
Sisca berusaha tidur walaupun kepalanya terasa sangat sakit sekali, bayangan masa lalu seolah olah melompat didalam ingatannya
" Saya terima cinta kamu Radit" Bayangan yang diingat Sisca
" Saya dengan senang hati terima cinta kamu Robi" Bayangan yang diingat Sisca.
" Maaf kan saya ajak kamu makan di tempat ini sayang" Bayangan yang diingat Sisca
" Yah sudah lah Radit sayang, yuk kita makan sambil belajar." Bayangan yang diingat Sisca
" Serius Robi sayang mau teratir apapun yang saya ingin kan di mall?" Bayangan yang diingat Sisca
Sisca menetes kan air mata, saat memori bayangan masa lalu seolah keluar begitu saja, untuk Sisca ingat dan kini Sisca menyesal sudah menduakan cinta nya Radit dan dengan tega membuat Robi jadi selingkuhannya demi bisa mewujudkan apapun yang Sisca ingin kan selama pacaran bersama Robi.
" Maaf kan saya Robi dan Radit, sudah tidak setia dan mempermain kan cinta kalian. kalian masih mau baik ke saya setelah saya selama ini tidak bisa setia dengan satu cinta." Ucap Sisca dengan lirih, Sisca menyesali selama ini sudah menduakan cinta nya Radit dan membiarkan orang sebaik Robi jadi selingkuhannya.
Emak nya Sisca yang mendengar anaknya nangais, langsung mendekati Sisca yang ternyata tidak bisa tidur.
" Kenapa nangis nak? apa yang kamu pikirkan?" Tanya emak nya Sisca lembut, emak nya Sisca melihat anaknya nangis sendirian merasa tidak tega
" Sisca ingat semuanya Mak, selama ini Sisca sudah jahat ke Radit, pacar pertama Sisca dengan teganya menduakan cinta nya Radit dan membiarkan orang sebaik Robi jadi pacar ke 2 Sisca demi bisa memanjakan Sisca dengan kelebihan yang dimilikinya. Sisca menyesal Mak jadi playgrils selama ini." Ucap Sisca semakin nangis, Sisca langsung peluk emak nya menyesali semua sikap seenaknya
" Alhamdulillah anak emak sudah sadar, memang apa yang Sisca lakukan selama ini salah, tapi emak bersyukur karena Sisca sudah sadar. besok Sisca ketemu Robi dan Radit harus putusin hubungan kamu ke mereka, secara langsung jangan mempertahan kan salah satunya, karena mereka sudah cukup di sakiti oleh kamu sayang " Lanjut Emak nya Sisca, yang tidak mau anaknya semakin dianggap cewek matre.
" Baik Mak, walaupun berat harus kehilangan cinta Robi dan Radit, tapi Sisca tidak ingin membuat salah satunya kecewa, Sisca mau berteman biasa dengan mereka jika Robi dan Radit mengijinkan nya." Lanjut Sisca berusaha ikhlas dan tegar melepaskan cinta dan perhatian keduanya
" Itu lebih baik sayang, jangan disesali yah, karena kasihan orang yang sudah di sakiti dan harus bertahan walaupun kamu pilih. sudah sekarang tidur supaya besok pas pulang ketemu Radit dan Robi tidak ngantuk." Lanjut emak nya Sisca bantuin anaknya rebahan
*********************&&&&&&&&*************
Pagi yang cerah, Robi tidak sabar menunggu pulang sekolah, ingin sekali bolos sekolah tapi sudah mendapatkan teguran dari papi nya membuat Robi tetep berangkat sekolah.
" Masih jam tujuh pagi, masih lama sekali sih jam satu siang." Protes Robi masuk kedalam mobil, Robi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Dilain sisi, Radit menyiapkan makanan untuk Sisca nanti, untungnya ibu nya Radit membuat kue membuat Radit membungkusnya untuk Sisca saat di rumah sakit nanti.
" Tidak sabar mau makan bersama Sisca, walaupun ada Robi tidak masalah lah, yang penting Sisca makan kue ini." Ucap Radit, memasukan kuenya kedalam kotak makan.
Radit langsung masukin kotak makan kedalam tasnya, dan siap siap berangkat ke sekolah
Dilain sisi, Emak nya Sisca masukin baju bajunya Sisca kedalam tas dan beberapa bukunya Sisca kedalam tas,
" Semuanya siap, tinggal tunggu dokter kasih hasil ronsen terakhir dan tunggu temen temen kamu kesini, baru kita pulang bersama." Ucap Emak nya Sisca simpan tas diatas sofa.
" Iyah Mak, Sisca sudah tidak sabar ingin secepatnya pulang, dan ketemu Robi dan Radit menyelesaikan semuanya dengan baik baik." Ucap Sisca walaupun sedih harus putus dari Radit dan Robi, tapi Sisca tidak bisa memilih salah satunya, karena sudah cukup Radit dan Robi di sakiti.
" Yah sudah sekarang kamu makan dulu yah, habis itu minum obat yah supaya semakin sehat yah nak." Lanjut Emak nya Sisca memberikan makanan dari rumah sakit untuk Sisca
" Iyah Mak" Lanjut Sisca langsung makan, walaupun makanan rumah sakit tidak terlalu enak, membuat Sisca berusaha menghabis kan supaya cepat minum obat dan kenyang
Dilain sisi, Robi salin pelajaran hari ini kedalam buku baru yang Robi siapkan, selama Sisca sakit Robi sengaja beli buku baru untuk pelajaran yang Sisca ketinggalan.
