Karyawan Spesial CEO

Karyawan Spesial CEO
Suap


__ADS_3

@Rumah Keluarga Zach


Riana baru saja bangun jam 6 pagi, ketika Nando sibuk mengolesi selai. Masalahnya ia tak hanya mengolesi selai pada roti miliknya saja, tapi juga 2 roti lainnya.


"Pagi, Mom!" sapa Nando tersenyum lebar ke arah ibunya yang terbenngong di anak tangga paling bawah.


"Kau sakit?" tanya Riana berlari mendekati Nando dan menempelkan punggung tangannya di kening putra kesayangannya itu.


Nando menggeleng, kemudian melepaskan tangan ibunya yang ada di permukaan keningnya.


"Apaan sih, mom. Ayo sarapan, daddy sedang ada di taman depan, menemui seorang teman," ujarnya menggeser segelas susu dan sepiring roti lengkap dengan selainya.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Riana duduk dengan cemas melihat kelakuan Nando yang tak biasa.


Nando terkekeh melihat kebingungan ibunya, "mommy tak usah khawatir. Ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta bisa mengubah segalanya, dan sekarang aku percaya hal itu. Jadi mom, aku akan semakin mencintaimu sebagai bentuk perjuanganku pada cintaku. Selamat makan!" kemudian ia meminum susunya dan memulai sarapan.


Riana melongo, memotong rotinya dengan tak yakin. Ia tau Nando pekerja keras dan akan melakukan hal apapun demi tujuannya, tapi bukan tipe psikopat yang akan menaruh racun pada roti ibunya sendiri.


•••


@Kantor


"Gile, gantengnya nambah!"


"Kamera mana kamera, gue pengen ngabadiin betapa indahnya senyum pak Zach!"


"Gak senyum aja udah kayak model papan internasional, nah ini senyum manis. Menyinari duniaku... Sungguh!"


"Elah pak Zach gak mungkin ngelirik cewek bantet kayak lo, dia pasti cari yang body goals macam gue!"


"Uhhh... Jadi semangat nih kerjanya, pagi-pagi udah di isi nutrisi nih mata gue!"


"Cuci mata uey!"


"Aseeek! Pagi-pagi cuci mata, seger nih!"


"Gak capek apa pak, gateng terus?"

__ADS_1


"Pingin gue karungin bawa ke KUA!"


"Jungkir balik hatiku pak, lihat kau tersenyum sugar!"


"Mau dong disenyumin tiap pagi, tiap waktu juga boleh!"


"Udah ganteng, senyumnya manis, holkay, pimpinan, bule lagi. Pasti bokap gue bakal merestui kita pak!"


"Saranghae pak!"


"Lope you pak!"


"Need you pak, buat aku semangat tiap hari."


"Pak... Senyummu menggetarkan hatiku."


"Nikmat-Mu yang manakah yang aku dustakan ya Allah..."


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. ar-Rahman 55: Ayat 13)" koreksi Feby yang baru saja datang dan mendengar seorang resepsionis mengucapkan terjemahan ayat, namun ada yang keliru.


"Ada apa sih mba sampe pada heboh gini seisi kantor?" tanya Feby penasaran, melihat sekeliling yang riuh oleh fansgirlnya pak Zach.


Rosa terkekeh, "itu pak Zach tadi dateng senyum-senyum, kayaknya moodnya lagi bagus deh, say."


Ia tak bisa membayangkan jika suatu hari ada yang tau kalau Nando melamarnya. Feby memegang lehernya, 'bisa digantung gue!' Ia bergidik ngeri, hingga sebuah suara mengagetkannya ketika sudah memasuki lift.


"Lo Notulis pak Zach kan?" tanya sebuah suara judes pada Feby yang ada di sampingnya.


Feby menoleh, melihat siapa yang berbicara. Kemudian ia melihat ke sekeliling sekitar 3 gadis lain yang juga menatapnya sinis.


"Pake susuk apa lo sampe pak Zach deket sama lo?" tanya orang tadi membuat Feby mengeryit heran.


"Susuk?" gumamanya tak mengerti.


"Sok suci," cibir gadis lain.


"Maaf mba, apa saya ada salah dengan kalian atau... Apakah ada kesalahan yang saya lakukan tanpa saya sadari? Karena saya baru melihat anda sekalian di sini!" ujarnya memperjelas keadaan.

__ADS_1


"Cih, sok polos. Ngaku lo pakai susuk apa biar bisa dilirik pak Zach!" ujar gadis pertama.


Feby tambah bingung, "pak Zach melirik saya?"


"Iya dan gue gak akan ngebiarin lo dapetin dia!" ancam gadis ketiga.


Feby mendengus, apa-apaan ini? Bullying?


"Saya sama pak Zach bagaikan langit dan bumi, gak bakal bisa nempel. Ada-ada aja nih mba!" ia terkekeh.


"Ngelawak lagi lu!"


"Gak lucu!"


"Lah iya emang gak lucu, siapa yang bilang saya ngelawak?" tanya Feby geleng-geleng.


Ke-4 gadis itu geram melihat Feby yang ternyata tahan banting, alias tidak mudah nge-down ketika dibully.


Sret! Brug! "Akhh! Mba lepas!" 2 orang menahan tangan Feby, satu menjambak hijab dongker Feby dan yang satu mempeot pipi Feby. Sekarang Feby dalam keadaan berlutut dikerumuni 4 orang tadi.


"Ini baru awal, awas aja sampe lo deket-deket pak Zach lagi. Gue santet lo!" ancam pimpinan genk itu.


"Saya kan notulis, saya gak deket hanya mendampingi beliau rapat. Lepas mba!"


"Bodo amat, gak peduli!"


"Lepas!"


"Gak!"


Ting! Mereka langsung melepas Feby dan berpura-pura tak terjadi apapun ketika pintu lift sudah terbuka dan terdapat 3 orang yang akan menaiki lift.


•••


Dihapus untuk kepentingan penerbitan...


"Siapa pak ganteng?" tanyanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2