KEBANGKITAN KESATRIA PENDOSA

KEBANGKITAN KESATRIA PENDOSA
#31# MALAM MINGGU DI KOTA GEREL


__ADS_3

Hari libur adalah hari yang sangat dinanti-nanti oleh para siswa akademi kesatria dan alkemis Gerelia. Setelah seminggu belajar dan seperti dikurung dalam akademi, mereka pun bisa bebas keluar di hari libur.


Biasanya di malam hari para siswa berbondong-bondong pergi ke kota untuk berkencan atau sekadar menghabiskan malam dengan bersenang-senang. Para siswa yang ingin ke kota Gerel ( ibukota kerajaan Gerelia ) diberikan uang saku sesuai dengan lencana yang mereka pakai. Lencana perunggu diberi 150 koin perak, lencana perak diberi 300 koin perak, dan lencana emas diberi 500 koin perak. Para siswa dapat mengambil uang kepada wali kelas mereka masing-masing.


" Kamu tidak jalan-jalan keluar? " tanya Thalia pada Leo yang sedang melamun menatap luar jendela.


" Aku tidak tahu mau ke mana. Kakak sendiri tidak pergi kencan? "


Thalia membungkus tubuhnya dengan selimut lagi. " Tunanganku sedang sibuk dengan ujianya dan mungkin malam ini dia bersama kelompoknya, "


" Hhh... Seharian penuh kakak tidur lebih baik kakak mandi, " ucap Leo melirik Thalia yang masih malas-malasan.


" Walaupun tidak mandi, tubuhku tidak pernah mengeluarkan bau badan. Sudahlah aku ingin lanjut tidur. Duel tadi sedikit membuatku lelah lagi. "


" Baiklah-baiklah. Aku juga mau ke kota, "


" Katanya tidak tahu mau ke mana? "


" Aku baru ingat harus merayakan kesuksesan divisi milik Kiran, "


" Saat pulang nanti bawakan makanan. Hari libur begini pasti masakan akademi sangat hambar sekali, "


" Baiklah aku pergi dulu. "


" Jangan ke tempat prostitusi lagi atau benar-benar kubunuh kamu! "


" Iya... "


Leo pergi dari asrama lalu mengajak Kiran dan 19 anggota Yurei untuk merayakan keberhasilan mereka dalam ujian masuk akademi ini.


...***...


Saat tiba di ibukota, mereka dibuat iri oleh banyaknya siswa yang berpasang-pasangan. Para siswa itu berkencan dengan sangat mesra dan romantis. Rasa iri yang melanda Kiran dan yang lain dibuat candaan oleh Leo agar lebih mendekatkan dirinya dengan anggota Yurei.


Mereka semua berkeliling kota bersenang-senang menikmati malam indah di kota terbesar kerajaan itu. Kesenangan  itu Leo tutup dengan mentraktir Kiran dan anggotanya di kedai makan mewah dan terkenal di kota.

__ADS_1


" Makanlah! Dulu aku juga merayakan keberhasilan divisi lain dan tinggal divisi kalian saja yang belum kurayakan. " kata Leo sembari mempersilahkan Kiran dan yang lain memakan makanan yang sangat banyak di atas meja.


" Terima kasih tuan! Ayo pasukanku, kita habiskan semua makanan ini tanpa sisa! " balas Kiran dengan sangat semangat dan bahagia sambil mengambil potongan paha kalkun panggang di atas meja.


Para anggota Yurei yang lain juga langsung makan dengan lahap. Sampai mereka minta tambah makanan berkali-kali pada pelayan. Makan malam itu diakhiri dengan pesta minum anggur sampai mabuk. Leo yang takut para anggota Yurei menganggu pengunjung lain saat mabuk terpaksa menyewa kedai makanan itu khusus untuknya. Harga sewa sendiri sebesar 10 koin emas permalam. Sebuah harga sewa yang sangat mahal sekali dan untung saja Leo masih menyimpan 15 koin emas terarakhirnya di saku.


Saat mereka sedang asyik berpesta, tiba-tiba datang sekelompok siswa lainya. Kelompok itu bernama Fitheach yang diketuai oleh anak kedua count dari Furu sekaligus kekasih Thalia bernama Aron. Kelompok Fitheach sendiri adalah penguasa akademi kesatria dan alkemis.


Aron berjalan mendekati pelayan kedai sembari melirik Leo dan anggota Yurei yang sedang mabuk " Kami ingin pesan makanan dan anggur untuk 15 orang. "


" Maaf tuan. Kedai ini sudah disewa oleh tuan yang di sana, " pelayan kedai menunjuk meja Leo dan anggota Yurei berada.


