
Robi berusaha fokus belajar sambil temani Sisca didalam kamar perawatannya ditemani oleh Radit yang belajar bersama.
" Kira kira siapa yang akan Sisca pertahan kan, dan apa kamu rela memaafkan Sisca yang sudah ketahuan tidak setia selama ini?" Tanya Robi yang tidak yakin dipertahan kan oleh Sisca, mengingat dirinya cuman sekedar selingkuhan bukan pacar utama
" Sepertinya kamu Robi, karena kamu mampu memanjakan Sisca dan mampu memberikan apapun yang Sisca Inginkan, karena terbukti kan Sisca selingkuh bersama kamu karena banyak kelebihan kamu yang tidak bisa saya berikan ke Sisca selama ini." Ucap Radit dengan pasrah, karena Radit selalu melihat wajahnya Sisca lebih bahagia setiap didekat Robi dari pada disampingnya.
" Kok pesimis seperti itu sih Radit, kita kan tidak tahu isi hatinya Sisca selama ini kan, lebih baik berfikir positif saja kan." Lanjut Robi, sedikit merasa bahagia karena Radit memilih mundur dari pada mempertahankan hatinya Sisca.
" Sadar diri saya, lebih baik mundur dari pada Sisca tertekan terus menerus, saya ikhlas kamu menjadi pacar seutuhnya Sisca, dari pada harus diam diam selingkuh seperti ini." Lanjut Radit yang ikhlas melepas kan Sisca demi kebahagiaan Sisca selama ini, dan karena Robi mampu memanjakan Sisca, walaupun hatinya Radit hancur tapi berusaha ikhlas untuk melepas kan cinta pertamanya
" Saya sendiri sih belum tahu, karena perempuan selingkuh itu tidak wajar dibanding kan laki laki selingkuh itu sudah terbiasa. kita tunggu sampai Sisca sadar dan sehat saja, kita bersikap biasa saja sampai Sisca bener bener sehat sepenuhnya, baru kita bahas masalah ini." Lanjut Robi, yang ingin membahas masalah ini didepan orangnya langsung
__ADS_1
" Oke deh, saya nurut saja." Lanjut Radit dengan pasrahnya, walaupun Radit tahu siapa yang akan dipilih oleh Sisca nanti. tapi tetep saja rasanya sangat sakit sekali, diselingkuhi bersama sahabat sendiri.
Robi dan Radit kembali sama sama diam, sibuk dengan pikiran masing masing membuat keduanya merasa sakit hati dipermainkan perasaannya oleh Sisca.
Dilain sisi, Kedua orang tuanya Sisca mencari kamar perawatan anaknya, Emak nya Sisca sedih sekali karena anaknya mengalami kecelakaan
" Sore mbak, apa ada pasien bernama Sisca pasien yang tenggelam?" Tanya Emak nya Sisca sedih
" Terimakasih mbak." Ucap bapak nya Sisca berusaha tenang, apa lagi dari tadi istrinya nangis terus mengkwatirkan kondisinya Sisca
Kedua orang tuanya Sisca langsung jalan ke kamar anggrek, dan mencari posisi anaknya dirawat. Emaknya Sisca akhirnya ketemu kamar yang dicari nya dan langsung masuk kedalam bersama suami tercinta.
__ADS_1
" Sisca, Sisca mana?" Tanya Emak nya Sisca panik dan kwartir.
" Tenang tante, Sisca itu sudah mendapatkan perawatan dari dokter." Ucap Radit dengan lirih, karena dari tadi Sisca tidak bangun bangun.
" Maaf kan kita Tante, karena tidak bisa menjaga Sisca Yaang akhirnya Sisca kepeleset didalam kolam dan kepalanya kebentur lagi.' Ucap Robi menyesal karena sudah ceroboh
" Namanya juga ke kecelakaan anak anak" Ucap Bapak nya Sisca langsung jalan ke tempat Sisca berbaring.
Emak nya Sisca semakin nangis melihat anaknya masih setia tidur, membuat Emak nya merasa takut kehilangan anak satu-satunya.
Robi dan Radit merasa bersalah karena keteledoran mereka, membuat Sisca seperti ini tapi mereka bersyukur karena dengan kecelakaan Sisca membuat mereka tahu jika selama ini Sisca tidak setia dalam menjalani hubungannya
__ADS_1