
...Teeng... Teng... Teng... Teng... ...
Lonceng-lonceng menara istana Gerel mulai berbunyi saat, waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Tepat pagi ini acara pertemuan para raja-raja di seluruh benua resmi dimulai.
Pertemuan ini akan berlangsung selama 5 hari. Dihari pertama biasanya ada pesta penyambutan sekaligus penandatangan surat perjanjian perdamaian yang baru. Lalu di hari ke 2 sampai ke 4 akan diadakan pertemuan-pertemuan bilateral yang membahas hal-hal sensitif antar kerajaan. Dan dihari ke 5 akan ada pesta penutupan.
Tahun ini marquis Aiden dipilih sebagai pembuat dan pembawa surat perjanjian yang baru. Ini adalah bentuk rasa hormat para pemimpin dunia kepada pahlawan perang suci. Baik pihak lawan maupun kawan, semuanya sangat menghormati jiwa ksatria pria bertopeng besi itu.
Saat jam menunjukan pukul 8 pagi saat semua tamu sudah hadir di aula istana, para pemimpin dunia pun hadir berjalan berpasang-pasang sambil bergandeng tangan sebagai simbol persahabatan. Tidak semua raja hadir di acara hari ini. Rata-rata mereka diwakili pangeran maupun tuan putrinya. Kecuali para raja kerajaan dari benua barat, mereka semua hadir.
Di aula sudah disiapkan 13 singgasana untuk 13 pemimpin dunia. Sebenarnya ada 15 kerajaan di dunia hanya saja kerajaan Singaraja dan kerajaan Axel absen.
Untuk kerajaan Singaraja bisa dimaklumi karena memang jarak mereka dari Gerelia sangat jauh sekali. Sedangkan untuk Axel tidak diketahui alasanya. Hanya saja, semenjak perang suci kedua berakhir, hubungan Gerelia dan Axel tidak pernah membaik.
Selain itu pertemuan ini memang sengaja tidak melibatkan kerajaan suci Deusia maupun Angelusia. Jika mengundang mereka, ditakutkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat kedua kerajaan ini masoh bersitegang.
Setelah para raja duduk disinggasana sambil diiringi tepuk tangan para bangsawan Gerelia, tidak lama marquis Aiden datang sambil membawa sebuah kotak emas berhiaskan puluhan kristal dan mutiara. Di belakang sang pahlawan, ada 3 anaknya yang berjalan beriringan menyesuaikan langkah kaki sang ayah.
...Tap... Tap... Tap... ...
Marquis berjalan maju dan menghadap para pemimpin dunia. Dia segera berlutut lalu membuka kotak yang ia bawa. Di dalam kotak terdapat secarik kertas dan alat tulis dengan tinta emasnya.
Tanpa sepatah kata, satu persatu pemimpin dunia maju dan meninggalkan dan tangan mereka di kertas itu.
" Dengan ini, dunia sekali lagi akan dinaungi oleh perdamaian! " tegas raja Karl menutup upacara penandatangan perjanjian perdamaian yang baru.
Riuh iringan suara bahagia para tamu dengan tepuk tangan mereka jelas menandakan tidak ada satupun orang yang menginginkan peperangan lagi.
__ADS_1
Setelah upacara penandatanganan, satu persatu para pemimpin berpidato tentang visi dan misi mereka untuk terus mewujudkan perdamaian abadi antara kerajaan timur dan barat serta cita-cita perdamaian antar 2 umat beragama.
Pidato itu berlangsung setengah hari dan langsung dilanjutkan pesta besar-besaran di istana.
Baik para raja, pangeran, tuan putri, maupun para bangsawan dari berbagai kerajaan saling bercengkrama dan bersenda gurau. Dan inilah yang sangat ingin dilihat oleh Leo.
Ia berharap dunia bisa terus seperti ini. Tidak ada lagi pertumpahan darah yang hanya melahirkan penderitaan bagi umat manusia.
Di pesta Leo terlihat bersandar di tembok sambil menikmati secangkir anggur merah. Begitukah cara dia menikmati pesta. Tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya yang menikmati pesta dengan berdansa, memakan berbagai jamuan, atau bahkan mencari jodoh justru Leo menikatinya dengan cara seperti ini.
Pemandangan yang damai tanpa ada caci makian dan hujatan dari bangsa timur maupun barat yang dulu selalu ia dengar. Dan saat ini yang dia dengar adalah suara tawa bahagia.
