
Robi dan Radit langsung jalan ke kantin rumah sakit, beliin beberapa makan dan buah untuk Sisca.
" Sisca lupa kita berdua, itu artinya dia lupa akan hubungan saya ke dia dan hubungan kamu ke dia." Ucap Robi lemes, saat tahu jika Sisca amnesia.
" Ada rasa lega dan sedih juga yah, saat tahu Sisca melupakan kita karena penyakit. terus sekarang bagaimana apa kita kasih tahu siapa kita dan hubungan kita ke Sisca? atau biarin seperti ini?" Tanya Radit yang bingung mau mengakhiri hubungannya atau melanjutkan hubungannya bersama Sisca? padahal sekarang Sisca amnesia?
" Kita anggap saja hubungan kita sudah putus dari Sisca, jujur saya tidak bisa pisah dari Sisca tapi tidak mungkin hubungan ini berjalan dengan cinta segi tiga kan." Lanjut Robi, tidak bisa membayangkan jika Sisca dalam keadaan sehat, bagaimana nasip hubungannya.
" Kamu bener, kita tidak bisa dibagi seperti itu kan, nanti kita pikirkan bagaimana enaknya hubungan kita bersama Sisca, sekarang kita ke kamarnya Sisca saja kasihan dia baru sadar kita tinggal terlalu lama" Lanjut Robi, yang belum mau memikirkan nasip hubungannya.
Robi langsung jalan ke kamar perawatannya Sisca, karena sudah terlalu lama meninggal kan Sisca. di temani Radit disampingnya
__ADS_1
Dilain sisi, Kedua orang tuanya Sisca tampak sedih, saat Sisca tidak kenal dengan orang tuanya, emak nya Sisca melihat Radit dan Robi masuk kedalam dalam perawatannya Sisca.
" Sisca kenapa? kenapa tidak kenal kita berdua?" Tanya emak nya Sisca tampak sedih.
" Tenang Tante, kata dokter Sisca mengalami amnesia Tante." Ucap Robi tidak tega kasih tahu kondisinya Sisca.
" Akibat benturan di kolam renang yang akhirnya Sisca amnesia Tante." Ucap Radit melihat Sisca, yang sengaja diajak ngobrol ayah nya.
" Bisa Tante, asal terus meminum obat, saat nyeri dikepalanya langsung dikasih obat, jangan terlalu paksa Sisca ingat semuanya Tante." Lanjut Radit, tidak tega jika Sisca dipaksa ingat masa lalu justru membahayakan kondisinya.
" Seperti itu yah, terimakasih yah anak anak, kalian mau direpotkan seperti ini dan mau menjaga Sisca." Lanjut Emak nya Sisca, merasa bersyukur karena anaknya punya dua sahabat laki laki.
__ADS_1
" Sama sama Tante, kita bahagia sekali kok bisa membantu Sisca seperti ini." Lanjut Robi, bagi Robi selalu ada disampingnya Sisca jauh lebih baik
Emak nya Sisca melihat anaknya, merasa tidak tega melihat Sisca sakit seperti ini. Emak nya Sisca ngajak Robi dan Radit jalan ke tempat tidurnya Sisca dan melihat langsung kondisinya.
" Ini Emak kamu Sisca, istri bapak paling cantik, ini Robi dan ini Radit sahabat Deket kamu." Ucap Bapak nya Sisca, yang memperkenalkan emak dan sahabat sahabatnya.
" Hai Robi dan Radit, terimakasih kalian sudah ada disini, dan temani saya, walaupun saya tidak ingat siapa kalian tapi kalian temen yang baik menurut saya." Ucap Sisca senyum ramah melihat Radit dan Robi
" Sama sama Sisca, kita juga seneng kok bisa temani kamu disini, Alhamdulillah kamu sudah sadar membuat kita ikut bahagia melihatnya." Ucap Robi senyum ramah melihat Sisca, tatapan Sisca sama seperti awal Robi kenal Sisca masuk sekolah.
" Kalo butuh apapun jangan segan yah, minta tolong ke kita yah Sisca" Ucap Radit, Radit bahagia melihat senyumnya Sisca yang apa adanya, tidak tertuju ke Robi saja atau pun Radit.
__ADS_1
Sisca walaupun tidak ingat siapapun di ruangannya membuat Sisca merasa kenyamanan dan kebahagiaan dideket orang tua dan sahabat laki laki yang ada didalam kamar perawatannya Sisca.