Karyawan Spesial CEO

Karyawan Spesial CEO
Ketemu Fernandez SEASON 2


__ADS_3

Long Ze mengantarkan Nando dan Feby menemui Nandez, saat itu Nandez sedang berbicara dengan seorang manager dengan berkas di tangannya.


Tanpa aba-aba, Nando menepuk bahu Nandez dan... "Dor!"


"Woy!" reflek Nandez sedikit berjingkat, begitupun manager di sebelahnya.


Nando nyengir kuda, ia tau bahwa kakaknya itu kagetan. Dulu mereka memang tidak akrab, namun justru setelah Nandez pergi dari rumah mereka malah jadi akrab.


Nandez menoleh ke belakang ketika melihat Nando siap memeluknya dengan merentangkan kedua tangannya. Nandez tak pikir lagi, langsung menerjang tubuh adiknya dan berpelukan penuh rindu. Sementara itu Feby, Long Ze dan karyawan lainnya terharu melihat pemandangan itu.


"Lu kenapa gak kabar-kabar sih Do!" panggilan khusus dari Nandez untuk adik satu-satunya itu.


Mereka melepas pelukannya dan bertos ria. "Surprise lah kak, gimana kabar lo, istri dan Mia?" tanyanya pada sang kakak yang terlihat cerah ketika melihatnya. *Mia--anak Nandez.


"Haha, yah beginilah baik fisiknya. Dalemnya kagak!" ujarnya sembari terkekeh.


"Yeu, elu mah. Galau mulu, udah punya buntut juga!" ujar Nando menanggapi.


"Kania dan Mia baik juga, kan bapaknya rajin lembur bagai kuda biar bisa kasih nutrisi terbaik untuk keluarga!"

__ADS_1


"Haha...iye lah, udah jadi bapak juga masa mau ngeluh terus!"


Sementara itu Nandez mengalihkan pandangan ke balik badan Nando, di sana ada Feby yang dengan senyumnya hanya diam kalem. Nando yang tau arah pandang Nandez, ia memperkenalkan keduanya.


"Kenalin kak, ini February Asmara. Dipanggil Feby, istri gue," ujarnya bangga.


Feby mengangguk dan menyatukan kedua tangannya di depan dada sebelum Nandez mengulurkan tangan.


"Salam kenal kak Nandez, saya Feby," ujarnya tersenyum kalem.


Nandez agak terkejut melihat pilihan Nando itu, benar apa yang ia pikirkan sejak pertama melihat pernikahan adiknya di internet. Nando telah berubah menjadi pribadi yang luar biasa.


"Salam kenal dek! Luar biasa yah kok bisa sih kamu sampe bisa buat Nando mau terikat?" bisiknya masih didengar oleh Nando.


"Gue heran aja Do, lu tuh..." ia geleng-geleng menatap adiknya dari atas sampai bawah. "Wah, kok bisa lo berubah kek gini?" puk! Menepuk pundak lebar sang adik, keras.


Feby menyadari perubahan ekspresi Kania yang drastis, hal itu membuatnya berfikir apakah ada kata-katanya yang salah atau menyakiti hatinya.


"Eh...em kak, aku salah ngomong yah?" tanya Feby pelan.

__ADS_1


Mendengar itu, Kania langsung kembali ke mode awal tersenyum ceria.


"Ah enggak kok," ia mengibaskan tangannya, "yuk kita sajikan ini udah mateng. Saatnya makan siang!" pekiknya senang sambil memindahkan sup ke mangkuk sayur.


•••


Setelah makan siang, mereka beralih ke ruang tamu dan berbicara banyak hal. Feby menggendong Mia yang sepertinya tidak rewel bersama dengannya.


Dihapus untuk penerbitan


Nandez menyandarkan punggungnya ke badan sofa, menatap adiknya menahan amarah. Inginnya marah, tapi adiknya tulus memiliki niat baik padanya.


"Dengan begini kamu malah membuatku gak berdaya. Aku seolah gak berguna sebagai kepala keluarga, aku tau aku butuh bantuanmu tapi gak bisa gitu," balas Nandez memijit pelipisnya.


Kania hanya diam, ia juga merasa solusi Nando itu baik, tapi tidak bagi Nandez. Sementara Feby menatap Mia dengan sendu, solusi itu adalah ide Feby. Bukannya ingin ikut campur tapi ia pun ingin yang terbaik bagi kakak iparnya.


"Aku gak bermaksud..."


••• ••• ••• ••• ••• •••

__ADS_1


Bersambung...


••• ••• ••• ••• ••• •••


__ADS_2