
Papi nya Robi melihat Robi masuk kedalam rumah, membuat papi nya Robi langsung berdiri menyambut kedatangan anak kesayangannya.
" Bagaimana rasanya kerja?" Tanya papi nya Robi senyum melihat wajah Robi yang terlihat pucat karena kelelahan.
" Sangat cape papi, sudah yah kerjanya Robi sudah tidak kuat papi, lagian kan setelah lulus kuliah Robi juga jadi pengganti papi di kantor kan, bukan kerja seperti sekarang kan? jadi apa hubungannya sih?" Tanya Robi heran karena papi nya paksa Robi harus kerja di bagian pergudangan.
" Memang tidak ada hubungannya sama sekali, tapi maksud kamu kerja di sana supaya kamu bisa merasakan bagaimana susahnya cari uang, supaya kamu tidak terlalu boros dan bisa hemat. kalo kamu tidak dibeginiin kamu tidak akan bisa hemat dan merasakan susahnya cari uang." Lanjut papi nya Robi berusaha tenang, tidak bisa diluluhka. begitu saja.
" Papi sudah tidak sayang dengan Robi, papi cuman ingin menyiksa Robi saja." Lanjut Robi kesal, Robi langsung jalan begitu saja ke kamarnya, meninggalkan papi nya di ruang tamu
Robi yang merasa lelah seharian kerja, harus emosi lagi karena ucapan papi nya yang dianggap seenaknya
*************&&&&&&***********&&&&&&&*****
__ADS_1
Pagi pagi Sisca sudah melihat kedua orang tuanya sibuk, siap siap untuk pergi kerja, membuat Sisca jalan ke dapur dan melihat apa yang bisa dimakan.
" Astaga, ini terus. lebih baik chat Robi deh sarapan bersama Robi saja." Ucap Sisca, Sisca malas makan dengan menu sederhana.
Sisca langsung chat Robi, sebelum Robi berangkat ke sekolah. karena Sisca ingin sarapan di restoran yang buka dua puluh empat jam.
Dilain sisi, Radit yang rindu dengan Sisca, punya niat untuk menjemput Sisca supaya berangkat sekolah bareng.
Radit menjalan kan motornya dengan kecepatan sedang, Radit tidak sabar ingin secepatnya ketemu Sisca dan berangkat sekolah bareng.
Dilain sisi, Sisca berusaha senyum bahagia, saat melihat Radit didepan gerbang rumahnya, membuat Sisca sedih karena sarapan pagi makan enak sirna sudah karena kehadiran Radit.
" Pagi sayang, berangkat bareng yuk, aku rindu sekali berangkat sekolah bersama kamu." Ucap Radit senyum ramah melihat Sisca
__ADS_1
" Pagi juga sayang, Iyah sayang hayo berangkat bareng,kamu sudah sarapan?" Tanya Sisca basa basi, Sisca sudah membayangkan menikmati makan burger, kentang goreng, dan spageti. bersama Robi di restoran yang buka dua puluh empat jam
" Belum sayang, aku ingin ajak kamu sarapan sayang, kamu mau sarapan pakai apa?' Tanya Radit sambil memberikan helm untuk Sisca pakai
" Ketoprak sayang" Lanjut Sisca asal, Sisca tidak mungkin bilang mau makan di restoran, yang pasti akan membebani Radit.
" Kebetulan sekali sayang, aku juga sudah lama tidak makan ketoprak bersama kamu. hayo naik motor dan kita cari ketoprak sebelum berangkat ke sekolah." Lanjut Radit memberikan helm untuk Sisca
Dengan berat hati, Sisca mau ikut Radit makan ketoprak, Sisca diam diam kirim chat Robi hari ini tidak jadi sarapan bersama.
Dilain sisi, Robi melihat handphone nya dan membaca chat dari Sisca, membuat Robi sedih dan lemes, karena tidak jadi makan bersama Sisca.
" Yah sudah deh ketemu di sekolah saja kalo begitu." Ucap Robi sedih, karena waktu bersama Sisca jauh lebih sedikit
__ADS_1