
Feby sedang menuangkan jus wortel untuk Nando, setelah beberapa saat diblander. Pasangan itu sedang berkunjung ke rumah keluarga Zach, mereka sepakat untuk berkumpul di rumah keluarga Zach setiap akhir pekan.
"Sekarang Nando!" Raiana tegas.
"Asiaaap!" dengan semangat lari ke lantai dua untuk berganti pakaian.
"Jangan lupa bawain Feby jaket sama sepatu yah!"
"Yes, mom!" Nando menaiki tangga dengan semangat.
Feby bingung menatap Riana lemah, "mommy aku kenapa? Apa usus buntu aku kambuh?" tanyanya polos.
Riana menggeleng, ia hanya tersenyum kemudian mengajak Feby ke mobil.
"Kita periksa dulu nanti kita baru tau apa yang terjadi. Kita ke mobil sekarang," Riana tampak berseri-seri.
•
Feby duduk di belakang dengan Riana, tampaknya Nando hanya menjadi sopir di sini. Biarlah ia rela jika itu demi istri dan calon bayi yang belum pasti. Ia terus berdo'a dan menatap istrinya yang asyik mengobrol dengan sang ibu. Riana juga enggan memberitahu mengapa Feby tampak seperti masuk angin.
@Rumah Sakit
Mereka periksa ke dokter umum, awalnya Nando akan langsung ke dokter kandungan tetapi Riana ingin memberi kejutan.
Dokter umum menatap Nando dan Feby bergantian, Riana menunggu di bangku depan meja dokter. Dokter berusia 40an bernama Gita Gintara itu tersenyum. Pasangan yang memiliki perbedaan fisik sangat pesat itu menjadi camour aduk. Lama sekali ia menatap Feby yang sudah cemas menunggu jawaban dokter.
"Kalian sudah menikah berapa lama?" tanya dokter mencairkan suasana yang tegang.
__ADS_1
"Satu tahun kurang 2 minggu dokter," jawab Nando mendapat angguka dari dokter Gita.
"Okey, sebenarnya... Saya harus memberitahu hal penting bahwa kalian salah dokter, harusnya bukan ke dokter umum. Tapi tidak apa-apa, saya akan memberitahu hasil diagnosa saya. Ini bukan berita buruk," ia meraih tangan kanan Feby menyalami, Feby kebingungan.
"Selamat, anda akan menjadi seorang ibu," dokter Gita tersenyum lebar.
Feby dan Nando langsung mengucap syukur, shock dan senang campur aduk.
"Alhamdulillah!" Nando dan Feby berpelukan, sementara dokter Gita membuat surat dokter untuk meneruskan ke dokter kandungan.
Riana sudah senyum-senyum sendiri, ia memberitahu orang rumah agar membuta penyambutan kecil-kecilan.
"Ada anak kita di sini, Nan!" Feby terharu mengelus perutnya, ia menitihkan air mata.
"Iya, alhamdulillah usaha kita membuahkan hasil," Nando juga mengelus perut istrinya.
•
@Rumah Keluarga Zach
Ketika Nando, Riana dan Feby memasuki pintu rumah, tiba-tiba.
Dor!
Letupan aneka kejutan ulang tahun terpampang, mereka menyambut kedatangan calon ibu dan ayah.
Riana tidak kaget karena itu idenya, sementara Feby dan Nando sudah salah tingkah terharu.
__ADS_1
"Ahaha! Surprise my bro and sister. Kalian akan menjadi orang tua, kami turut bahagia atasnya!" ucap Nandez layaknya pembawa acara di acara talkshow.
"Iya, selamat yah adek-adekku!" Kania langsung memeluk Feby senang.
Fernan juga tersenyum kalem di antara mereka, anak-anaknya telah mendapatkan kebahagiaannya.
•
"Nan, aku pingin minyak wangi bayi, beliin dong. Aku tadi papasan sama bayi lucu, baunya enak banget."
Nando bingung dengan perubahan sikap Feby setelah beberapa minggu dinyatakan posistif hamil, pasalnya Feby merengek minta dibelikan parfum bayi gara-gara papasan sama ibu dan bayi tadi siang dan naksir dengan baunya.
"Okey, aku minta pak Wanto beli yah!" ujar Nando mengetik nomor dengan telpon rumah pada tukang kebunnya.
Tapi belum sempat tersambung Feby sudah geleng-geleng ala anak kecil dengan tampang cemberut.
Dihapus untuk diterbitkan
•
Bersambung...
Kalau kalian ingin baca season 1, kalian bisa beli novelnya!😍
WA : 085718339983
__ADS_1