Sementara itu, di sisi lain Thalia justru kerepotan dengan banyaknya para bangsawan yang mencoba mendekatinya. Ya, kabar batalnya pertunangan Thalia dan Aron sudah tersebar kemana-mana. Momen itulah yang di manfaatkan mereka. Lagipula siapa yang tidak mau dengan seorang gadis secantik dan sehebat Thalia. Bahkan raja baru kerajaan Orion yaitu raja Tira juga jatuh hati kepadanya.
...***...
" Tidak ikut berkumpul disana anak muda? " tanya seorang Pria paruhbaya berjubah mewah dan membawa cawan emas. Ia berjalan menghampiri Leo.
" Siapa sangka kita bertemu disini, " lanjut pria itu.
" Senang bertemu dengan anda yang mulia raja Iris, " jawab Leo sembari menundukkan kepala beberapa saat.
Raja Iris tersenyum lalu duduk di samping Leo. " Bagaimana keadaan ayahmu? "
" Karena kutukan itu, kondisi ayah semakin hari semakin memburuk, "
" Hhhh... " raja Iris mendesah berat dengan melirik marquis Aiden yang sedang berbincang dengan bangsawan lain. " Aku pernah dua kali bertarung dengan ayahmu dan dia berhasil membuatku tak sadarkan diri selama 4 bulan, "
__ADS_1
" Aku pernah mendengar cerita itu dari ibundaku. Aku memang belum pernah melihat ayah bertarung tapi aku mendengar bahwa ayah pernah bertarung dengan anda sampai dua hari lamanya, "
" Dia adalah orang yang hebat. Kecerdikan dan kecepatanya benar-benar membuatku kualahan. Berbanggalah kau lahir sebagai anaknya, "
" Itulah yang kurasakan sekarang yang mulia. Tapi entah sampai kapan rasa bangga ini akan berubah menjadi duka mengingat hidup ayah yang terus terkikis, "
" Tujuan manusia hidup adalah untuk mati. Manusia lahir dengan tangis bahagianya dan mati dengan tangis dukanya. Tapi berbeda dengan para ksatria, mereka lahir dengan tangis bahagia tapi mati dengan senyuman bahagia juga. Bukankah kau pernah mendengar kata-kata yang mirip seperti yang kukatakan? "
" Ya, ayahku pernah mengatakan hal yang sama, "
" Dia juga yang mengatakan itu padaku. Yasudahlah aku mau berbincang dengan rajamu. Berbincang denganmu disini bisa membuat para bangsawan Gerelia curiga. Akan kunantikan kedatanganmu di istanaku putra Aiden, "
" Suatu saat jika ada waktu saya pasti akan menemui anda yang mulia, "
" Kutunggu kedatanganmu. Sampai jumpa. " raja Iris berdiri dan berjalan menuju singgasana lagi. Sedangkan Leo kembali ke krgiatan awalnya.
Tapi lama kelamaan dia mulai bosan karena tidak ada yang bisa dia ajak mengobrol. Kebanyakan para tamu hanya menyapa lalu pergi. Leo juga tidak bisa mendekati Thalia yang masih dikerumuni para bangsawan, lalu ayahnya dan Melina juga mengalami hal sama. Sementara Licia mendampingi sang kakek.
Karena sangat bosan dan gerah, Leo memutuskan keluar istana untuk mencari angin segar.
Baru beberapa menit menikmati gelombang angin sepoi di luar, Melina tiba-tiba datang dan menarik Leo atas perintah marquis Aiden.
Marga Leo yang belum bisa dirubah ke marga Valdius membuat banyak bangsawan Gerelia yang tidak mengenalnya. Karena itu, marquis Aiden mengenalkan Leonard kepada para bangsawan terkhusus pada raja-raja kerajaan Barat.
Mereka semua dibuat terkejut saat marquis Aiden dengan lantang memperkenalkan putranya.
Para bangsawan itu terkejut karena tidak menyangka sosok putra marquis Aiden yang dulu pernah menjadi gila kini justru berubah menjadi sosok pemuda gagah dan berwibawa.
__ADS_1
Setelah perkenalan itulah, mulai banyak bangsawan yang mendekati Leo dan mengajaknya bicara. Sepertinya marquis Aiden sangat peka pada suasana hati Leo saat ini yang seakan dianggap orang asing yang tidak diundang.
^^^To be continue. ^^^