
Sisca sengaja pulang bersama Radit, Sisca ingin melampiaskan kekecewaannya secara langsung, kalo didepan Rudi tidak mungkin menunjukan rasa kecewanya.
" Jangan ngambek lagi dong sayang, maafkan aku yang sudah mengecewak kamu, tapi aku lakukan ini semua demi kamu kok, aku ingin memanjakan kamu bisa beli apapun yang kamu ingin kan sayang, maaf yah kalo marah nanti cantiknya hilang loh" Ucap Radit berusaha merayu Sisca
' Huh gombal, aku tetep kecewa dengan kamu, aku bahagia dengan niat kamu, tapi aku kecewa karena kamu seenaknya keluar dari basket. aku bangga dan kagum loh saat kamu lagi main basket." Ucap Sisca terus terang, Sisca peluk Radit merasa kasihan melihat Radit melepas kan olahraga favorit nya.
" Aku harus pulang sayang, siap siap kerja sayang, maaf tidak bisa lama lama disini." Lanjut Radit berusaha tegar karena sejujurnya Radit pun merasa sedih harus melepaskan hobinya begitu saja.
Sisca melepaskan pelukannya dan membiarkan Radit pulang dan siap siap untuk berangkat kerja. Sisca melihat Radit sudah pergi jauh, langsung telefon Robi untuk jemput Sisca ngajak jalan jalan setelah pulang sekolah.
" Sekarang waktunya bersenang senang, sudah selesai drama bersama Radit, kasihan juga dia mau punya tabungan harus mengorbankan olahraga nya begitu saja. tidak seperti Robi." Ucap Sisca dengan sombongnya, Sisca langsung masuk kedalam rumah karena tidak sabar ingin jalan jalan sambil belajar bareng Robi
__ADS_1
Dilain sisi, Robi siap siap pergi bersama Sisca sekalian bawa buku sekolah, mengerjakan tugas sekolah bersama.
" Buku sudah dan alat tulis sudah selesai dimasukan kedalam tas, waktunya jemput ayang bebeb untuk jalan jalan bareng.' Ucap Robi bahagia, karena tidak sabar ingin berduaan bersama Sisca.
Robi langsung ambil kunci mobil, dan jalan ke rumahnya Sisca, Robi jadi semangat belajar karena belajar bersama Sisca.
Dilain sisi, Radit mendengarkan penjelasan manajernya dengan seksama, Radit tidak ingin melakukan kesalahan sama sekali diawal bekerja.
" Baik pak, dimana pun posisi saya, insya Allah saya akan bekerja dengan baik pak." Ucap Radit penuh harapan, Radit ingin sekali membuat Sisca bangga. walaupun masih kecil tapi Radit bisa bekerja dengan baik.
Radit langsung jalan ke rak rak yang ada konsumennya, Radit berusaha menghafal barang barang sesuai rak yang ada di supermarket
__ADS_1
Dilain sisi, Sisca ngajak Robi jalan jalan naik motor, Sisca ingin menikmati jalan jalan pakai motor, walaupun panas panas tapi berdua bersama Robi sangat menyenangkan sekali.
" Pegangan yah sayang supaya tidak jatuh." Ucap Robi memberikan helm untuk Sisca
" Kamu juga, bawa motornya jangan ngebut yah sayang, biar kita aman selama dijalan." Ucap Sisca, Sisca memakai jaket dan sarung tangan supaya tidak hitam, dan memakai masker.
" Tenang sayang, aku tidak akan ngebut dan nyalip sayang, keamanan kamu tanggung jawab aku, jangan takut yah sayang." Lanjut Robi, Robi tidak ingin Sisca merasa takut dibonceng Robi
' Aku percaya kamu sayang' Lanjut Sisca, Sisca berusaha santai walaupun merasa gugup dibonceng Robi
Robi langsung naik ke motor duluan, baru disusul Sisca setelah Sisca duduk dengan nyaman Robi pelan pelan mengendarai motor dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Sisca peluk Robi, menikmati udara siang hari, walaupun Sisca sudah sering panas panasan tapi merasa bahagia karena bersama Robi.