Karena Hati

Karena Hati
Bab 11 (Wakil direktur)


__ADS_3

Setelah mengetahui Yuwa mencintainya, Hadyan kembali ke apartement Yuwa menemuinya.


"Pak Hadyan..?" Ucap Yuwa saat membuka pintu dan mendapati Hadyan berdiri di depannya.


"Selamat malam."


"Eh.. Iya.. Selamat malam.. Apa ada perlu bapak ke sini..?"


"Apakah kamu tidak mempersilakan saya masuk..?"


"Eh.. Iya.. Silakan masuk, Pak?


Setelah mempersilakan Hadyan masuk Yuwa menutup pintunya dan tidak lupa mempersilakan Hadyan duduk.


"Bapak tunggu sebentar ya,, saya buatkan minuman untuk bapak."


Sebelum melangkah Hadyan meraih tangan Yuwa dan berkata "tidak perlu,, kamuu.. Sudah baikan..?"tanya Hadyan yang masih memegang tangan Yuwa


"Hah.."Tiba-tiba Yuwa jadi bingun karena Hadyan memegang tangannya.


"Apa kamu sudah minum obat?"


"Hah.."


"Kamu sudah makan?"


"Hah.."


Hadya menarik nafas lalu menghembuskan dan berkata " Hah hah hah apa hanya itu yang bisa kamu ucapkan dari mulutmu? "


"Ahh.. Ituu.."


"Itu.. Apa..?"


"Ituu.."


" Hah hah hah itu itu,, Apakah kamu sakit sampai otakmu tidak berfungsi lagi, sampai mulutmu pun tidak bisa berkata selain hah hah hah itu itu? "


"Ckk... Mulai lagi kata pedasnya.." Batin Yuwa


"Apa bapak datang ke sini hanya memarahiku?"


Mengabaikan pertanyaan Yuwa, Hadyan berkata "Duduk." Yuwa pun patuh dan duduk di sebelah Hadyan. "Sebenarnya tuan rumah itu siapa?"batin Yuwa


"Apakah kamu sudah baikan? Tanya Hadyan sekali lagi.


"Sudah agak mendingan, Pak."


"Sekarang di luar kantor tidak perlu memanggilku dengan sebutan Bapak atau Pak, saya bukan orang tua mu."


"Jadi,saya harus memanggil bapak apa?"


"Saat pertama kali menjumpai ku, kamu memanggilku apa.?


"Oohh.. Mas."


"Hm"


"Kamuu,, sudah makan? Ulang lagi pertanyaan tadi yang belum di jawab oleh Yuwa tadi.


"Sudah, tadi Jonanda sudah membelikan untukku."


Deggg..

__ADS_1


"Sepertinya Jonanda perhatian kamu banget ya.?"


"Tentu saja, Jonanda memang paling best." Puji Yuwa menunjukkan ibu jari di hadapan Hadyan


"Kamuu,, menyukainya?" Pancing Hadyan,, entah kenapa dia masih tidak percaya kalau Yuwa mencintainya seperti yang di katakan Jonanda tadi, apalagi barusan Yuwa memuji Jonanda dengan begitu antusias.


"Tentu saja saya menyukainya, Pak,, Eh, Mas,,kenapa Mas tanya begitu.?Ucap Yuwa yang masih belum terbiasa memanggil Hadyan dengan sebutan Mas.


Entah sedang menahan emosi atau sedang menahan rasa cemburunya Hadyan berdiri dan berkata " Selamat malam,, selamat beristirahat,, saya pamit." Hadyan berjalan melewati Yuwa begitu saja dan keluar dari apartement Yuwa.


"Huff.. Dasar aneh, apaan sich..Kayak jalengkung aja, tiba-tiba datang lalu tiba-tiba pergi begitu saja."


Sementara di parkiran mobil.. Hadyan yang masih duduk di dalam mobil merebahkan punggungnya di kursi kemudi dan menutup matanya agar bisa meredakan amarahnya.