Aron pun berjalan mendatangi meja itu. Dia masih belum sadar jika yang sedang dia hampiri adalah adik dari kekasihnya karena Leo yang tertidur di meja membuat wajahnya tak nampak.


" Heh segerombol anjing menjijikkan ini kah yang menyewa kedai? " hina Aron di depan Leo yang sedang menundukkan kepalanya di atas meja.


" Dan untuk apa segerombol babi mendatangi anjing ini? " balas Kiran dalam keadaan sadar..


Telinga Aron panas dengan perkataan Kiran. Dia pun mendekati Kiran lalu mencengkram baju Kiran. " Berani sekali kau menghinaku. Hey bocah, tidak satu pun yang selamat setelah mereka berani menghinaku, "


Leo yang tidurpun terbangun oleh kegaduhan mereka berdua. Dia langsung mengangkat kepalanya lalu melirik Aron.


Aron sendiri kaget saat melihat Leo. " Ka-kau adik Thalia bukan? "


" Apa ini babi-babi panggangnya Kiran? " tanya Leo ngelantur karena masih terpengaruh alkohol.


Tak lama seorang siswa lain mendekati Aron dan memberitahukan bahwa yang sedang tertidur itu adalah Mizuno Reo adik dari Thalia.


" Benar ternyata. Baiklah semua kita pindah ke kedai lain saja. Dan kau bocah, jangan pernah kau adukan kejadian ini pada Thalia jika masih sayang nyawa, " ancam Aron pada Kiran kemudian pergi dari kedai.


Setelah kepergian Aron, Kedai lagi-lagi didatangi siswa lain dan kali ini adalah Orka dan Licia.


" Aku ingin memesan makanan terenak di kedai ini, " pinta Orka pada pelayan kedai.


" Hhh... Maaf tuan kedai ini sudah disewa oleh mereka, " pelayan kembali mengarahkan jari telunjuknya pada Leo dan yang lain.

__ADS_1


Orka dan Licia pun menoleh ke arah pelayan menunjukkan jari. Mereka juga dibuat kaget melihat Leo dan pasukanya sudah mabuk. Di atas meja mereka juga sudah tertumpuk puluhan piring dan puluhan botol kosong.


" Licia kita pergi dari sini. Rasanya sangat menjijikkan melihat para siswa mabuk-mabukan di kota, " ucap Orka yang sengajamengeraskan suara.


...Braak...!...


Jelas saja Leo mendengar sindiran itu dan langsung menendang kursi di sampingnya.


" Pelayan terima kasih atas makanan dan minumanya. Kalian semua mari pulang! " Leo menarik badan salah satu anggota Yurei dan mengajaknya pergi dari kedai.


" Ta-tapi tuan, waktu sewanya masih sampai besok pagi, " sela pelayan kedai.


Leo tidak menjawab karena masih terpengaruh alkohol. Dia berjalan sempoyongan dan sengaja menabrakan badannya pada Licia sampai membuat gadis itu jatuh.


" Hey kau! " bentak Orka melihat kekasihnya sengaja ditabrak.


Leo berbalik badan dan menatap Orka ambil tersenyum, " Maaf aku tidak sengaja! "


Orka sontak terdiam setelah mendengar ucapan Leo. Dia terdiam bukan karena ucapan itu tetapi Leo sengaja melepaskan aura sihirnya dan itulah yang membuat Orka terdiam karena menyadari perbedaan kekuatan di antara mereka berdua. Leo kemudian keluar kedai bersama para anggota Yurei lain.


Di tengah jalan, Kiran yang tidak mabuk dibuat kerepotan oleh tuannya dan 19 anggotanya yang berbicara tidak jelas seperti orang gila karena pengaruh alkohol. Dengan terpaksa, Kiran pun menggunakan sihir penghapus pengaruh alkohol pada mereka.


" Kiraan! Kau tidakasik sekali! Tujuan minum anggur adalah untuk merasakan sensasi tadi tetapi mengapa kau hilangkaaan! " kesal Leo yang gagal mabuk gara-gara Kiran.


" Jika di Valdia mungkin tidak masalah. Tetapi ini di ibukota, kita harus menjaga etika tuan, " pungkas Kiran.


" Baiklah-baiklah. Oh ya kalian semua boleh kembali ke asrama, "


" Lalu bagaimana dengan tuan? " tanya Kiran.


" Aku ingin jalan-jalan sebentar sampai mengantuk, "


" Kalau begitu biarkan saya mengikuti tuan, "


" Baiklah Kiran boleh ikut. Tapi yang lain kembali ke asrama karena ini sudah larut malam. " tegas Leo yang berjalan bersama Kiran meninggalkan anggota Yurei lainya.

__ADS_1


^^^To be continue.^^^


__ADS_2