
Radit tidak fokus mendengar penjelasan guru didalam kelas, baru pertama kalinya Radit tidak mengikuti latihan merasakan sepi dan sangat bosan.
" Huff, sudah terlanjur jangan disesali, keluar dari kerjaan pun tidak mungkin. susah payah mencari pekerjaan, disaat dapat masa harus ditinggal kan begitu saja." Batin Radit, Radit bener bener tidak tenang selama belajar, fikirannya selalu ke lapangan basket terus.
Dilain sisi, Rudi sengaja minta tukeran tempat duduk supaya bisa Deket Deket dengan Sisca, alasannya mereka bersahabat membuat temen sebangku Sisca mau mengalah.
" Sayang, aku bahagia sekali akhirnya kita bisa sebangku juga." Bisik Rudi melihat Sisca
" Iyah sayang, aku juga bahagia sekali satu bangku bersama kamu, kita bisa lebih dekat kan." Ucap Sisca bahagia, karena tidak harus susah payah mengerjakan soal soal yang diberikan guru, Rudi pasti dengan senang hati akan membantu Sisca.
__ADS_1
Rudi dan Sisca kembali fokus mendengar penjelasan guru didepan kelas, Rudi melihat Sisca langsung senyum bahagia, karena bisa satu bangun dengan Sisca.
Dilain sisi, Radit merapihkan buku bukunya, dan Siap siap untuk makan siang di kantin bersama Sisca dan Rudi. Radit mulai merasa tidak nyaman bersahabatan bersama Rudi. karena waktu bersama Sisca lebih berkurang, apa lagi hubungannya dirahasiakan atas permintaan Sisca.
" Rasanya ingin sekali makan berdua saja bersama Sisca, tanpa harus ada Rudi terus menerus." Batin Radit merasa kesal tapi tidak mungkin melarang Rudi berteman dengan Sisca, karena mereka satu kelas.
Dilain sisi, Sisca mendengar obrolan temen temennya yang ikut ekskul basket, bahas Radit yang tiba tiba keluar dari olahraga basket, padahal sebentar lagi ada pertandingan basket antar sekolah.
" Iyah bener Sisca, yah sudah kita sekarang ketemu Radit dan tanya yang sebenarnya, sekalian kita makan bareng yah.' Ucap Rudi, Rudi penasaran dengan alasan Radit yang mendadak keluar begitu saja.
__ADS_1
Sisca dan Rudi memilih ketemu Radit langsung dari pada penasaran, dan bisa tahu alasan sebenarnya. Sisca sangat kagum melihat Radit saat bermain basket dari rasa kagum menjadi cinta membuat Sisca menerima perasaannya Radit untuknya.
Sisca mengajak Radit untuk makan siang bersama Rudi juga, Sisca yang bingung dan kesel dengan keputusan Radit langsung menduga keputusan Radit keluar karena sudah bekerja di supermarket.
" Iyah kan Radit, kamu keluar dari ekskul basket karena sudah bekerja di supermaket kan?" Tanya Sisca to the poin, terlihat Sisca bener bener kecewa dengan keputusan Radit yang mendadak
" Iyah Sisca, saya tidak bisa membagi waktu latihan dan bekerja, setelah pulang sekolah yah sudah terpaksa saya harus keluar dari eskul basket, menolak tawaran kerja itu tidak mungkin, karena mencari pekerjaan itu tidak mudah kan." Ucap Radit, Radit tahu kalo Sisca pasti kecewa dengan keputusan nya yang mendadak.
" Astaga Radit, ngapain juga sih kamu memaksa kan diri untuk bekerja? kamu kan masih sekolah nikmati saja dulu masa masa SMU dengan sekolah dan bermain, jangan memikirkan cari uang di usia yang masih muda. kalo sudah lulus sekolah baru deh berfikir untuk kerja atau kuliah. tapi kalo masih SMU nikmati saja dulu masa remaja kamu, walaupun tidak dengan berlebihan tapi punya banyak waktu bersama temen temen, apa lagi hari hari kamu dihabiskan di lapangan, apa tidak mubazir kamu tinggalkan begitu saja. apa lagi banyak temen temen berharap kamu bisa membantu menenangkan pertandingan basket nanti" Protes Rudi, Rudi bener bener tidak habis pikir dengan keputusannya Radit, latihan basket yang susah payah, harus berakhir dengan sia sia
__ADS_1
" Maaf kan saya temen temen, keputusan saya sudah bulat" Lanjut Radit, Radit juga ingin memanjakan Sisca dengan membelanjakan Sisca setiap kali jalan jalan, tidak sekedar nongkrong saja. Radit ingin membelikan barang yang diinginkan Sisca.
" Terserah kamu saja Radit, sebagai temen kita cuman bisa kasih saran saja." Lanjut Sisca kesel, karena Radit keluar dari eskul yang dikaguminya selama ini. kalo Radit keluar dari eskul basket, apa yang bisa dibanggakan dari seorang Radit yang hidupnya sangat sederhana, selama pacaran saja tidak pernah ke mall dan tidak pernah belanja sama sekali di mall.