KEBANGKITAN KESATRIA PENDOSA

KEBANGKITAN KESATRIA PENDOSA
#35# SUJUDNYA SANG RAJA


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian di sungai, akademi Gerel nampak seperti biasa saja. Para guru yang ikut menyerang Leo juga mengajar seperti biasanya seolah tidak terjadi apa-apa.


Begitu juga dengan Leo. Dia juga belajar di akademi seperti biasa demi menghormati kesepakatanya dengan Charlie. Saat jam istirahat dia juga menyempatkan latihan bersama Kiran dan yang lain.


Leo belum tahu pasti kemampuan Charlie dan dia terus dihantui oleh peringatan Licia tentang kehebatan Charlie. Dalam latihan pun beberapa kali Leo kehilangan fokus dan membuatnya kalah dari Kiran.


" Sebaiknya kita akhiri dulu latihan hari ini tuan. Ku lihat tuan sepertinya tidak fokus dalam latihan, " kata Kiran.


Leo menghela napas lalu membuang pedang kayunya, " Rasanya akhir-akhir ini aku sangat sulit berkosentrasi. "


" Mungkin tuan kurang istirahat. Ada baiknya tuan istirahat total hari ini mumpung pelajaran di kelas tuan juga sudah selesai, "


" Kau benar. Baiklah aku kembali ke kamar dulu. Oh ya, mulai sekarang kalian tidak perlu mengawasi kelompok bangsawan lain dan tidak perlu menjaga kelompok Clara lagi, "


" Apa tuan serius? Lalu bagaimana dengan kasus Clara? "


" Tenang saja, aku sudah berbicara dengan kepala akademi tentang permasalahan ini dan dia siap memberikan perlindungan penuh pada para siswa siswi rakyat biasa di akademi, "


" Baiklah tuan. Tapi, apa aku boleh tetap menjaga Clara? "


" Tidak masalah Kiran. Mana mungkin aku melarang seseorang yang sedang jatuh cinta? Pergilah dan jaga dia. " Leo tersenyum pada Kiran kemudian berjalan pergi ke asrama.


Sementara Kiran sendiri pergi menghampiri Clara di ruang kelasnya dan anggota Yurei lain juga pergi ke tujuan mereka masing-masing.


...***...


Ketika membuka pintu kamar, Leo melihat Thalia sedang berdandan rapi dengan gaun mewah berwarna ungu.


" Ada acara apa sampai kakak berdandan secantik ini? " tanya Leo sembari menutup kembali pintu kamar.


" Beberapa diplomat kerajaan-kerajaan tetangga datang ke ibukota dan raja mengundangku sebagai perwakilan kemarquisan Valdia, " jawab Thalia yang masih sibuk merias wajah.


" Itukan hanya diplomat lalu untuk apa kakak sampai berdandan seperti ingin bertemu bangsawan luar kerajaan saja, "


" Hhhh karena para diplomat itu tidak datang sendiri kesini. Mereka mendampingi para bangsawan kerajaan lain, "


" Hmm... Begitu ya. Lalu kapan kakak kembali? "


" Aku akan menginap di istana selama tiga hari. Dan aku harap kamu tidak melakukan hal yang membahayakan diri selama tiga hari ini! Mulai sekarang semua tindakan yang ingin kamu lakukan harus meminta izin padaku! "


" Baiklah-baiklah. Hhhh... Kakak mirip seperti bunda, " gerutu Leo seraya menjatuhkan badan ke ranjang.


" Yaa aku sekarang menjadi seorang ibu yang menyusui bayi besarnya yang selalu pulang malam-malam dengan tubuh penuh luka, " sindir Thalia dengan senyum kecil sambil melirik Leo.

__ADS_1


Leo sedikit tersinggung dan malu mendengarnya. " A-aku hanya menghisap darahmu dari leher bukan dari tempat lain! "


" Hahaha... Sifat pemalumu itulah yang selalu membuatku senang, "


" Sudahlah sana berangkat! Aku lihat ada kereta kuda di bawah asrama kuyakin itu kereta yang menjemput kakak! "


" Baiklah-baiklah... " Thalia beranjak dari kursi kemudian membuka pintu kamar.


" Aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik selama tiga hari ini! "


Thalia pun pergi meninggalkan asrama menuju istana. Leo sendiri melihat dari jendela kamar saat Thalia menaiki kereta kuda. Selain itu Leo juga melihat ada Aron yang berpakaian rapi juga sedang menuju istana bersama beberapa cavalry nya.


...***...


2 hari dalam kamar penuh rasa sepi membuat Leo bosan ditambah semua pelajaran di akademi sudah dia pahami karena dulu di Taiyoria juga mempelajari ilmu yang sama dan Leo meraih peringkat 4 siswa terbaik di akademi Taiyoria.


Di malam hari, Leo pergi ke kota karena memang besok hari libur dan sudah rutinitas malam sebelum hari libur para siswa akademi selalu ke kota.


Kali ini Leo tidak ditemani satupun anggota Yurei termasuk Kiran. Leo tidak ingin mengganggu Kiran yang sedang berkencan dengan Clara ditambah semua anggotanya juga sedang berkencan pula dengan pasangan mereka masing-masing.


Di kota Gerel, Leo hanya berjalan mengelilingi kota saja. Dia tidak berhenti untuk makan atau minum seperti siswa lainya. Pemuda itu juga sedikit iri melihat banyaknya orang yang berkencan di sepanjang jalan. Tapi rasa iri itu justru mengingatkannya kembali saat Licia melontarkan kata-kata yang menyayat hatinya.


