Karyawan Spesial CEO

Karyawan Spesial CEO
Istri Kampungan SEASON 2


__ADS_3

Kerasnya hati seorang Nando telah runtuh oleh cinta-Nya melalui perempuan solihah bernama Feby. Siapa yang pernah menebak bahwa perempuan agamis seperti Feby yang akan menaklukan hati seorang angkuh seperti Nando? Yah, semua orang gagal mencium bau cinta yang tulus dari Nando kepada Feby. Bayangan semua orang, Nando hanya akan takluk oleh seorang yang cantik dengan tubuh body goals yang punya pengaruh besar, seperti Carol mungkin.


@Bandara Soekarno Hatta


"Aku sebenernya gak setuju ketika kamu menyembunyikan hal ini sama daddy dan mommy. Apapun yang terjadi, kamu harus jujur," ujar Feby pada Nando yang sedari tadi duduk di sampingnya saling menggenggam tangan.


Nando menatap sang istri penuh perhatian, benar ia juga merasa bersalah, namun Fernan akan benar-benar marah dengan semua yang ia lakukan demi kakaknya.


"Aku akan jujur, tapi gak sekarang. Aku coba membantu kak Nandez dulu, setelahnya aku akan terus terang sama daddy dan mommy!" ucapnya, Feby mengangguk.


"Aku akan membantumu jujur."


"Makasih ya sayang," Feby mengangguk dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Tiba-tiba panggilan kepada penumpang pesawat yang akan dinaiki pasanga itu menggema di seluruh ruangan, keduanya pun mulai bersiap.


@Pesawat Lokal (Maskapai Lokal)


Setelah pesawat lepas landas, Feby terlihat gugup dalam duduknya, ia menatap ke arah luar jendela. Sementara Nando masih sibuk mengatur posisi nyaman dalam duduknya. Menit berikutnya, ia menoleh ke arah sang istri dan melihat gugup itu--badannya bergetar.


"Kenapa?" tanyanya lembut sembari menggenggam tangan kanan sang istri.


Feby sedikit terkejut, menoleh ke arah Nando dan berkata. "Ini kali pertamanya aku naik pesawat, aku sedikit gugup dan takut. Kalo..."


Tangan yang tadi menggenggam sang istri berpindah memeluk bahunya, menyalurkan rasa nyaman dan mengusir rasa takut.


"Kamu gak malu punya istri kampungan kayak aku?" tanya Feby membuat Nando duduk tegak.

__ADS_1


"Nggak lah! Kenapa kamu bilang begitu, siapa yang berani ngatain kamu kampungan, hem?" tanya Nando cepat.


Feby buru-buru menggeleng, "bukan begitu!" sebenarnya memang kata 'kampungan' sering dialamatkan padanya, sebelum dan sesudah menikah dengan Nando, tapi tentu saja Feby tak mau membahasnya. Jika jujur pun, ia akan membuat segelintir orang terancam PHK.


"Aku ngerasa begitu, aku bahkan belum pernah naik pesawat sebelum ini. Aku juga berasal dari desa. Pendidikan mentok di strata satu. Aku nggak cantik dan aku sangat-sangat gak tau tentang fashion, aku belajar make up juga baru-baru," jelasnya membuat Nando menghela nafas kasar, Feby menunduk.


"Kadang ketika jalan sama kamu, aku jadi malu-maluin kamu. Karena kamu ganteng dan kamu sesukses ini, aku sangat jauh dari kamu," memilin ujung kerudung toskanya yang panjang.


Nando meraih wajah sang istri, membuat mereka berdua bertatapan penuh ketulusan.


"Hey, kamu tuh mikir apa sih? Masa jadi minder gini?" tanya sembari mata biru itu menatap sedalam mata hitam pekat sang istri.


Nando mengelus punggung sang istri, memeluk erat seolah tak ingin mereka berpisah. Namun, mereka sama-sama tau bahwa semua itu tak selamanya. Mereka ingat bahwa maut ada untuk memisahkan, lagi mempertemukan mereka di akhirat, bagi hamba-hamba Allah yang memegang teguh syariat.

__ADS_1


Dihapus utk kepentingan penerbitan


__ADS_2