
Selama 3 minggu penyelidikan kasus yang menimpa Clara terus berlanjut dan pasukan Yurei sudah mendapatkan beberapa petunjuk penting seperti penemuan markas pencuri yang di maksud Clara dan beberapa bangsawan kecil yang pernah menyewa Clara.
Leo bersama pasukan Yurei silih berganti melakukan penyelidikan dan mencoba mencari tahu sosok pelaku utama yang menjual Clara. Tapi sayang, belum ada satupun petunjuk baru yang di dapatkan. Mereka sempat mengintrogasi beberapa pencuri yang pernah menyetubuhi Clara dan para pencuri itu justru lagi-lagi dibunuh dengan anak panah oleh orang tak dikenal.
Mungkin bagi banyak orang apa yang dilakukan Leo terlalu berlebihan karena mereka bisa melapor ke pihak kerajaan. Tapi faktanya kerajaan tidak terlalu mempedulikanya ditambah suap menyuap dikalangan para pejabat dan petinggi militer membuat kepercayaan masyarakat terhadap kerajaan menurun.
Itu juga yang Leo pikirkan. Dia memilih bergerak sendiri daripada melaporkannya pada kerajaan karena sudah pasti laporan itu tidak akan pernah sampai ke raja jika tanpa uang.
...***...
Hari ini masih sama, Leo dan divisi 6 Yurei terus mencari informasi di akademi. Mereka menanyai beberapa pihak terutama beberapa kelompok yang pernah merundung Clara.
Siapa sangka salah satu kelompoknya adalah kelompok Fitheach. Berkali-kali Leo mengutus beberapa anggota Yurei untuk menanyakan kasus Clara pada mereka tapi kelompok itu terus berkilah dan selalu menghindar. Sempat hampir terjadi pertikaian antara anggota Yurei dan bebeberapa anggota Fitheach tapi untung saja Aron dapat melerainya dan menyuruh kelompoknya untuk mengacuhkan pertanyaan itu.
Leo juga sempat membujuk Thalia untuk menanyakan masalah ini tapi Thalia tidak bisa. Dia sudah berjanji pada Aron agar tidak ikut campur dalam masalah pribadi masing-masing. Thalia adalah seorang yang sangat setia pada janji karena itu susah bagi Leo membujuk sang kakak.
Begitu terstrukturnya penyembunyian kasus ini membuat Leo mencurugai dalang dibalik ini semua adalah orang yang terkenal dan dia menduga pelakunya dari kalangan bangsawan tingkat Count atau bahkan archduke. Jika memang benar pelakunya dari kalangan itu, jelas ini bisa menjadi kasus yang besar sekaligus bisa berpengaruh pada salah satu fraksi bangsawan yang mengincar tahta.
...***...
Hari-hari berikutnya mulai tidak ada perkembangan. Informasi yang didapat pun tidak bertambah lagi. Saat hampir menyerah dengan kasus ini, sepintas Leo terpikirkan sebuah cara yang sangat beresiko. Cara itu adalah dengan memancing guru yang di maksud Clara.
__ADS_1
Leo menyadari banyaknya tindak perundungan yang terjadi di akademi. Dia ingin memanfaatkan situasi itu untuk membuat sang guru muncul.
Leo pun menyebar pasukan Yurei ke seluruh penjuru akademi untuk mengawasi siswi-siswi yang sedang di rundung. Leo berpikir pasti pelaku itu akan muncul di tempat salah satu siswi yang terundung.
Pengawasan itu berlangsung selama 2 minggu dan saat Leo melakukan pengawasan ke salah satu siswi, tidak sengaja dia melihat siswi yang dia awasi membawa lencana emas.
Leo mencurigai siswi itu karena di daftar pemilik lencana emas tidak ada satupun nama dari siswi penerima beasiswa di daftar itu. Leo perlahan mengikutinya kemanapun dia pergi. Kecurigaan Leo semakin bertambah saat siswi itu masuk ke ruang guru di jam pulang. Dan seharusnya ruangan itu sudah sepi karena para guru juga sudah pulang.
Leo pun menggunakan sihir pelebur jiwa dan mencoba masuk ke ruang guru. Tapi, justru dikejutkan oleh pintu ruang guru yang tesegel dengan segel suci dan membuatnya tak bisa masuk. Dengan terpaksa Leo hanya bisa menunggu sampai siswi itu keluar.
