
Pipi Feby kembali bersemu merah, ia salah tingkah dan melihat tas Nando menjadi sangat besar, pasti isinya banyak.
"Kamu... Banyak kerjaan yah?" tanya Feby menahan malu.
Nando tau hal itu namun ia semakin gencar menggoda, "iya, aku rela kok. Apapun demi keluarga kecil kita akan aku lakukan sekuat, semampuku, sayang" terdengar seperti lirik lagu Wali Band.
Feby terkekeh setelah conect dengan apa yang dikatakan suami bulenya itu.
•••
Kini Feby sedang menemani Nando di ruang kerjanya, dengan 2 cangkir kopi panas yang masih mengepulkan asap itu. Nando di meja kerjanya serius dengan bertumpuk berkas, dengan kacamata bertengger di hidung bangirnya yang membuatnya tampak lebih tampan. Sementara Feby membaca buku di sofa ruang kerja sekaligus perpustakaan pribadi itu, tapi lambat laun ia tertidur.
Dua jam berlalu, Nando menyelesaikan pekerjaannya, pukul 22.34 WIB ia menoleh ke arah istrinya yang dengan setia menantinya hingga tertidur. Ia mendekati sofa tempat istrinya berbaring dengan posisi tidak nyaman, mengulas senyum dan mengelus kepalanya yang sejak menikah sudah tidak ditutupi hijab ketika berduaan dengannya di dalam kamar--letak ruang kerjanya ada di dalam kamar.
__ADS_1
Kemudian ia mengangkat sang istri untuk tidur di kasur yang ada di balik tembok ruang kerjanya itu. Ini akan menjadi awal yang luar biasa bagi mereka berdua. Feby memilih melepas pekerjaannya untuk menjalankan peran mulia sebagai seorang istri, pun Nando tidak mengizinkannya bekerja.
•••
Dua bulan berlalu...
Mereka memiliki rutinitas sholat malam, setelahnya tadarus al-qur'an bersama, sampai subuh datang Nando akan pergi ke masjid komplek. Setelah solat subuh, Nando mengajak Feby lari pagi sampai lapangan komplek dan memutarinya beberapa kali, hingga jam 05:30 WIB mereka kembali ke rumah untuk bersih-bersih sebelum melakukan aktivitas lain.
Menu sarapan yang berbeda bukan menjadi pembeda, mereka tetap solid dan melakukan obrolan ringan di pagi hari, mengobrolkan tentang berita koran pagi dan berdiskusi ringan walau kadang beda pendapat. Ketika ada jadwal kajian, Feby minta izin untuk pergi ke kajian. Kadang jika tidak sibuk dengan pekerjaan rumah, Feby akan mengantar dan makan siang bersama dengan suaminya di kantor.
Seperti siang ini, Feby pergi ke kantor dengan sapaan berbeda dari para karyawan. Sekarang ia telah menjadi nyonya Zach. Beberapa minggu setelah pertama kali Nando berangkat kerja setelah menyandang status menikah, pertama kali Feby datang ke kantor dengan gandengan mesra dari bos besar. Membuat seluruh penjuru kantor gempar, apalagi Nita dan Julia menggodanya habis-habisan ketika mereka bertemu.
Beberapa ada yang memujinya, entah itu tulus atau tidak, yang pasti kebanyakan mengatakan bahwa setelah menikah Feby menjadi semakin cerah dan cantik. Namum, Feby hanya menanggapinya biasa, awalnya mungkin baper, tapi sekarang ia mulai terbiasa.
__ADS_1
@Ruang CEO
Feby mengetuk pintu, "assalamu'allaikum!"
Tak lama, suara Nando menyahut, "wa'allaikumsalam, masuk!" ucapnya profesional karena agak keras.
Dihapus utk kepentingan penerbitan
••• ••• ••• ••• ••• •••
Bersambung...
••• ••• ••• ••• ••• •••
__ADS_1