Karyawan Spesial CEO

Karyawan Spesial CEO
Menjadi Calon


__ADS_3

Dihapus untuk kepentingan penerbitan!


Season 1 END📝


Kalau kalian ingin baca season 1, kalian bisa beli novelnya!😍



WA : 085718339983


"Ehem... Ehem... Pagi bu bos!" sapa suara tengil Nita mengagetkan Feby yang sedang sibuk mengetik.


Feby tak menjawab, melainkan hanya menoleh dan menatap tajam ke arah Nita. Sementara yang ditatap itu hanya senyum-senyum tak jelas.


"Assalamu'allaikum mba Nita! Berhenti panggil aku bu Bos, aku gak suka!" sapa Feby menolak dipanggil bu bos.


"Elah kan sebentar lagi juga jadi bu bos, dan..."


"Jawab salamnya dulu mba Nita, cantik!" ujar Feby memotong.

__ADS_1


Nita nyengir kuda, "ehehehe... Wa'allaikumsalam, galak banget sih bu bos. Bergaul sama pak bos jadi ketularan galak nih ye!" ledeknya membuat Feby memejamkan matanya.


Ini sudah 3 hari setelah ia kembali dari kampung, entah disengaja atau tidak, berita tentang lamaran Nando pada Feby tersebar ke seluruh penjuru kantor. Dari mulai devisi per-devisi, sampai kalangan OB/OG. Sehingga pada hari pertama Feby kerja setelah pulang kampung, ia mendapat ledakkan murka dari beberapa fans fanatik Nando.


Ia dibully habis-habisan, sampai diledek, digoda dan intinya ia sudah seperti maling yang digebugin massa. Akhirnya Nando turun tangan menghentikan pembullyan di hari pertama itu, Nando mengumumkan bahwa lamaran itu benar adanya dan tentang tuduhan bahwa Feby melet atau pakai jampi-jampi untuk merebut hati Nando, itu tidak benar. Karena Nando sendiri yang tertarik pada Feby lebih dulu, sementara itu ia tak merasa malu tentang kenyataan ia pernah ditolak oleh Feby.


Semuanya mau tidak mau harus mau menerima kenyataan bahwa orang yang selama ini dianggap sebagai parasit, adalah calon bu Bos besar di kantor tempat mereka bekerja. Tamatlah riwayat fans fanatik Nando yang telah membully Feby habis-habisan.


"Jangan panggil aku bu boss! Mba... Aku udah bener-bener mual denger panggilan itu!" ingin rasanya ia menangis, namun percakapan receh mereka terhenti ketika melihat Nando masuk ke dalam ruang Devisi Kesekretariatan itu.


Tap! Tap! Tap!


Semua karyawati menatap Nando dengan pandangan memuja, beda dengan Feby yang menunduk hormat.


Yah, Feby tetap profesional, terlepas statusnya adalah sebagai calon istri dari Bos besar mereka.


Nando pun jadi canggung ketika melirik sedikit ke arah Feby yang menunduk sangat dalam, ia pun harus profesional. Kemudian ia beralih pada para karyawannya dan mengumumkan sesuatu, pak Hendra di belakangnya juga setia mengekori.


"Ingat yah, untuk tutup buku akhir bulan, harus dipersiapkan 3 hari sebelumnya. Saya nggak mau sampai ada data hilang atau data tidak sesuai dengan fisik. Saya nggak menerima alasan apapun. Jangan malas-malasan atau menggosip sana-sini. Mengerti?" ujarnya dengan suara tegas.

__ADS_1


Semuanya menjawab serempak, tapi setelahnya ada yang nyeletuk.


"Tapi pak, itu Feby ngobrol terus sama Nita. Gimana dong pak!" ujar seorang karyawati yang sering membully Feby.


Nando menaikan satu alis, menoleh ke arah Feby dan Nita yang sudah menunduk takut.


"Bapak masih profesional kan, walaupun Feby calon istri bapak?" tanya karyawan lain.


"Iya pak, mereka itu sering kayak gitu," ujar yang lain, dan akhirnya mereka saling sahut.


Nando memejamkan mata sebentar, ia ingin sekali meledakkan suaranya, tapi ia ingat kalau Feby pasti mengurangi nilainya nanti.


Kemudian ia kembali menatap para karyawan, "sudah-sudah, kalian kembali kerja dan kamu Feby sama Nita. Ikut ke ruangan saya!"


Semua orang terkekeh girang melihat orang yang mereka benci kena batunya. Nita melotot ke arah kumpulan orang rese itu, kemudian ditarik oleh Feby yang mengikuti langkah pak Zach dan pak Hendra.


••• ••• ••• ••• ••• •••


Bersambung...

__ADS_1


••• ••• ••• ••• ••• •••


__ADS_2