
Robi melanjutkan anterin Sisca ke rumahnya, Robi berusaha ngajak Sisca ngobrol santai, Robi melihat Sisca yang senyum bahagia diajak jalan bersama Robi.
" Sayang, aku pulang dulu yah, selamat istirahat sayang, besok aku jemput yah sayang." Ucap Robi, Robi jalan ke mobilnya
" Iyah sayang, kamu juga hati hati dijalan yah sayang" Ucap Sisca senyum ramah meliat Robi,
" Robi masuk kedalam mobilnya, dan perlahan meniggalkan rumahnya Sisca, Robi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, Sisca yang melihat Robi sudah jalan jauh, langsung masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Dilain sisi, Radit siap siap untuk pulang, Radit merasa bahagia, karena pertama kalinya bisa belajar bersama Sisca di supermarket walaupun tidak lama apa lagi ada Robi ditengah tengah Radit dan Sisca.
" Besok ajak Sisca kesini lagi ah, semoga Sisca mau belajar bareng lagi disini." Ucap Radit penuh harap, Radit merapihkan buku buku sekolahnya sebelum pulang ke rumah
Dilain sisi, Robi dibikin pusing karena papi nya memaksa Robi untuk kerja di supermarket punya asistennya, sedangkan mami nya merasa kasihan melihat Robi masa remajanya diganggu dengan keinginanan suaminya yang seenaknya.
" Papi mau uji anak ini mami, soalnya pacaran bersama Sisca membuat Robi bener bener boros sayang. supaya Robi tahu bagaimana caranya mengatur keuangan sendiri dari hasil sendiri, dan tahu bagaimana rasanya jika uang jerih payah selama sebulan, habis dalam waktu sebentar, supaya bisa hemat dan menghargai susahnya cari uang sayang dari usia semuda ini" Tegas papi nya Robi, tidak peduli dengan ucapan istrinya, karena Robi dimasa depan akan menjadi kepala keluarga, yang harus bisa mengatur keuangannya sebelum diberikan ke isrinya.
__ADS_1
" Kalo kamu tidak mau kerja, uang saku kamu papi potong setiap harinya, supaya kamu berfikir bagaimana cara mengatur keuangan kamu sendiri, untuk kebutuhan kamu dan membelikan apapun yang Sisca ingin kan, dari sini kita bisa lihat apa Sisca mencintai kamu dengan tulus, atau mencintai kamu karena harta yang papi berikan untuk kamu. kamu bisa berfikir untuk mempertahan kan hubungan kamu bersama Sisca atau meninggalkan Sisca karena perempuan yang lebih baik dari Sisca itu masih banyak." Penjelasan papi nya Robi terus terang, Papi nya tidak ingin anaknya semakin jauh dimanfaatin oleh Sisca.
" Papi itu kenapa sih selalu saja berfikir kalo Sisca memanfaatkan Robi terus menerus, bukannya wajar yah laki laki membelikan apapun yang diingin kan untuk pacarnya, lagian saku yang diberikan papi cukup banyak kan, tidak akan habis dalam sehari juga." Ucap Robi merasa heran melihat papi nya keras kepala
" Kita buktikan kewajaran kamu dengan kamu bekerja, atau mulai besok uang kamu papi potong supaya kamu tahu kalo ucapan papi selama ini tidak salah menilai Sisca itu perempuan matre." Tegas papi nya Robi semakin kesal dengan anaknya, yang sudah dibutakan karena cinta, tidak bisa membedakan batas kewajaran.
" Oke potong saja, Robi yakin kalo Sisca mencintai Robi bukan karena harta, tapi karena rasa nyaman dan kecocokan diantara kita." Tegas Robi percaya diri, Robi tidak percaya sama sekali dengan ucapan papi nya, yang selalu menghina Sisca cewek matre.
__ADS_1