"Ckkk.. Katanya mencintaiku tapi masih memuji pria lain." Batin Hadyan.


Biasanya orang bilang paling malas kalau sudah hari senin, semalam baru libur sehari,hari ni sudah masuk kerja.Hari ini ada rapat mendadak untuk semua karyawan IRW group dan semuanya kumpul di gedung besar IRW group.


"Ada rapat apa ya, kok semuanya di minta kumpul di gedung sini."Tanya Eda kepada Yuwa.


"Tau ahh,,, Eh..Nda di mana ya kok gak nampak sich?"


"Tau ahh, ke toilet mungkin"jawab Eda


Rapat pun akan di mulai, sekretaris direktur utama meminta semua karyawan tenang karena direktur akan segera masuk ke ruangan ini.


Benar saja, baru beberapa menit direktur utama perusahaan IRW group melangkahi kakinya masuk ke ruangan gedung dan duduk di meja yang sudah tersedia di sana,,di depan para karyawan,, tapiii....


"Nda..?"Ucap Yuwa, "Kok Nda juga duduk bersama Pak Hadyan di depan sana?"sambungnya lagi.


"Selamat pagi semuanya,sebelumnya saya minta maaf karena pagi ini mengadakan rapat dadakan." Ucap Hadyan memulai rapat.


"Hari ini saya akan pekenalkan wakil direktur perusahaan IRW group, semoga tidak ada lagi karyawan yang dari IRW group tidak mengenal wakil direktur perusahaan IRW group yang akan saya perkenalkan kepada kalian semua." Ucap Hadyan menatap ke arah Yuwa dengan tatatapan sinis.


"Ckk,, apaan sich?" Batin Yuwa menunduk kepalanya saat mendapati Hadyan menatap ke arahnya.


Degg... Yuwa langsung mendongak kepalanya dan menatap ke arah depan, di mana di depan sana, di meja rapat hanya ada dua pria yang satu adalah direktur utama perusahaan IRW group Hadyan Putra Irwansha dan yang satu lagi... Ternyata adiknya Hadyan Putra Irwansha yang adalah Jonanda Putra Irwansha.


"Dan juga adalah wakil direktur perusahaan IRW group."Sambung Hadyan.


Semua karyawan menepuk tangan menandakan selamat kepada Jonanda.


"Dan satu lagi, mulai hari ini Yuwa Zubina Iskandar di posisikan di bagian sekretaris wakil direktur."


Huuuu... Riuh para karyawan menepuk tangan tapi tidak dengan Yuwa..


"Apa,, Sekretaris wakil direktur..?" Batin Yuwa dengan tidak percaya apa yang di katakan oleh Hadyan dan ia menatap ke arah Jonanda yang kebetulan masih menatapnya.


Eda yang duduk di sampingnya Yuwa menyikut lengan Yuwa dan berkata "Selamat Yu".


Setelah rapat selesai dan semua karyawan sudah bubar,Yuwa Langsung mendekati Jonanda.


"Nda,,"


Jonanda membalikkan badanya dan berkata "Mari kita ke ruangan baru saya untuk berbicara."


Dan di sinilah sekarang, di ruangan baru Jonanda.


"Bisa Lo jelaskan semuanya?" Ucap Yuwa


"Maaf."


"Bukan itu yang gue mau dengar, Nda "

__ADS_1


"Maaf, karena gue tidak pernah menceritakan bahwa gue adalah adiknya Pak Hadyan, tetapi bukankah status tidak penting dalam hubungan persahabatan kita."


Yuwa hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa, karena status dalam persahabatan mereka bertiga memanglah tidak penting, entah siapa lebih kaya, siapa lebih pintar itu tidak penting dalam persahabatan mereka,yang terpenting bagi mereka ialah bisa saling mengisi atas kekurangan yang mereka miliki dan selalu ada untuk mereka yang membutuhkan.