" Alhamdulillah beres deh, jadi Sisca tidak usah repot pinjem buku lagi, biarin deh repot demi ayang beb" Ucap Robi langsung merapihkan buku sekolahnya kedalam tasnya
" Saya sengaja tidak bawa motor, supaya satu mobil dengan kamu, dan bersama Sisca pastinya." Ucap Radit sengaja, Radit tidak ingin membiarka Robi lebih modus ke Sisca selama perjalanan pulang
" Yah sudah hayo kita ke rumah sakit, supaya Sisca juga cepat pulang dari rumah sakit." Ucap Robi berusaha santai
Robi dan Radit jalan bareng keluar dari kelas dan menuju parkiran mobil, Robi tidak masalah jika Radit nebeng untuk ke rumah sakit.
Mobilnya Robi akhirnya sampai di rumah sakit, membuat Robi dan Radit tidak sabar secepatnya ketemu Sisca dan pulang bareng. saat sampai di kamar perawatan Sisca, membuat Robi dan Radit sama sama senyum kearah Sisca
" Sudah siap untuk pulang?" Tanya Robi melihat Sisca yang terlihat lebih cantik
" Sudah siap pulang temen temen, terimakasih sudah jauh jauh ke sini." Ucap Sisca merasa sudah merepotkan Radit dan Robi, apa lagi keduanya baru pulang sekolah.
" Santai saja, hayo kita pulang supaya kamu bisa istirahat di kamar kamu." Ucap Radit, Radit pegang tasnya Sisca dan bantuin Sisca berdiri.
__ADS_1
" Alhamdulillah kata dokter, Sisca sudah sepenuhnya sehat dan hari ini bener bener boleh pulang." Ucap bapak nya Sisca tiba tiba masuk ke kamar perawatan Sisca.
" Alhamdulillah" Lanjut Sisca merasa bahagia, karena akhirnya bisa pulang
Sisca minta bapak nya untuk dorongin kursi rodanya Sisca, membuat Radit dan Robi pasrah membiarkan orang tuanya Sisca yang dorongin kursi rodanya Sisca.
Setengah jam kemudian, mobilnya Robi tiba di rumahnya Sisca, Radit langsung keluar dari mobil duluan dan membantu Sisca turun dari mobil.
" Modus sekali dia" Batin Robi melihat Radit langsung turun dan jalan ke belakang.
" Terimakasih Radit, oh yah ada yang mau saya sampai kan ke kalian berdua." Ucap Sisca yakin ini waktunya untuk memutuskan hubungannya bersama Radit dan Robi bersamaan.
" Mau bicara apa? memangnya?" Tanya Radit penasaran, karena tiba tiba Sisca mau bicara serius
" Yah sudah kalian bicara saja disini, bapak dan emak masuk kedalam rumah duluan." Ucap Bapak Sisca membiarkan anaknya ngobrol bersama Radit dan Robi
Sisca langsung menceritakan apa yang dirasakan dan diinginkan Sisca, walaupun berat sekali mengakui kesalahan, melepaskan perhatian dan cinta dari Radit dan Robi beerikan selama ini untuk Sisca.
" Dengan ini aku mau mengakhiri hubungan aku bersama Radit dan hubungan aku bersama Robi, maafkan aku sudah tidak setia dengan cinta yang ada. saat aku amnesia aku sadar kesalahan aku selama ini, sungguh egois menyakiti kalian. maaf kan aku temen temen." Ucap Sisca dengan lirih, Sisca berusaha ikhlas untuk melepaskan demi perasaan Radit dan Robi tidak merasa disakiti dan dikhianati
" Kamu yakin Sisca? mau kehilangan cinta kita? kita sudah sepakat akan saingan terang terangan, demi mendapatkan cinta kamu seutuhnya dan tidak akan jadi selingkuhan kamu lagi?" Tanya Robi meyakinkan Sisca akan keputusannya, Robi sendiri tidak bisa jauh dari Sisca karena begitu besar cinta yang dirasakan Robi untuk Sisca.
" Yang dikatakan Robi benar, kamu yakin dengan keputusan kamu? walaupun berat harus kita terima dan hargai. kita bisa jadi sahabat biasa memberikan perhatian tanpa ada rasa apapun?" Tanya Radit yang masih ingin berteman dengan Sisca
" Iyah saya yakin, akan keputusan saya ini, walaupun kalian saingin terbuka tetep saja ada hati yang terluka, baik lah saya masih mau berteman dengan kalian tanpa ada rasa cinta di antara kita yah." Lanjut Sisca senyum semanis mungkin, Walaupun berat tapi Sisca harus mengakhiri hubungannya bersama Radit dan Robi bersamaan, supaya tidak ada hati yang disakitin lagi
" Oke kita best friend forever, tanpa perasaan apapun, tanpa modus, dan tanpa baper sama sekali." Lanjut Robi lebih baik putus baik baik tetep bisa berteman dari pada tidak bisa jadi temen baik lagi antara Robi bersama Sisca dan Radit.
Sisca minta salaman tanda berdamai dan setuju putus baik baik tetep menjadi sahabatan bertiga tanpa ada hati yang disakitin lagi dan murni jadi sahabat sejati.
Robi dan Radit menghargai keputusannya Sisca, mungkin keputusan Sisca jauh lebih baik putus dari pada memperjuangan hati dan menyakiti orang lain, dengan ikhlas dan tegar Robi dan Radit mau berteman biasa tanpa ada rasa cinta untuk Sisca.
&&&&&&&&&&&&&TAMAT&&&&&&&& TAMAT
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir baca karya saya yang ini semuanya