
Dokter masuk kedalam kamar perawatan Sisca, langsung periksa kondisinya Sisca apa ada perkembangan atau tidaknya
" Alhamdulillah yah, kondisi kamu sudah membaik Sisca, apa masih sering sakit kepala?" Tanya dokter melihat Sisca
" Tidak dokter, saya tidak merasa sakit sama sekali, karena saya tidak memaksa mengingat apapun cuman berusaha cuek dan belajar saja." Ucap Sisca yang tidak ingin memaksa mengingat masa lalu, atau sebelum kecelakaan terjadi
" Betul dokter, yang saya lakukan, minta Sisca cukup belajar saja tidak memaksa mengingat apapun demi kesehatan Sisca sendiri." Ucap Emak nya Sisca merasa bersyukur karena anaknya, semenjak sakit seperti ini lebih banyak pendiam dan nurut apapun yang dibilangnya. tidak seperti dulu yang selalu melawan dan seenaknya.
" Alhamdulillah Bu, itu lebih baik Bu, demi kesehatan Sisca untuk tidak dipaksa mengingat apapun kegiatan Sisca." Lanjut Dokter merasa bersyukur karena pasiennya tidak mengeluh sakit sama sekali
__ADS_1
" Sisca mau berangkat sekolah dokter, bosan di rumah sakit terus, dan Sisca pasti sudah banyak ketinggalan pelajaran di sekolah." Lanjut Sisca yang sudah merasa bosan di rumah sakit terus.
" Sabar yah, kita tunggu dua atau tiga hari lagi, jika kondisi kamu seperti ini terus, kamu bisa cepat pulang ke rumah dan bisa kembali sekolah seperti dulu." Lanjut Dokter yang merasakan hal yang sama, menginginkan pasiennya cepat sembuh.
Sisca yang mendengar penjelasan dokter, merasa bahagia sekali dan tidak sabar ingin secepatnya berangkat ke sekolah.
Dilain sisi, Robi siap siap berangkat sekolah, Robi melihat papi nya masuk kedalam kamarnya membuat Robi menghentikan aktifitasnya.
" Seriusan papi, Alhamdulillah sekali akhirnya Sisca dapat kabar baik." Ucap Robi bahagia karena Sisca sebentar lagi sudah boleh pulang
__ADS_1
" Walaupun Sisca sudah boleh pulang, papi harap kamu jangan seperti dulu lagi yah, memanjakan Sisca berlebih rela membelanjakan Sisca dengan nominal yang fantastis. apa lagi sekarang Sisca amnesia, perlakukan Sisca seperti awal kalian berteman dan biar kan Sisca bersikap lebih alami , kita lihat Sisca yang sekarang sama seperti sebelum sakit atau bisa berubah karena kondisi yang baru." Lanjut papi nya Robi, berharap anaknya bisa mendapatkan pacar yang lebih baik lagi
" Iyah papi, Robi mengerti kok, oh yah terimakasih sudah membiayai pengobatan Sisca dari awal sakit sampai sekarang." Lanjut Robi merasa bahagia karena papi nya begitu peduli akan biaya pengobatan Sisca.
" Sama sama, karena Sisca kecelakaan di rumah kita, jadi sudah jadi kewajiban papi bertanggung jawab atas biaya pengobatan Sisca sampai selesai dirawat." Lanjut papi nya Robi, walaupun tidak suka sifatnya Sisca, tidak membuat orang tuanya Robi lepas dari tanggung jawabnya.
Dilain sisi, Orang tuanya Radit merasa lega dan bahagia karena anaknya, akhirnya mengalah tidak melanjutkan bekerja paruh waktu, walaupun mengurangi uang sakunya Radit.
" Dengan begini kan Radit bisa kembali fokus belajar, bermain dan istirahat lebih banyak lagi." Ucap Ayah nya Radit merasa lega, karena anaknya yang menyerah sendiri.
__ADS_1
" Bukannya kita tidak suka Radit ada penghasilan sendiri, tapi identiknya usia anak sekolah masih waktunya main dan main saja, beda jika sudah lulus sekolah, baru deh dipaksa keadaan harus bekerja atau melanjut pendidikannya" Ucap bunda nya Radit, yang kasih kebebasan untuk anaknya memilih.
" Iyah ayah dan bunda, Radit mengerti, terimakasih atas masukannya." Ucap Radit merasa lega, karena orang tuanya tidak marah mendengar keputusan Radit untuk berhenti kerja.