
Apapun itu, yang membuat hati mengeras, tak akan bisa mengilangakan kenyataan bahwa dalam diri manusia ada yang namanya kasih sayang.
Kata-kata
_____________________________________
Malam melelahkan bagi Feby, setelah 15 hari ia kembali menjadi karyawan di perusahaan besar itu. Dan lagi, ini kali pertamanya ia lembur setelah selama 2 minggu ambil cuti, yah setidaknya itu bisa disebut gagal resign.
Ia melirik jam tangannya, menunjukan pukul 9 malam. Ini sifat buruknya, jika sudah berkutat dengan pekerjaan, bisa lupa segalanya, termasuk waktu.
Dari lantai 41, memang pemandangan kota Jakarta terlihat, tapi bagaimana jika yang ia tatap hanya layar komputer dan lembar dokumen? Setelah memberi salam pada satpam, ia lekas bergerak ke arah parkiran dan mulai keluar dari area kantor dengan sepedahnya.
@Jalan
Memang benar, kota Jakarta tidak pernah tidur, tiap malam tetap ramai kendaraan berlalu-lalang. Feby melajukan sepedanya dengan kecepatan sedang, namun tak disangka ketika ia berbelok di tikungan tajam, sebuah mobil juga melaju berlawanan arah.
Brak!
Bukan tabrakan, tapi itu suara Feby yang jatuh, ia terguling ke aspal. Ketika itu pula, semuanya gelap.
•••
Paginya...
"Mely ada apa?" tanya Nando ketika melihat Sekretarisnya itu panik, pak Hendra juga tidak di tempat.
Kemudian ia beralih ke ruang Devisi Kesekretariatan, tidak ada Feby yang setiap pagi ada di tempatnya dengan serius, bisikan-bisikan semua orang membuat Nando merasa gusar. Ditambah lagi Mely terlihat sangat panik.
__ADS_1
"Kamu sudah telpon?" tanyanya pada Mely.
"Sudah tapi nomor WA dan HPnya tidak aktif pak, Feby gak mungkin bolos, walaupun ia sakit sekalipun pasti dia ijin. Bapak tau kan waktu dia kena usus buntu dan akhirnya ambruk, karena maksa kerja?" tanya Mely panik.
"Dimana pak Hendra?" tanya Nando melihat sekeliling.
"Pak Hendra dari kemarin sedang cuti 2 hari pak, besok baru masuk."
Nando tambah gusar, "oke, kamu tenang. Handle kerjaan untuk setengah hari ini saya akan fokus di ruangan, rapat jam 9 diundur jam 3 sore." ucapnya kemudian masuk ke dalam ruangannya.
Mely geram dengan bisikan orang yang mengatakan kalau Feby membolos, tapi ia sangat yakin ada yang terjadi pada sahabatnya itu, Feby tak pernah bermasalah dalam perkara izin.
@Ruang CEO
Nando menghubungi salah seorang ahli IT di kantornya itu, 5 menit berlalu orang yang dipanggil melalui interkom itu datang dengan tergopoh.
Irwan, si ahli IT itu mengangguk kemudain pamit menuju ruangannya untuk menjalankan tugas.
•••
@Ruangan Gelap
Seorang gadis berpakaian syar'i itu meringkuk di atas lantai, sudah 12 jam ia pingsan. Setelah terguling di aspal, ia dibawa oleh sekelompok orang dan memberinya obat bius. Badannya luka-luka akibat kejadian malam tadi, lemas dan tak berdaya. Tiba-tiba seberkas cahaya muncul ketika pintu terbuka.
Ceklek! "Dia belum sadar juga?" tanya sebuah suara berat.
Tap! Tap! Tap!
__ADS_1
Langkah kaki mendekati gadis yang masih menutup matanya, kemudian seorang lain masuk dengan membawa seember air.
"Belum pak, Gio akan membangunkannya," balas suara lain yang lebih muda.
Byur!
"Anak selemah ini mau main-main denganku? Heh!" ucap suara berat itu menyeringai di dalam ruang dengan cahaya minim.
Yah, gadis itu Feby, ia mengerjapkan matanya ketika perih menghimpit pipi kanan dan lutut juga sikunya. Belum lagi rasa pegal yang menjalar ke seluruh tubuhnya, ia merasa bahwa seluruh persendiannya bermasalah.
"Bangun juga kamu, hehehe!" tawa orang tua berpakaian santai itu.
Feby mendongak, melihat siapa yang tengah berbicara. Matanya setengah terbuka, ketika itu pula ia menyadari siapa laki-laki tua yang berbicara dengannya itu.
"Pak..."
•••
"Mom, aku mencintai gadis itu," menunjuk pintu UGD.
Dihapus untuk kepentingan penerbitan...
••• ••• ••• ••• ••• •••
Bersambung...
••• ••• ••• ••• ••• •••
__ADS_1