
Radit dan Robi masuk ke ruang perawatannya Sisca, Robi melihat begitu paniknya Radit melihat kondisinya Sisca yang belum sadar kan diri.
" Sayang bangun sayang, maaf kan aku karena aku meninggalkan kamu di kolam renang tadi." Ucap Radit panik, Radit tidak ingat jika didalam ruangan ada Robi.
" Tadi kamu panggil Sisca apa? coba diulang lagi Radit?" Tanya Robi mengepalkan tangannya, karena mendengar ucapannya Radit barusan.
" Sayang? memangnya kenapa? selama ini saya dan Sisca pacaran sudah dari kelas satu?" Tanya Radit dengan santai, sudah waktunya orang lain tahu statusnya Radit dan Sisca bukan sekedar teman biasa.
" Apa sudah pacaran? kamu bercanda kan Radit? saya pacarnya Sisca, kita sudah jadian hampir setahun ini?" Tanya Robi tidak percaya akan kebenaran yang disampaikan Radit barusan.
__ADS_1
" Serius lah, ngapain saya bercanda. apa kamu pacarnya Sisca juga? apa selama ini kita dipermainkan oleh Sisca?" Tanya Radit tidak menyangka dengan kebenaran yang disampaikan langsung oleh Robi tadi.
" Apa alasannya Sisca menduakan cinta dan perhatian yang kita berikan untuk Sisca selama ini? saya baru tahu pantasan Sisca mau merahasiakan hubungan saya ke Sisca dan hubungan kamu ke Sisca. karena dia memiliki dua pacar sekaligus. dia jahat sekali?" Tanya Robi, yang baru sadar jika hubungannya dipermainkan oleh Sisca, dan selingkuhannya Sisca sahabat sendiri.
Radit dan Robi menatap Sisca dengan tatapan penuh amarah, Robi dan Radit merasa bersyukur dengan kondisi Sisca koma seperti ini membuat kenyataan terbukti, membuat Radit dan Robi merasa sedikit lega akhirnya tahu alasan Sisca merahasiakan hubungannya dari orang lain.
Dilain sisi, kedua orang tuanya Sisca yang tahu anaknya masuk ke rumah sakit, langsung siap siap untuk melihat kondisi anaknya di rumah sakit.
Hayo Mak ke rumah sakit sekarang, melihat kondisinya Sisca Mak." Ucap bapak nya Sisca, sudah siap jalan menuju rumah sakit, Bapak nya Sisca merasa bersyukur punya jaminan kesehatan membuat kedua orang tuanya Sisca tidak terlalu pusing memikirkan biaya pengobatan Sisca.
__ADS_1
Dilain sisi, Robi dan Radit sama sama diam, sambil menatap Sisca yang tidak sadar kan diri, Robi dan Radit sibuk dengan pikirannya masing masing.
" Apa yang harus dilakukan setelah Sisca sadar nanti?" Tanya Radit memecahkan kesunyian diantara mereka.
" Entah lah Radit, saya juga tidak tahu harus bagaimana bersikap didepan Sisca. saya memang kecewa dan kesel karena saya diselingkuhi oleh Sisca. saya dijadikan pacar keduanya Sisca." Ucap Robi dengan lirih.
" Apa Sisca selingkuh karena saya bukan orang kaya? apa karena saya tidak bisa turutin keinginan Sisca selama ini, dan Sisca terima cinta kamu karena kamu mampu turutin keinginan Sisca apapun itu barangnya?" Lanjut Radit, yang curiga Sisca tidak setia karena ekonominya Radit yang tidak seperti Robi.
" Entah lah Radit, kenapa Sisca bisa menerima cinta kamu?" Tanya Robi lirih, karena tidak menyangka sahabat sendiri adalah orang yang disakiti Sisca selama ini.
__ADS_1
" Sisca sih bilang, dia terima saya karena kagum melihat saya setiap main basket, bahkan saat saya memutuskan untuk tidak melanjutkan eskul basket, Sisca sampai nangis dan kecewa mendengar keputusan saya untuk keluar dari eskul basket." Lanjut Radit yang ingat saat Sisca nangis dalam pelukannya.
Robi yang mendengar ucapan Radit merasa tidak tega, karena Sisca menerima cinta nya Radit karena ikut eskul saja, bukan sepenuhnya karena menerima sikap baiknya Radit.