Leo memutuskan mencari tempat yang jarang dilewati orang-orang yang sedang berkencan dan tempat itu adalah taman kecil di depan pintu gerbang istana Gerel.


" Apa anda tuan Leo? " tanya seorang prajurit istana yang tiba-tiba menghampiri Leo.


" Ya, ada apa? "


" Yang mulia memanggil anda, "


" Bukankah yang mulia raja sedang ada banyak tamu? "


" Ada masalah genting tuan. Mari segera ikut saya. " prajurit itu mengantar Leo memasuki gerbang istana.


Leo sendiri ikut saja karena penasaran masalah genting apa sampai membuat raja memanggilnya.


Leo dibawa ke istana bagian timur dimana kamar kedua raja Karl berada. Terlihat banyak sekali para kesatria dan beberapa pejabat berlalu lalang sambil saling melaporkan suatu hal.


Prajurit tadi berhenti tepat di depan pintu kamar raja Karl lalu memepersilahkan Leo untuk masuk ke kamar yang terbuka itu.


" Leo... Akhirnya kau datang juga, " ucap raja Karl. Wajahnya terlihat cemas dan banyak keringat yang bercucuran.


Leo masuk ke dalam kamar dan langsung berlutut di hadapan raja. " Ada urusan apa sampai yang mulia memanggil saya? "

__ADS_1


" Aku ingin kau menolongku! "


" Menolong? "


" Licia sudah seminggu ini tidak kembali ke akademi. Aku sudah menyebar semua kesatria kepercayaanku tapi juga belum bisa menemukanya. Jadi aku ingin meminta tolong padamu, tolong temukan Licia, "


" Saya menolak! " jawab spontan dari Leo. Ya, dia sudah tidak ingin berurusan lagi dengan Licia dalam hal apapun.


" Kumohon Leo! Hanya kau dan pasukanmu yang bisa bergerak cepat! Kumohon! Dia cucuku satu-satunya dan aku tidak ingin kehilangan dia, "


" Hanya satu divisi pasukan saya disini. Dan tujuan pasukan saya disini untuk belajar bukan untuk menjalankan misi dari kerajaan, "


" Kumohon! Aku tidak ingin Licia jatuh ke tangan ayahnya dan count Randa! Demi kerajaan ini, demi seluruh rakyat Gerelia kumohon jangan biarkan Licia jatuh pada genggaman mereka! "


" Maafkan saya yang mulia! Saya tidak bisa menolong kali ini! " Leo kekeh menolak.


" Kalau begitu... " raja Karl beranjak dari kursi lalu tiba-tiba bersujud dihadapan Leo.


Leo sendiri sontak terkejut. Dia tidak menyangka seorang raja sampai rela berlutut demi cucunya.


" Kumohon! Ini adalah permintaan terakhirku padamu! Kumohon selamatkan cucuku! " pinta raja Karl dalam sujudnya diiringi isak tangis. Pak tua itu benar-benar tak ingin cucunya jatuh ke lubang yang sama seperti putranya.


Leo tersentuh oleh permintaan emosional raja Karl. Tapi, rasa bencinya pada Licia masih terlalu kokoh.


" Maafkankan saya yang mulia. Saya sebenarnya ingin membantu, tapi hati saya yang sudah tersayat-sayat oleh cucu yang mulia mendorong saya untuk tetap menolak permintaan ini. Kalau begitu saya izin untuk meninggalkan istana! Selamat malam yang mulia. " Leo berjalan pergi dan tak mempedulikan raja Karl yang masih bersujud dan menangis.


Suasana hati Leo yang awalnya damai sekarang hancur. Dia mulai dilema antara membantu atau tidak. Disisi lain dia tidak enak hati dan merasa bersalah karena menolak permintaan seorang raja yang bahkan sampai berani bersujud dihadapanya.


Rasa bersalah itu sedikit melunakkan hati Leo. Sekembalinya dari kota, dia langsung menugaskan 3 anggota Yurei untuk mencari keberadaan Licia dan jika lokasinya sudah ditemukan, Leo memerintahkan agar memberitahu lokasi itu pada raja.


...***...


3 hari berlalu dan Thalia juga maish belum kembali. Sementara 3 anggota Yurei yang bertugas mencari Licia juga belum memberi kabar.


Leo mulai khawatir karena Thalia mengatakan akan kembali dalam 3 hari tapi sekarang sudah 5 hari dan belum ada kabar tentang sang kakak.


Segera dia memerintahkan Kiran dan pasukannya mencaritahu keberadaan Thalia. Berjam-jam lamanya Leo dan yang lain mencari keberadaan Thalia di istana tapi tak ada seorangpun yang tahu karena setelah 3 hari pertemuan, semua bangsawan maupun diplomat kerajaan lain sudah kembali pulang termasuk Thalia.


Informasi dari para prajurit semakin membuat Leo cemas. Dia bahkan memanggil divisi pasukan Yurei lain yang kebetulan ada di ibukota untuk menyuplai kebutuhan divisi milik Kiran. Pasukan Yurei dari 2 divisi disebar ke seluruh penjuru Gerel.


Saat senja, salah satu anggota Yurei kembali dan memberitahu ke Leo bahwa setelah pertemuan di istana, Thalia ikut ke kereta kuda rombongan count Jarwis ( count dari Furu ) dan Aron.


Spontan Leo menggebrak meja kemudian memerintahkan pasukannya untuk mencari keberadaan rombongan count Jarwis. Kebetulan count dari Furu itu belum kembali ke wilayahnya.

__ADS_1


^^^To be continue.^^^


__ADS_2