Siapa sangka, pemuda itu harus menunggu hingga tengah malam saat akademi benar-benar sudah tidak ada orang. Tidak lama, siswi tadi keluar dari ruang guru. Siswi itu berjalan tidak seperti biasa ditambah ada noda darah di pahanya dan ada beberapa luka memar di lengannya.
Kali ini Leo sudah yakin jika pelaku ada di ruang guru. Benar saja beberapa saat setelah siswi tadi keluar, ada seorang guru yang juga keluar dari ruangan tersebut. Dan guru itu ciri-cirinya sama persis dengan yang dikatakan Clara.
Saat sudah dekat, Leo langsung melayangkan pukulan. Tak terduga guru itu tiba-tiba tubuhnya mencair kemudian menghilang.
Leo tidak menyerah, dia mengeluarkan sihir pendeteksi dan mendapati energi sihir kuat di lantai 1 akademi. Leo pun berlari dan menghampiri asal energi sihir itu. Baru saja turun ke lantai 1, tiba-tiba 4 anak panah melesat kearahnya tapi Leo yang memiliki reflek bagus berhasil menghindarinya walaupun dalam kegelapan. Dia kemudian membalas serangan itu dengan menebaskan sihir tebasan angin.
Serangan Leo berhasil mengenai tapi lagi-lagi tubuh guru itu mencair lalu menghilang. Kali ini Leo gagal mengejar dan memilih kembali ke asrama. Setidaknya malam ini dia sudah mendapatkan petunjuk baru.
Sekembalinya dari gedung akademi, Leo menceritakan semuanya pada pasukan Yurei lalu memerintahkan salah satu anggota Yurei untuk mengawasi siswi yang sebelumnya Leo pergoki di ruang guru.
__ADS_1
...***...
Keesokan hari saat Leo membuka pintu kamar, dia mendapati banyak sekali surat yang menumpuk di depan pintu. Semua surat itu Leo masukkan ke dalam kamar kemudian membukanya satu persatu.
Ternyata surat-surat itu berisi ancaman pembunuhan oleh orang tidak dikenal kepada Leo. Alih-alih takut dengan isi surat itu, justru Leo mendapatkan ide cemerlang.
Leo melihat semua bentuk tulisan di surat-surat itu sama. Dia pun berencana mencoba menyamakan bentuk tulisan di surat dengan bentuk tulisan para guru akademi. Leo kemudian membagikan surat-surat itu pada pasukan Yurei dan kelompok milik Clara dengan tujuan mereka ikut mencocokkan.
Misi pencocokan itu berlangsung selama 3 hari dan ditemukan bentuk tulisan beberapa guru yang hampir mirip dengan yang di surat. Segera Leo memerintahkan beberapa anggota Yurei untuk mengintai guru-guru yang dicurigai.
Tapi sayang sekali, pengintaian itu tak membuahkan hasil. Para anggota Yurei yang mendapat misi pengintaianpun berani mengatakan bahwa para guru yang dicurigai tidak ada sangkut pautnya dengan kasus yang menimpa Clara setelah mereka mengintai dan mencari tahu latar belakang para guru tersebut.
Pada akhirnya surat itu malah menjadi petunjuk misterius berikutnya yang tidak bisa dipecahkan.
Leo sendiri terpaksa menghentikan sementara penyelidikan kasus ini karena selama berminggu-minggu dia menyita waktu para anggota Yurei yang sedang sibuk-sibuknya belajar.
Walaupun begitu, Leo tetap berusaha menyelidiki seorang diri di sela pembelajaran akademi sedang berlangsung dan hasilnya sama saja dia juga tidak mendapatkan satu petunjuk tambahan lagi selain surat ancaman itu.
Tetapi ancaman pembunuhan itu bukanlah isapan jempol belaka. Leo sendiri hampir setiap malam melihat sosok guru itu ketika menengok keluar jendela. Setiap Leo mendatangi, sosok guru tersebut menghilang dan itu selalu terjadi hampir setiap malam.
Leo tidak takut dengan teror guru itu padanya tapi dia takut guru itu mengincar Thalia. Karena itu setiap malam Leo terpaksa begadang setidaknya sampai sosok itu hilang lagi.
__ADS_1
^^^To be continue.^^^