
Radit mendengar curhatan Robi merasa kasihan karena Robi dipaksa oleh papi nya untuk bekerja, Walaupun Radit tidak tahu alasan kenapa Robi disuruh kerja tapi merasa tidak tega, melihat Robi bersusah payah.
" Apa, mau kerja ditempat yang sama? serius mau kapan? kita bisa belajar bersama Robi?" Tanya Radit bahagia sekaligus tidak tega, melihat Robi punya segalanya harus kerja yang sederhana.
" Setelah saya ketemu manajer supermarket, baru saya bisa kerja bareng kamu Radit. kita bisa belajar bersama disana." Ucap Robi, awalnya Robi ragu untuk kerja akhirnya Nerima karena dari pada tidak bisa jajan seperti biasanya.
" Alhamdulillah sekali, temen temen saya punya pengalaman kerja dari umur segini, kalian semangat saja yah kerjanya walaupun waktu main kita semakin berkurang karena kalian pulang kerja malam. jujur saya sedih sekali tidak bisa main seperti biasanya ke kalian." Ucap Sisca jujur, Sisca sedih sekali karena waktu pacarannya berkurang apa lagi bareng Robi.
" Maaf kan saya Sisca, mau bagaimana lagi dari pada hukuman tidak jelas ini terus berjalan.lenih baik nurut saja kan.' Lanjut Robi berusaha senyum bahagia, dari pada Sisca semakin sedih
Sisca tidak bisa berkata apa apa jika kedua pacarnya mau bekerja ditempat yang sama, Sisca cuman bisa ikutin apa yang Robi dan Radit ingin kan.
__ADS_1
Setelah makan siang Radit kembali ke kelasnya, sedangkan Robi berusaha menguatkan Sisca untuk bisa menerima keputusannya.
" Kita kan bisa ketemu di supermarket sayang, waktu libur kan masih ada sayang, bisa jalan jalan walaupun sehari saja." Ucap Robi pelan, Robi tidak menyangka keputusannya untuk bekerja membuat Sisca sedih karena tidak bisa jalan jalan bersama.
Sisca berusaha senyum menerima keinginan Robi, Sisca ngajak Robi ke kelas, baru pertama kalinya Robi makan siang dengan menu sederhana.
Dilain sisi, Radit merasa bahagia karena guru fisika tidak masuk kelas, membuat Radit ambil kesempatan untuk tidur didalam kelas.
Radit melihat kelasnya yang rame membuat Radit berusaha mengabaikan temen temennya, demi bisa istirahat didalam kelas.
Dilain sisi, Robi mencoba melukis Sisca, Robi ingin sekali membuat karya seni untuk Sisca simpan didalam kamar.
__ADS_1
" Sayang, kamu buat apa?" Tanya Sisca pelan, Sisca melihat kertas yang dipegang Robi
" Melukis kamu, supaya bisa kamu pajang didalam kamar kamu yah. semoga hasilnya mirip dan bagus." Ucap Robi, Robi kasih lihat hasilnya ke Sisca.
" Hasilnya bagus sayang, mirip sekali dengan aku. terimakasih sayang aku sangat suka hasil karya seni kamu ini, aku simpan didalam kamar yah." Lanjut Sisca melihat hasil gambar buatan Robi, Sisca senyum bahagia karena Robi banyak kemampuan yang bikin bangga.
" Kamu pajang didalam kamar yah sayang, di meja belajar kamu." Lanjut Robi sengaja minta di meja belajar, supaya sering Sisca lihat setiap harinya.
Sisca ngangguk setuju, Sisca masukin hasil gambarnya Robi kedalam bukunya supaya tidak lecek dan sobek. Sisca merasa bangga karena Robi banyak kemampuan yang bikin bangga.
Sisca diam diam kirim chat ke Radit, Sisca senyum bahagia karena Radit bikin puisi yang mampu membuat Sisca tersipu malu.
__ADS_1
" Astaga Radit, bagaimana bisa memutus kan hubungan kita, kalo kamu bisa bikin bahagia seperti ini." Batin Sisca senyum senyum sendiri, sambil baca chat yang dikirim oleh Radit.