"Jadi, apakah Lo masih marah sama gue?"


"Tentu saja masih marah, mendadak jadikan gue sekretaris Lo."


"Hehehe,, jangan marah dong,, gue jadikan Lo sebagai sekretaris gue karena gue lebih percaya Lo dan juga membutuhkan bantuan dari Lo untuk bantu gue."


"Juga ingin selalu bisa bersama Lo."sambung Jonanda dalam batinnya.


"Baiklah kalau begituu... Tapi gue harap Lo bisa bersikap profesional.. Jika gue salah jangan sunkang untuk menegur gue."


"Iya.. Iya.."


Flashback Off


Saat mendapati Yuwa keluar dari kamar mandi yang memang ada tersedia di kamar tidurnya Hadyan berkata "Sayang, ini Nda chat kamu."


"Ada apa Nda chat say, Mas?"tanya Yuwa berjalan mendekati Hadyan.


Saat Yuwa sudah mengambil ponselnya dan membaca chat dari Jonanda ia tersenyum, Hadyan yang melihatnya pun menahan rasa cemburunya.


Dengan sengajanya Yuwa berjalan ke tempat tidurnya dan Video Call ke Jonanda di depan Hadyan, karena ia kesal dengan Hadyan,, lebih peduli kerjaannya dari pada dirinya.


"Hallo,,"tampil lah wajah Jonanda di layar ponsel Yuwa.


"Hallo.. Nda."


"Iya,, Yu..Gimana keadaanmu sekarang."Ucap Jonanda yang mengira Hadyan sedang tidak bersama Yuwa.


"Sudah mendingan Nda, trima kasih."


"Bagus lah kalau begitu, Lo jangan sampai melewati jam makan Lo trus dan ingat jangan makan yang pedas-pedas."


"Iya,, iya,, bawel."


"Baiklah kalau begitu saya tutup telp ya."


"Ok.. Bye."


Hadyan yang mendengar percakapan mereka pun hanya diam saja, ia memang melihat layar yang ada di depannya tapi ia tidak fokus untuk mengerjakan pekerjaannya.Entah apa yang ada di dalam pikirannya hanya dia sendiri yang tau.


Karena sudah agak mendingan Yuwa pun berkata kepada Hadyan "Mas,, nanti anak-anak pulang sekolah mau gak kita sama-sama jemput mereka lalu kita langsung pulang ke rumah saja."


Karena semalam adalah hari ulang tahun sang papa maka semalam mereka semua nginap di rumah papa nya dan hari ini mereka akan pulang ke rumahnya sendiri, begitu juga dengan Jonanda, tadi habis sarapan ia sudah mengatar Yisilia dan anaknya pulang,, yaa Jonanda dan Yisilia juga sudah memiliki seorang anak laki-laki yang berumur 2 tahun.kecuali Xandel,, Ia lebih memilih tinggal bersama orang tua nya.. Karena ia tidak ingin meninggalkan kedua orang tua nya di rumah saja, hanya saja Xandel masih belum memiliki anak.


"Terserah kamu deh,sayang."


"Ya udah, kalau begitu saya siap-siap dulu."


Sementara di lantai bawah Carissa yang sedang ngobrol dengan Martha, ibu mertuanya, mengalih ke arah Yuwa yang sedang turun tangga bersama Hadyan menatap tidak suka dengan Yuwa.


"Ma, kami pamit pulang ya."Ucap Yuwa yang sudah mendekati Martha.


"Mau pulang, apa kamu sudah agak baikan, Nak."


"Sudah Ma,, ni sekarang mau jemput anak-anak pulang sekolah lalu langsung pulang Ma."


"Baiklah kalau begitu, jangan kelewat jam makan kamu ya, Nak".


"Iya Ma, trima kasih."Ucap Yuwa memeluk ibu mertuanya.

__ADS_1


"Mari, ca.. " Pamit Yuwa kepada Carissa juga.


"Iya.. Mbak."


__ADS_2