Karyawan Spesial CEO

Karyawan Spesial CEO
Hampir Patah Hati


__ADS_3

@Ruang CEO


Nando baru selesai berbicara dengan Riana di telpon, Riana mengancamnya untuk menerima pertunangan itu dan segera menikahi Carol. Pun saat ini Carol masih marah dan tidak mau diajak kerjasama.


Pada akhirnya ia tidak bisa menolak, sementara Riana sudah merencanakan tanggal pernikahannya, 5 bulan dari sekarang. Saat-saat seperti ini, ia hanya ingin melihat gadis yang sehari lalu resign tanpa ia ketahui.


Nando menatap surat pengunduran diri yang belum juga ia buka.


Ekspresinya kompleks, marah, gelisah, sedih, menyesal dan kehilangan. Ia sangat kehilangan tentu saja, tapi dipundaknya telah banyak beban yang harus ia pikul. Tak bisa bergerak sesukanya, tak bisa mengikuti kata hati, apalagi mencintai.


•••


@Rumah Keluarga Zach


Nando baru saja menapaki ruang tamu, jam 9 lebih 7 menit, Fernan sudah menunggu.


"Ada yang ingin kau jelaskan padaku?" tanya sang ayah, membuat Nando dengan malas duduk di sofa berhadapan dengan Fernan.


Malas, namun ia harus melaporkan pada atasannya tentang pekerjaan itu. Tak perduli seberapa lelahnya ia, jabatan ternyata membuatnya tak memiliki kata istirahat sedikitpun.


"Pak Dias korupsi dan memalsukan laporan," ia menyodorkan tablet berukuran buku besar pada sang ayah.

__ADS_1


Fernan menerimanya, kemudian memeriksa hasil penyelidikan.


"Hari ini kau langsung memecatnya?"


Nando mengangguk, "dengan semua bukti itu, dia tidak bisa membela diri walau dengan satu kata asumsi!" jawabnya singkat.


Fernan menghela nafas, "gadis mana yang mampu mendapatkan semua bukti ini?" tanyanya sontak membuat raut wajah malas Nando menguap menjadi serius.


"Dia tak ada lagi di kantor!" balasnya sedikit menggeram.


Ayolah, ia baru saja ingin melupakan segala hal tentang Feby, namun ayahnya sendiri yang membuka sesuatu yang mati-matian ia tutup rapat.


Ia menatap tajam ke arah ayahnya, "Please, dad! Don't make me remember her again. Dad, lihat kan bagaimana mommy menginginkanku menikah dengan Carol, aku mana bisa menikahi Carol jika masih menyimpan dia di hatiku?" ia kesal.


Kali ini ia menganggap percakapan sebagai ayahnya, Fernan malah terkekeh.


"Jika kamu tidak mencintai Carol, bagaimana bisa aku menikahkan kalian sementara kalian tidak memiliki dorongan untuk menghadirkan keturunan?"


Nando bingung dengan pernyataan itu, "Do not make me confuse, itu perjanjian mom dan orang tua Carol, dad. Apakah ini bagian dari rencanamu untuk menjebakkau, agar masuk dalam perangkap mom?" tanya Nando tak ada rasa hormat sama sekali.


"Kau kira aku selalu berpihak pada Riana? Perjanjian itu urusan dia, salahkan dia kenapa melakukan perjanjian tanpa persetujuanmu. Keluarga Zach butuh keturunan, jika kau menikah dengan Carol secara paksa dan akhirnya tak mendapatkan keturunan. Apakah mommymu akan bertanggung jawab?" tanya Fernan, kemudian suara dari dalam mendekati mereka.

__ADS_1


"Tidak bisa sayang, apapun alasannya cinta bisa datang karena terbiasa. Kenapa juga harus mempermasalahkan cinta?" tanya Riana menghampiri suami dan putra bungsunya.


Nando mengusap wajahnya frustasi, "terserah kalian lah, aku pusing." ia kemudian berlalu ke arah kamarnya.


@Kamar Nando


Nando menghempaskan tubuh tinggi idealnya di atas kasur, pikirannya kalut. Apa-apaan kedua orang tuanya, bicara sesuka mereka. Merencanakan pernikahan tanpa memperhatikan perasaannya. Mereka itu sebenarnya siapa sih? Kakek atau nenek Peto dan Nando adalah Pinokionya? Kalau begitu harusnya ia sudah memiliki hidung sepanjang menara Monas, sebagaimana kehidupannya selama ini tak pernah mengizinkannya untuk jujur, walau hanya sebagai anak kecil yang polos.


"Haha! Crazy! Aku tidak terbuat dari kayu." yah, Nando sudah gila sekarang karena tertawa hambar sendiri.


Memberontak? Percuma, Fernan bukan pengusaha sembarangan. Ia akan kena batunya jika memberontak, dan berakhir seperti kakaknya yang sekarang tinggal di luar negeri, entah bagaimana nasibnya.


Dihapus untuk kepentingan penerbitan...


"Sa--Saya tidak bisa kembali lagi pak, _____


••• ••• ••• ••• ••• •••


Bersambung...


••• ••• ••• ••• ••• •••

__ADS_1


__ADS_2