Kecil Kecil Playgrils

Kecil Kecil Playgrils
Kalian mau pulang


__ADS_3

Sisca melihat Rudi dan Radit belajar di kursi membuat Sisca merasa tenang, entah apa yang dirasakan Sisca merasa bahagia melihatnya. Robi melihat jam di handphone nya sudah menandakan waktunya harus pulang. membuat Robi merapihkan buku sekolahnya.


" Kok dirapihkan sih bukunya? memangnya mau kemana? apa kalian mau pulang?" Tanya Sisca merasa sedih temen temennya mau pulang.


" Iyah Sisca, sudah lama kita harus pulang." Ucap Radit sejujurnya masih betah tungguin Sisca di rumah sakit.


" Besok kita kesini setelah pulang sekolah kok, jadi jangan sedih yah." Ucap Robi senyum semanis mungkin didepan Sisca.


" Janji yah, soalnya saya kan pasti ketinggalan banyak pelajaran kan temen temen, supaya kalian kasih tahu saya pelajaran apa saja yang ketinggalan." Lanjut Sisca merasa sudah lama tidak masuk sekolah.


" Sudah saya salin kok, kalo mau dibaca saja yah, tapi jangan terlalu dipaksa kan oke." Lanjut Robi sengaja, karena tahu Sisca pasti ingin sekali kejaar ketinggalan pelajarannya.

__ADS_1


" Terimakasih yah Robi sudah mau repot repot salin tulisannya, insya Allah saya baca kok. sebanyak apapun." Lanjut Sisca merasa bahagia melihat kebaikan yang diberikan Robi.


" Sama sama" Lanjut Robi merasa bahagia karena bisa bantuin Sisca, nyalin tulisannya Robi ke bukunya Sisca.


" Licik sekali dia, Soal pelajaran memang kalah saing, mereka kan satu kelas jelas Robi bisa bantuin Sisca" Batin Radit kesel, karena Robi bisa bisanya nyalin pelajaran untuk Sisca pelajarin.


" Yah sudah kamu istirahat yah Sisca, jangan lupa minum obat kamu dan jangan terlalu memaksa kan diri untuk belajar." Lanjut Radit tidak mau kalah memberikan perhatian untuk Sisca.


Robi melihat Radit cuman bisa geleng kepala, Robi langsung keluar kamar perawatan Sisca membiarkan Sisca istirahat yang cukup.


Selama di perjalanan pulang, Robi dan Radit membahas kalo mereka bersaing terang terangan memberikan perhatian untuk Sisca.

__ADS_1


" Oke deal, tapi harus jujur siapapun yang cinta nya di terima oleh Sisca, jangan disembunyikan lagi sudah cukup setahun di permainkan, jujur saya tidak bisa meninggal kan Sisca. tapi siapapun yang akhirnya di pilih Sisca yah harus di terima dengan ikhlas." Ucap Robi ngajak Radit saingan untuk menaklukan hati Sisca yang sekarang lagi hilang ingatan.


" Ide yang bagus, siapapun yang di pilih yah itu lah pemenangnya, jangan jadi duri. karena sudah cukup kamu dijadiin selingkuhan dan saya yang cinta nya di hianati oleh Sisca." Ucap Radit yang sama seperti Robi tidak bisa meninggalkan Sisca begitu saja, walaupun hatinya sakit tapi tidak mudah melupakan Sisca begitu saja.


" Oke setuju deh Radit,mulai besok kita saingan sehat untuk menaklukan hatinya Sisca, dengan begini tidak ada hati yang di permainkan lagi." Lanjut Robi yang setuju dengan rencana saingan terbuka seperti ini, supaya tidak ada yang disakiti dan merasa lega untuk Robi dan Radit.


Radit dan Robi salaman menandakan setuju dengan rencana saingan terbuka, setelah salaman membuat Radit dan Robi bawa kendaraan masing masing untuk pulang ke rumah masing masing


Dilain sisi, Emak nya Sisca bantuin Sisca merapihkan baju bajunya Sisca, supaya tidak terlalu berantakan, emak nya merasa bahagia karena anaknya sakit masih mau belajar dengan tekun.


" Alhamdulillah yah, walaupun kamu lagi sakit masih mau belajar." Ucap Emak nya Sisca merasa bangga melihat anaknya rajin belajar.

__ADS_1


" Iyah Mak, lumayan kan supaya tidak bosan juga selama di rumah sakit, dan bisa baca baca pelajaran yang sudah ketinggalan banyak." Ucap Sisca yang merasa bahagia karena ada kegiatan yang bisa di lakukan selama di rumah sakit, walaupun tidak ingat apapun tidak membuat Sisca malas belajar.


__ADS_2