
"Fahtian."panggil Yuwa saat bertemu Fahtian di loby sedang menunggu lift.
"Yuwa.. Kok di sini."
"Iya, mau menemui Hadyan "
"Oh,, kalau gitu ayo sama-sama naik, saya juga mau menemui bang Hadyan."
"Iya,, ayo"
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk."
"Mas," Panggil Yuwa.
Hadyan mendongak dan mendapati Yuwa dan Fahtian sudah berdiri di depannya.
"Selamat siang,Pak Hadyan." Ucap Fahtian sambil mengulurkan tangannya.Ketika berada di kantor ia akan memanggil Hadyan dengan Pak Hadyan.
"Eh, Selama siang Pak Fahtian,, silakan duduk." Ucap Hadyan sambil membalaskan uluran tangan Fahtian.
"Trima Kasih."
"Jadi saya tidak di persilakan duduk."
Hahahahha.. Fahtian dan Hadyan ketawa lepas dengan pertanyaan yang Yuwa lontarkan.
"Maaf sayang, maaf.. Silakan duduk dulu ya di sofa Nyonya Irwansha." Hadyan sengaja menekan kata Irwansha, agar Fahtian tidak lupa kalau Yuwa adalah istrinya.
Sebenarnya Hadyan sedikit cemburu melihat kedatangan Yuwa Dan Fahtian bersamaan, apalagi Hadyan tidak lupa saat di tempat main anak-anak, tingkah Fahtian terhadap Yuwa seperti akrab, apalagi Fahtian memanggil Yuwa dengan sebutan namanya.
Saat selesai membahas pembahasan kerja sama mereka, Fahtian pun Pamit.
"Mas, nanti malam bisa menemani saya belanja, saya mau belanja keperluan dapur di Mall xxx."
"Nanti malam kita lihat dulu ya,Mas hari ini sepertinya banyak kerjaann."
"Yaa udh,, trus sekarang bisa nemani saya makan siang.?"
"Gak bisa sayang, Mas nanti mau ke lapangan cek pekerjaan sana."
"Ya udh kalau gitu saya Pamit."
"Tunggu, kamu tadi datang pakai apa"
"Pakai mobil lah masa iya pakai terbang"
"Hehehe,, iya.. Maksud Mas siapa yang antar."
Karena agak kesal dengan Hadyan yang tak bisa menemani ia makan siang, Yuwa sengaja menjahili Hadyan.
"Oh iyaa..Astagaa.. Tadi datang bersama Fahtian, kalau Mas gak bisa nemani makan siang, saya duluan ya.. Semoga Fahtian masih menunggu saya."Ucap Yuwa dengan menahan senyumnya.
__ADS_1
"Ehh tunggu Sayang.. Tunggu."Ucap Hadyan dengan cepat bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Yuwa."
"Gak pa-pa kalau Fahtian sudah pergi, saya telp minta Pak Rudi jemput kamu aja."
"Eh, gak perlu Mas.. Tadi saya juga ajak Fahtian makan siang, ternyata Mas gak bisa,, kalau gitu ya udah, saya duluan."
"Tunggu,, tunggu,, apaan kamu sayang... Kok ajak pria lain makan siang bersama."
"Lah.. Kan saya juga ajak Mas, tapi Mas yang gak bisa ya udah,saya sama Fahtian aja yang makan siang."
"Tak boleh sayang, tak boleh,, kamu itu gimana sich.?"
"Apanya gimana.?"
"Kamu itu sudah bersuami, mana boleh sembarangan ajak pria lain makan siang bersama."
"Tapi kan saya ada ajak Mas dan Mas gak bisa,,lagian saya sudah kasih tau Mas kan kalau makan siang bersama Fahtian."
"Kamu hanya hanya kasih tau, tapi kan tak minta izin."
"Oh iyaa,,, sudah ya Mas, saya minta izin,, bye bye.."
"Tunggu, tunggu,, sayang tunggu."
"Mas ini kenapa sich,,apa saya tak boleh makan siang."
"Boleh, tentu saja boleh,,tapi tak boleh sama pria lain."
"Lalu sama siapa.?"
"Tapi Mas sibuk."
Tiba-tiba Hadyan teringat sesuatu.
"Kamu bohongi Mas ya sayang."
"Bohong apa"
"Bohong makan siang bersama Fahtian.?"
"Kenapa Mas bilang gitu..?"
"Karenaaa... Sebentar lagi Fahtian juga akan bersama Mas ke lapangan cek pekerjaan."Karena tadi panik Yuwa pergi bersama Fahtian, Hadyan jadi tidak terpikirkan nanti akan bersama Fahtian kelapangan cek pekerjaan dan Fahtian tadi pamit duluan karena ia ngin menemui Xandel di ruangannya.
"Ituu.. Kok Mas tak bilang.."
"Bilang apa.?"
"Ya,, bilang nanti sama Fahtian ke lapangan lah."
"Jadi.. Kamu bohongi Mas ya..?"
"Hehehe..."
__ADS_1
"Enak ya kerjain Mas, hmm ?" Ucap Hadyan lalu kedua tangannya melingkari pinggang Yuwa dan wajahnya mendekati wajah Yuwa.
"Mas,, mau apa,, ini kantor Mas."
"Hukum kamu lah.."
Blum sempat bibir Hadyan menyetuh bibir Yuwa, pintu ruangannya tiba-tiba di buka oleh Jonanda.
Tok tok tok
Klekk...
"Astagaaa,, maaf, maaf."Ucap Jonanda langsung kembali menutupi pintu ruangan Hadyan dan keluar tapi masih berdiri di depan pintu.
Kebiasaan sifat buruknya setiap kali ke ruangan Hadyan hanya mengetuk beberapa kali pintu lalu langsung membukanya.
Jonanda memegang dadanya, rasa sesak melihat Hadyan dan Yuwa begitu mesra.
"Masuk aja Nda."Ucap Hadyan di dalam sana.
Klekk..
"Hehehe,, maaf telah ganggu acara kalian."Ucap Jonanda berusaha bersikap seperti biasa.
"Iya,, kamu memang pengganggu."Ucap Hadyan.
Pukkk...
"Apaan sich Mas..?"Ucap Yuwa memukul bahu Hadyan.
"Ada apa kamu ke sini.?"
"Ini laporan yang abang minta."
"Ok."
"Kalau begitu saya pamit."
"Nda tunggu." Ucap Yuwa.
"Mas, saya pamit juga ya.."
"Kamu mau ke mana Sayang..?"
"Cari makan lah, emang mau ke mana?" Ucap Yuwa
"Yukk Nda,, temani aku."
"Sayang.."
Yuwa mengabaikan panggilan Hadyan lalu tanganya menarik lengan Jonanda pergi dari kantor Hadyan.
Saat lagi makan bersama Jonanda di cafe yang dekat dengan kantor, Carissa yang kebetulan hendak menemui Xandel di kantornya mendapati Yuwa dan Jonanda makan bersama.
__ADS_1
"Di bilang gak punya hubungan apapun emang siapa bisa percaya..?"Lilih Carissa,, lalu mengambil ponselnya dari dalam tas nya mepotret Yuwa dan Jonanda yang lagi makan bersama.
"Kita lihat saja suatu hari nanti, akan ku buktikan wanita seperti apa kamu."