Karyawan Spesial CEO

Karyawan Spesial CEO
Ingin Menyerah


__ADS_3

Nita menyusul Feby yang keluar ruangan dengan kesal setelah pamit kepada Nando.


"Aku ngerasa kayak perempuan yang matre mba, liat aja dia sampai menyombongkan jumlah pendapatannya. Aku sama sekali gak punya niat untuk santai-santai dengan kekayaannya, bahkan aku gak punya cita-cita nikah sama orang kaya!" ujarnya bersungut-sungut.


Nita menghentikan Feby di tengah lorong menuju ke ruangan mereka. "Feb! Dengerin aku!" ujar Nita mencekal pergelangan tangan Feby dan mereka benar-benar berhenti.


Feby sudah berkaca-kaca, Nita mengelus kedua pundaknya mengerti.


Ini pertama kalinya Nita melihat Feby sangat terluka, "aku pingin batalin semuanya mba, aku pingin nyerah!"


Nita menggeleng, "nggak Feb, kamu gak boleh nyerah. Tanpa pak Zach ngasih aku kompensasi untuk ngebujug kamu. Aku bakalan bujug kamu untuk gak berhenti," Ia ikut berkaca melihat Feby seperti itu.


"Feb, aku tau kamu terluka dengan caranya bersikap, maksudnya baik agar kamu ngerasa terjamin di sisinya, tapi dia gak tau caranya bilang. Aku juga tau kamu terluka, tapi Feb... kamu gak boleh nyerah di tengah jalan gini. Kamu yang selalu kuatin aku ketika sedih Feb, aku tau posisi kamu itu pasti berat. Tapi, kamu ini sudah banyak ngelakuin yang terbaik untuk adik-adikmu. Aku yakin, Allah mempertemukan kalian di sini bukan tanpa alasan. Ketika kamu coba sholat malam dan kamu dapetin pak Zach sebagai jawabannya, itu adalah pilihan-Nya," Nita mengusap air mata Feby lembut.


"Jangan nangis, pak Nando bukannya menyombongkan hartanya tapi dia ingin meyakinkan kamu sebagai istrinya nanti. Meyakinkan kamu agar kamu bisa tenang hidup dengannya, perjuangannya belajar Islam, perjuangannya melawan egonya sendiri, perjuangannya untuk merubah sikapnya di kantor dan semuanya. Ia lakukan demi agar kamu yakin sama dia, sampai titik ini, dia pingin kamu gak kerja lagi. Gak dibully temen-temen kantor lagi dan dia ingin melindungi kamu dalam rumah tangga kalian kelak. Aku tau, aku belum bisa sebaik kata-kataku ini, tapi Feb. Percayalah, bahwa Allah sayang sama kita semua. Percayakan segalanya pada-Nya. Dan yakinlah pada jawaban-Nya."


Ia memeluk Feby yang masih bergetar, "fokus pada tujuan kalian, masa-masa menjelang pernikahan memang berat, kamu ingat mba Melly kan? Saat menjelang menikah? Dia juga mengalami banyak cobaan, intinya jangan menyerah Feby. Aku sayang sama kamu!" ia mengelus hijab adik seperjuangannya itu.


"Aku gak mau liat kamu kayak gini, gak mau liat kamu sedih. Aku seneng ketika ada kabar pak Nando ngelamar kamu, seneng ngeliat kamu dicintai sama pak Nando. Aku seneng kalian bisa sampai pada titik ini, aku tau perjalanannya berat. Tapi aku akan selalu mendampingi kamu apapun yang terjadi," ia ikut menangis.


Mereka menangis dalam pelukan, ikatan pekerjaan bukanlah sekedar ikatan kerja, tapi persaudaraan dan kekeluargaan yang tak bisa digolongkan hal sepele. Namun, hal yang mengikat dari hati ke hati.


Di balik tembok ada Nando yang mendengarkan percakapan itu, ia merasa bersalah dengan kata-katanya tadi. Benar apa kata Nita, maksudnya baik tapi ia tak tau caranya bersikap.


•••

__ADS_1


Setelah akad selesai...


@Kamar Pengantin


"Ayo say, keluar temui suami kamu!" ajak Melly menarik tangan kanan Feby, sementara Nita menarik tangan kiri Feby.


"Aku malu!" ujarnya menunduk malu, air matanya sudah dihapus oleh Melly menggunakan tisu.


Nita mulai melakukan aksi tengilnya, "aduh si jomblo dari lahir, sekarang udah jadi istri orang, masih aja malu-malu. Nanti suaminya diambil orang loh!"


"Jangan!" sambar Feby langsung berdiri.


Nita dan Melly sontak kaget melihat sikap polos Feby yang entah kenapa, padahal tadi malu-malu kucing seolah tak ingin menemui suami yang baru beberapa menit menghalalkannya. Sekarang dengan sedikit jeritan, tak mau jika suaminya diambil orang.


"Ayok dong nduk, masa gak mau ketemu sama suami?" ujar Nining yang tiba-tiba muncul dari ambang pintu.


Feby benar-benar ingin kabur saat ini, jika ia kehilangan warasnya mungkin besok pagi akan muncul berita 'Seorang pengantin wanita kabur setelah ijab qobul selesai, gara-gara malu bertemu suami' kan gak lucu. Ayolah, ia gugup tapi pada akhirnya Melly dan Nita mengomporinya terus.


"Di luar banyak loh yang ngefans sama suami kamu, banyak yang bilang kalo mau jadi istri kedua, ketiga bahkan keempatnya," ujar Melly dengan ekspresif.


"Iya, hayo loh... Aku juga gak keberatan kok kalo jadi yang kedua, trus..." ucapannya terpotong.


"Stop! Iya aku keluar!" ia sedikit kesal karena cemburu.


Bahkan tanpa ada yang menuntun ia berjalan ke arah pintu, tapi sebelum mencapai bingkai pintu, Feby diam kembali menunduk. Nita, Melly dan Nining sudah cekikikan melihat tingkah lucu si jomblo dari lahir itu. Masyaa Allah, akhirnya Nining, Nita dan Melly mengiringi langkah Feby menuju ruang utama untuk menemui sang suami yang juga menunggu.

__ADS_1


Nando menatapnya yang kali ini telah resmi menjadi ratu dalam kerajaannya. Mata Feby sesekali melirik ke arah Nando yang tersenyum manis, ia tak menyangka ketika dalam perjalanan yang dekat itu menjadi sangat lambat dan jauh.


Kilasan masa lalu, wajah garang Nando memarahinya hampir tiap hari, wajah itu tak pernah secerah kali ini. Ia menunduk lagi, Nando terlihat terkekeh melihat kegugupan istrinya itu.


Sampai tepukkan Fernan di lengan kirinya membuatnya harus menahan kekehannya, menekan bibirnya agar tidak melepaskan tawanya. Ia gemas dengan situasi ini. Ia bukan tipe orang yang suka bertele-tele, ini pengalaman pertamanya untuk menunggu.


Namun, ia menikmatinya, menikmati bidadarinya yang sedang berjalan perlahan dengan gaun syar'i yang membalut sempurna perhiasanya. Riasan yang sederhana, semuanya terlihat mempesona di mata Nando.


•••


Dihapus untuk kepentingan penerbitan!


••• ••• ••• ••• ••• •••


Bersambung...


••• ••• ••• ••• ••• •••


Season 1 END📝


Kalau kalian ingin baca season 1, kalian bisa beli novelnya!😍



WA : 085718339983

__ADS_1


__ADS_2