Karena Hati

Karena Hati
Bab 13 (Merasa bersalah)


__ADS_3

Hari weekend pun tiba, Hadyan yang melupakan permintaan anaknya agar bisa membawanya jalan-jalan pun tidak memenuhinya. Karena semalam ia sudah janji dengan Lisa agar hari ini bisa membantunya untuk memilih kado untuk sang papanya yang ulang tahun.


Saat di dalam mall, di sebuah toko baju khusus baju pria,ia dan Lisa sedang memilih kemeja dan mendapati Yuwa membawa anak-anaknya jalan-jalan. Ia baru ingat beberapa hari yang lalu anaknya berharap ia bisa membawa mereka pergi jalan-jalan, tetapi ia malah memilih menemani wanita lain dan membiarkan istrinya sendiri bawa anak-anaknya jalan-jalan, bagaikan ia sedang berselingkuh.


Hatinya merasa bersalah, apalagi kebetulan Yuwa pun mendapati Hadyan sedang bersama Lisa memilih kemeja.Sebelum anak-anaknya mendapati Papi nya di sana dan Lisa melihat ke arahnya Yuwa dengan cepat bawa anak-anak pergi dari sana, agar anak-anaknya tidak merasa kecewa jika Papi nya lebih memilih menemani wanita lain dari pada menemani mereka.


Hadyan memang tidak berselingkuh dengan Lisa, tapi tanpa di sadari sikapnya sudah seperti sedang berselingkuh.Semalam Lisa memang meminta Hadyan untuk memilihkan kado untuk Papanya Lisa,karena Lisa juga ingin sekaligus bisa jalan-jalan bersama Hadyan di hari weekend.


Saat Hadyan keluar dari toko khusus baju pria ia sudah tidak mendapati Yuwa dan anak-anaknya, lalu ia masuk kembali dan memberitahukan kepada Lisa bahwa ia tiba-tiba ada urusan penting dan tidak bisa menemaninya memilih kado untuk sang Papa nya.


Setelah keluar dari toko baju Hadyan mencari keberadaan istri dan anak-anaknya, tetapi ia tidak mendapati mereka.Ia menelpon Yuwa, tapi Yuwa tidak mengakatnya, ia tau istrinya pasti sedang marah padanya.


Saat mencuba untuk ke area khusus tempat anak-anak bermain ia mendapati anak-anaknya sedang bermain di sana lalu ia mencari keberadaan Yuwa..


Deg..


Tiba-tiba hatinya terasa sesak mendapati seorang pria mendekati istrinya dan membukakan tutup minuman lalu membelikan kepada istrinya,bagaikan suami istri sedang membawa anak-anak mereka sedang bermain di sana,apalagi Yuwa dari tadi tidak mau mengakat telp nya.


Dengan menahan amarah dan rasa cemburunya ia mendekati istrinya.


"Sayang,,," Panggil Hadyan kepada Yuwa


Yuwa dan pria itu yang tak lain adalah Fahtian Akhdan Alanza menoreh ke sumber suara.


"Eh,, bang Hadyan." Ucap Fahtian


Hadyan hanya mengangguk kepalanya kepada Fahtian dan menoreh ke arah Yuwa yang mengabaikan kehadirannya.


"Kok bisa bersamaan di sini "


"Oh,, saya bawa keponakan saya kesini main dan kebetulan bertemu Yuwa di sini."


"Yuwa,, macam akrab banget dengan istriku, memanggilnya dengan sebutan namanya."Batin Hadyan menahan rasa kesalnya.


"Oh, begitu."


"Papiii,,"Panggil Kellysa berlari ke arah Hadyan.


"Papi sudah tidak sibuk ya,, Kalau begitu ayo temani Kel main di sana." Kellysa tarik tangan Hadyan dan membawa Hadyan kesana main playdoh yang memang tersedia di sana.


Bukannya fokus main sama Kellysa, Hadyan malah melirik ke arah Yuwa dan Fahtian sedang mengobrol begitu banyak

__ADS_1


"Paman,," Panggil keponakan Fahtian kepada Fahtian.


"Iya, Boy,, ada apa.?"


"Tata gak mau main lagi.. Tata sudah capek,, Tata lapar, mau makan."


Yuwa yang menatap keponakan Fahtian begitu gemas pun mencubi pipinya yang gembur.


"Ok,, Tata mau makan apa,,?"


"Tata mau makan KFC boleh gak..?"


"Boleh, tentu saja boleh."


"Yu, mau ikut makan bersama.?"


"Boleh,, bentar saya panggil anak-anak dulu."


Yuwa mendekati Kellysa dan memintanya untuk cuci tangan lalu makan KFC bersama Om Fahtian dan Tata. Dengan antusiasnya Kellysa mencuci tangan lalu mendekati Yuwa dan bersama memanggil sang kakaknya Keydyan.


Hadyan hanya diam dan mengikuti mereka, Yuwa pun mengabaikannya. Hadyan tau istrinya sedang marah dan ia pun hanya berdiam aja.


