekerja di sini Mas."


"Kamuu tau ini perusahaan apa ?"


"Tau lah, mana mungkin saya ngak tau ini perusahaan apa, perusahaan yang begitu besar ,anak cabangnya ada di mana-mana lagi bahkan sampai Europa sana."


"Trus,, kamu tau siapa pemilik perusahaan ini ?"


"Tentu saja tau, Mas... Emang siapa tidak mengenal pemilik perusahaan ini , Surpandi Irwansha pria yang gagah dan berwibawa juga selalu memenangkan tender tak pernah terkalahkan."Jawab Yuwa dengan sikap kagumnya pada pemilik perusahaan ini.


"Supandi Irwansha?"


"Iya."Yuwa mengerutkan keningannya dengan heran dan berkata "jangan-jangan Mas tidak mengenal siapa pemilik perusahaan ini ?"sambungnya lagi.


"Mana mungkin saya tidak mengenal siapa pemilik perusahaan ini ?" Batin Hadyan."Tetapi apakah wanita ini tidak tau Kalau direktur yang ia kenal itu sudah menyerahkan perusahaannya kepada anaknya?"sambungnya lagi.


"Ckk..Ternyata karyawan sini masih ada yang tidak mengenal direktur sendiri yang setampan diri ku padahal beritaku Dan wajahku selalu ada tuh muncul di internett ,majalah atau koran."Batin Hadyan lagi.


"Ehh tak mungkin Mas tidak mengenal direktur sini,,Kan Mas sekretaris direktur jadi mana mungkin Mas tidak mengenalnya Kan "Ucap Yuwa "tapiii..."sambungnya lagi


" Tapi apa ? "


"Bukankah Pak Surpandi sudah pensiun dan menyerahkan posisinya kepada anak pertamanya,,siapa ya namanya tuh Haa..Haa apa tuh" Yuwa meletakkan jari terlunjuknya di bibir nya memikirkan siapa nama direktur baru perusahaan ini.

__ADS_1


"Astagaaa bahkan siapa nama direktur baru perusahaan sini wanita ini pun tidak mengingatnya."Batin Hadyan


__ADS_2