
Robi dan Radit mendapatkan pelajaran yang sama, olahraga basket bertanding antar kelas,
Radit mantan anak basket merasa sedih dan rindu dengan kegiatan eskul yang
sudah setahun dijalaninnya ditinggal begitu saja. Demi menghabiskan waktu
bersama Sisca
“ Mantan kapten basket, kenapa sedih seperti itu?”Tanya temennya Radit yang satu organisasi bersama Radit
“ Saya sedih saja bro, waktu itu memutuskan untuk keluar dari basket, dan sekarang saat
olahraga seperti ini jadi rindu saja bro, saat latihan setiap hari dan pertandingan antar kelas, bahkan pertandingan antar sekolah” Ucap Radit berusaha tegar, tidak ingin kelihatan lemah dan menyesal akan keputusannya di
masa lalu
“ Penyesalan memang dibelakang bro, yah sekarang yang kita bisa lakukan yah ikhlas dan
melupakan masa lalu dan jangan larut dalam kesedih bro.” Lanjut temennya Radit yang
mengerti kesedihan yang dirasakan Raidt, apa lagi harus melepaskan jabatan
kapten basket tentu tidak lah mudah diambil, karena jabatan tertinggi dalam
organisasi basket itu didapat dengan usaha lebih keras dibandingkan anggota
lainnya.
__ADS_1
Robi yang dari tadi mendengar obrolan Radit dan temennya ikut sedih, karena Radit
melepaskan eskul basket karena Sisca dan sekarang Sisca amnesia dan Radit haru kehilangan pekerjaannya demi menjaga Sisca di rumah sakit.
“ Keputasan yang berat, apa lagi dulu Sisca memiliki dua pacar sekaligus harus bisa membagi
waktu, dulu Radit pasti merasakan waktu kebersamaan bareng Sisca kurang karena
harus dibagi bersama saya.” Batin Robi merasa tidak tega melihat Radit, yang
cintanya dihianati begitu saja oleh Sisca
Robi bergabung bersama temen temen sekelasnya yang lagi siap siap untuk ikut
olahraga basket, Robi tidak tega jika membahas olahraga basket ke Radit. Pasti Radit semakin sedih jika ditanya tentang basket.
Dilain sisi, Sisca membaca buku yang diberikan Robi untuk Sisca pelajari, Sisca mencoba
“ Saat Robi kesini, tinggal ditanya deh jawabannya bener atau salah.” Ucap Sisca yang mulai
focus mengerjakan LKS yang diberikan Robi kemarin.
Dilain sisi, Robi dan Radit merasa lega karena olahraga basket selesai juga, membuat Radit
dan Robi istirahat bersama setelah jam pelajaran selesai.
“ Sepi sekali yah, tidak ada Sisca di tengah tengah kita, saat makan seperti ini” Ucap
__ADS_1
Radit yang merasa kehilangan kebersamaan bareng Sisca, saat jam istirahat
seperti ini
“ Sama saya juga merasa kehilang Sisca, oh yah nanti siang kita makan di rumah sakit yah,
makan siang bersama Sisca, sambil belajar bareng” Ucap Robi yang sudah salin
pelaran tadi untuk Sisca pelajari, supaya Sisca tidak usah mensalin lagi
“ Ide yang bagus, kita memang selalu belajar bareng kan, jadi rindu juga yah, jadi tidak
sabar menanti Sisca sembuh dan bisa kembali ke sekolah” Lanjut Radit, yang
merasakan hal yang sama, rindu belajar bersama Sisca setelah pulang sekolah
Robi mengacung kan jenpolnya, dan melanjutkan sarapannya, Robi merasa bingung mau
memperjuangan cinta nya atau mengalah demi Radit seutuhnya bahagia bersama
Sisca, yang selama ini Robi merasa sebagai penghalang kebahagiaan Radit bersama
Sisca.
Dilain sisi, Sisca merapihkan buku sekolahnya yang sudah selesai dibaca dan selesai
dikerjakannya, dimasukin kedalam box yang diberikan oleh Radit kemarin.
__ADS_1
“ Lama sekali mereka kesini, jadi tidak sabar ingin secepatnya belajar bersama Robi
dan Radit disini” Ucap Sisca cemberut saat melihat jam didinding masih menunjukan pukul Sembilan pagi.