Saat melihat Yuwa dan Fahtian berjalan bersama membawa makanan cepat saji itu ke meja mereka, Yuwa menampilkan senyuman begitu ceriah kepada anak-anak dan mengambilkan kepada anak-anak, Hadyan merasa ia benar-benar bersalah karena selalu sibuk dengan pekerjaannya dan tidak membagikan waktunya kepada istri dan anaknya,sekarang malah ada pria lain menemani mereka.


Setelah makan mereka pun bubar pulang ke rumah masing-masing.Selama dalam perjalanan pulang Yuwa dan Hadyan saling mendiami tidak mengelurkan sekata pun.


Sesampai di rumahnya Yuwa pun masih tetap mendiamin Hadyan. Hadyan tau Yuwa masih marah padanya dan ia pun mendiami Yuwa juga, tak ada niat untuk menjelaskan apa pun kepada Yuwa.


Sudah 2 hari Yuwa dan Hadyan saling mendiami, akhirnya Hadyan mengalah dan saat sarapan Hadyan berkata "Nanti pulang sekolah Papi jemput ya, lalu kita makan siang bersama di luar, Mau?"Tanya Hadyan kepada anak-anaknya yang juga lagi sarapan dan melirik ke arah Yuwa yang masih mendiaminya.


"Mau, Papi,, nanti kita makan KFC lagi sama Om Fahtian dan Tata."Ucap Keydyan.


"Mmm,, ngak deh sayang,, kita aja yang pergi, sama Mamy dan kakak."


"Oo, kita aja ya yang pergi.?"


"Iya,, Dedek dan kakak mau kan.?"


"Mau.. Papi"Jawab Kellysa dan Keydyan bersamaan.


Yuwa masih diam tidak menanggapi ucapan Hadyan, ia tidak berencana mau pergi makan siang bersama Hadyan, karena ia sudah terlalu kesal dengan sikap Hadyan. Saat mengajaknya makan siang Hadyan mengatakan tidak bisa lalu pergi makan bersama Lisa, saat anak-anaknya berharap Hadyan bisa bawa mereka pergi jalan-jalan Hadyan pun tidak memenuhinya.

__ADS_1


"Sayang.. Nanti habis jemput anak-anak ke kantor Mas dulu ya"


"Lebih baik nanti Mas jemput anak-anak saja kalau mau makan siang bersama mereka, saya tidak mau ikut." Ucap Yuwa


Hadya menarik nafasnya dan menghembuskannya lalu berkata "Ayolah sayang,, jangan marah lagi dong," Yuwa hanya mendiaminya saja.


Sebelum waktu menjemput anak-anak, Yuwa menelpon Pak Rudi, sang supir rumahnya,ia menelpon Pak Rudi meminta Pak Rudi sendiri telp ke Hadyan siapa yang akan jemput anak-anak mereka nanti karena tadi Hadyan ingin mengajak anak-anaknya makan siang bersama.


Setelah memastikan siapa yang akan jemput anak-anak, Yuwa pun membuka TV yang ada di ruangan tamunya menonton drakor kesukaannya. Tak berserang lama ponsel Yuwa berdering, ternyata dari Hadyan.


"Hallo." Jawab Yuwa


"Hallo, sayang,, kamu lagi di mana"


"Saya lagi di rumah nonton, ada apa"


"Kamu gak mau ikut makan siang bersama."


"Ngak, lagi malas."


"Ayolah sayang,,, jangan ngambek lagi, Mas minta Maaf kalau Mas salah."


"Saya tutup telp." Yuwa mematikan telp sepihak.


Hadyan yang masih di kantornya pun jadi gak fokus dengan kerjaannya, ia tahu ia salah karena telah mengabaikan permintaan anak-anaknya dan tidak memenuhi keinginan Yuwa.


Setelah habis makan siang bersama anak-anak, Hadyan membawa 1 bungkus makanan kesukaan istrinya. Setiap kali Yuwa kalau ngambek denganya ia akan membelikan Soto Pak Mamang untuknya dan membuatkan Lemon Tea untuk istrinya.


"Jangan marah lagi ya sayang,, Mas gak bisa tahan lihat kamu diami Mas trus.."


"Ckk.. Kalau saya ngambek baru dapat perlakuan istimewah kayak gini, di belikan soto lalu di buatkan Lemon Tea oleh suami,,."


"Hehehehe,, jangan marah dong, kan biasa Mas juga ada buatkan coklat panas untukmu, juga bantu pijit kakimu saat kakimu pegal, itu tidak saat kamu lagi ngambek sayang.."


"Yaa udah,sana pergi kerja lagi,,, gak usah merayu istrimu."


"Hehehe jangan marah dong,, sini Mas Kiss dulu.."


"Apaan sich.. Sana pergi cepat."


"Hahahaha ya udah,, kalau gitu Mas pamit ya."Ucap Hadyan lalu mengecup kening istrinya dengan sayangnya.

__ADS_1


__ADS_2