
@Rumah Keluarga Zach
Nando dan Feby datang ke kediaman keluarga Zach setelah 2 jam istirahat di rumah. Fernan terus menghubungi Nando untuk segera datang dan memperjelas semuanya.
Nando dan Feby duduk di sofa berhadapan dengan Fernan dan Riana, hanya dibatasi meja persegi panjang. Nando terus menggenggam tanga kiri Feby, saling menguatkan. Sementara itu mereka sudah gugup dengan tatapan mata Fernan yang terlihat sangat marah. Sementara Riana, ia hanya diam. Bohong kalau ia mengatakan tidak rindu dengan anak sulungnya itu.
Tak!
15 lembar foto dilempar, tepat di depan Nando sampai berceceran. Nando menatap foto-foto itu yang memperlihatkan kebersamaan keluarga kecil Nando dan Nandez.
"Jadi, kau mulai menentangku?!" tanya Fernan pada Nando yang masih shock.
Harusnya ia tau akan jadi seperti ini, ia tak memikirkan kemungkinan ini sebelumnya. Ayahnya memata-matai Nando, bahkan ketika ia menggunakan honeymoon sebagai alasan.
"Tidak dad, tentu saja tidak. Sebenarnya aku masih tak mengerti, kesalahan apa yang membuat daddy mengusir kak Nandez dari rumah? Mengapa kalian tak memberitahu kebenarannya padaku? Sampai aku harus kebingungan seperti ini dan mencari tau sendiri," jawab Nando jujur.
"Bagaimanapun kak Nandez adalah kakakku, anak kalian. Aku tidak bisa membenci tanpa alasan, dad. Mengapa kalian melarangku untuk membantunya?"
__ADS_1
Pertanyaan itu sontak membuat Fernan tertohok.
"Dan aku tau semuanya dari kak Nandez adalah sebuah kesalah fahaman. Sedari aku lahir dan tumbuh di keluarga ini, aku merasakan kasih sayang penuh dari kalian berdua, tapi kak Nandez nggak dapetin itu. Gimana bisa aku membiarkan semua ini terjadi berlarut-larut?" ungkap Nando penuh penekanan walau suaranya lembut.
Fernan masih diam sementara Riana sudah berkaca-kaca. Feby yang melihat bibir Riana yang sudah bergetar kemudian bangkit dan mendekati ibu mertuanya, mengelus lembut pundaknya. Nando dan Fernan masih tegang ketika Riana memeluk Feby dengan tangis tersedu-sedu.
Nando mengalihkan perhatiannya pada istri dan ibunya. Pikirannya kalut, ia merasa lelah.
"Dad, aku hanya ingin membantu. Aku tak ingin dibenci kak Nandez, aku juga tak ingin kak Nandez seolah hilang dari keluarga kita. Daddy harus tau, bayi kecil ini..." ia menunjuk salah satu foto dimana ada Mia dalam gendongan Kania.
Tangis Nando pecah, di antara kelegaan lain, Riana masih dalam pelukan Feby. Sementara Fernan terdiam, entah apa yang ia pikirkan.
•••
Seminggu setelah introgasi itu, Nando memantau bagaimana keadaan Nadez di Bangkok. Hasilnya, semua baik-baik saja kecuali berita pagi ini yang membuat Nando terdiam di sofa ruang tamu setelah mendapat email di tabletnya. Dari Long Ze, surat itu berisi tentang pengunduran diri Nandez dari perusahaan cabang Bangkok.
Feby yang melihat itu kemudian duduk di samping Nando dan melihat apa isi email itu. Kemudian ia bergegas menghubungi Kania lewat sambungan WA, namun hasilnya nomor Kania tidak aktif walau ia coba menghubungi lewat sambungan telepon.
__ADS_1
"Kamu udah tanya sama orang di sana, kak Nandez kemana? Aku telpon kak Kania nomornya gak aktif," tanya Feby dibalas helaan nafas dari suaminya.
"Ini pasti gara-gara aku," Nando memegangi kepalanya.
Feby memegang bahu suaminya, menatapnya dalam, ia berusaha menyalurkan rasa percaya pada Nando.
•••
@Rumah Keluarga Zach
Dihapus utk diterbitkan.
•••••••••••••••••••
Bersambung...
•••••••••••••••••••
__ADS_1