Karena Hati

Karena Hati
Bab 8 (Yisilia dan Jonanda)


__ADS_3

Setelah beberapa bulan menjalani proyek yang di percayakan oleh Hadyan , Yuwa dan Jonanda pun jadi semakin sering bertemu dengan Hadyan untuk membahas proyek yang sedang di jalani.Seperti sekarang setelah mengecek pekerjaan di lapangan , Hadyan, Jonanda dan Yuwa munuju ke sebuah cafe untuk makan siang.


"Yu , Lo jangan makan yang pedas-pedas, nanti lambung Lo kumat lagi." Ucap Jonanda yang selalu mengingati Yuwa agar tidak makan makanan yang pedas-pedas saat melihat Yuwa memilih menu yang rasanya pedas.


"Iya , iya , bawel sich."


Hadyan yang duduk bersamaan Jonanda dan Yuwa hanya menatap tingkah laku Jonanda ke Yuwa.setelah selesai makan mereka bertiga pun kembali ke kantor.


Flashback Off


Masih di kediaman Irwansha, seorang wanita membangunkan Jonanda yang semalam ketiduran di sofa kamarnya.


" Mas, Mas bangun ." Panggil seorang wanita membangunkan Jonanda.


Saat Jonanda membuka matanya ia menatap wanita itu yang ada di depannya dan membelikan kecupan di kening wanita itu.


" Selamat pagi , sayang." Ucap Jonanda kepada wanita itu yang tak lain adalah istrinya Yisilia Antalia.


"Pagi ,Mas , ayo mandi dan sarapan ,saya tunggu di bawah ya Mas."


"Iya."


Setelah melaksanakan ritual paginya Jonanda pun turun ke bawah menuju ke ruang makan dan tidak lama kemudian Hadyan pun turun ke bawah menuju ke ruangan makan tetapi hanya Hadyan sendiri yang turun saja dan berpakain seperti biasa.


"Bi,tolong buatkan susu panas untuk Yuwa dan beberapa selai roti kacang antar ke kamar saya ya."Ucap Hadyan kepada asisten rumah orang tua nya.


"Baik ,Den Hadyan."


"Yuwa mana, Yan ? " Tanya Surpandi

__ADS_1


"Lambung nya kumat Pa." Ucap Hadyan


" Kok bisa,apa semalam terlewat makan ?" Tanya Marta


" Tidak , Ma , semalam Yuwa tidak makan banyak dan semalam tengah malam hanya makan roti dan coklat panas saja."Ucap Hadyan


" Kamu harus sering perhatikan kesehatan Yuwa , jangan sibuk dengan pekerjaan mu saja." Ucap Surpandi


"Iya , Pa."


"Ckk,,cari perhatian lagi,dasar wanita bermuka dua"Batin Carissa.


" Lambung Yuwa kumat , bagaimana keadaannya sekarang ?" Batin Jonanda dengan rasa kwatirnya.


" Sayang , masih sakit?" Tanya Hadyan kepada Yuwa , setelah selesai sarapan Hadyan kembali ke kamar nya.


" Sudah mendingan Mas,anak - anak sudah pada pergi sekolah."


" Mas ,tidak kerja."


" Kerja dong,tapi kerja nya di rumah saja . "


Begitulah Hadyan tidak pernah lepas dari pekerjaannya, walaupun dirinya sakit ia tetap memantau dari rumah, apalagi jika Yuwa yang sakit.Oleh karena itu juga Yuwa selalu merasa kecewa, walaupun Hadyan di rumah menemaninya tapi Hadyan tetap fokus ke pekerjaanya jadi bagi Yuwa, ada Hadyan atau tidak adanya Hadyan di sisinya sama saja.Ibarat tubuhnya di sini tapi jiwanya tidak di sini.


Lain dari seseorang yang sedang duduk di kursi kebesaranya di ruangan kantornya , tubuhnya di sana tapi jiwa nya di sini.


" Apakah Yuwa baik-baik saja." Batin seseorang itu yang tak lain adalah Jonanda.


Tanpa pikir panjang Jonanda meraih ponselnya yang terletak di meja dan menekan aplikasi hijau itu mencari Nama contact.~My Sweet Heart~.Yaa sampai sekarang Jonanda masih menamakan contact Yuwa dengan nama ~My Sweet Heart~.Terus apakah Yisilia yang sebagai istrinya tidak mengetahui hal itu, tentu saja Yisilia tau akan hal itu,cuma sampai sekarang Yisilia masih tidak tau siapa sosok wanita itu, karena.. Yisilia takut,, takut untuk mengetahui sosok wanita yang di hati Jonanda itu lebih sempurna darinya.

__ADS_1


Flashback On


" Maaf ,saya terlambat." Ucap Jonanda saat sudah sampai cafe yang sudah janjian dengan Yisilia.


" Iya , tidak apa-apa."


" Mas ,mau pesan apa ? "


"Saya pesan kopi saja."


Setelah kopinya sudah di pesan , tanpa basi-basi Jonanda berkata "Bagaimana kalau kita membatalkan perjodohan ini ?"


Sebenarnya Yisilia sudah tau jika Jonanda tidak menginginkan perjodohan ini. Tapi saat pertama kali Yisilia bertemu dengan Jonanda di rumah sakit ia telah jatuh cinta dengan Jonanda , di mana saat Martha meminta Jonanda menemaninya ke rumah sakit untuk menjengut kerabatnya yang tak lain adalah ibu nya Yisilia , pada saat itu lah Yisilia sudah jatuh cinta dengan Jonanda.


"Kenapa , kenapa mau di batalkan , apakah ada nama seseorang di hati mu ?"


" Iya , dan saya sangat mencintainya."


"Apakah kalian sedang menjalin hubungan ?"


" Tidak , Karena wanita itu masih tidak mengetahui perasaanku terhadapnya."


" Oleh kerena itu saya tidak ingin menyakitimu di saat hati saya masih ada sebuah nama yang saya cintai."


Yisilia mangu-mangut kepalanya dan berkata "Baiklah, bagaimana kalau kita berteman saja , Setidaknya Kita bisa membelikan alasan kalau kita berteman dahulu dan saling mengenal ."


Jonanda mengangguk kepalanya menandakan ia setujuh berteman dengan Yisilia.


" Saya yakin cinta akan tumbuh karena terbiasa."Batin Yisilia.

__ADS_1


Sebenarnya Yisilia sengaja berkata untuk berteman dengan Jonanda , kerena jika ia dan Jonanda berteman maka ia memiliki kesempatan untuk mendekati Jonanda dan berusaha menyingkirkan nama wanita itu di hati Jonanda.


__ADS_2