
Pertama kalinya Robi berangkat sekolah tanpa bareng Sisca, kedua orang tuanya Robi merasa tidak tega melihat anaknya sedih seperti ini karena Sisca masih koma sampai sekarang.
" Sudah Robi, jangan larut dalam kesedihan terus menerus, doakan yang terbaik untuk Sisca saja." Ucap papi nya Robi, tidak suka melihat anaknya sedih terus menerus.
" Bagaimana tidak sedih papi, karena kecerobohan Robi kondisi Sisca tidak akan seperti ini kan." Ucap Robi menyesal andai waktu bisa diputar kembali dan Sisca bisa ditolong, ini semua tidak akan terjadi.
" Sudah anak laki laki tidak boleh cengeng seperti ini, sedih boleh tapi harus bisa tegar. sudah sana sekolah dan siang kan kerja jadi tidak akan terlalu memikirkan kondisi Sisca terus" Tegas papi nya Robi yang tidak ingin anaknya larut dalam kesedihan seperti ini terus.
" Iyah papi dan mami, kalo begitu Robi berangkat ke sekolah dulu." Lanjut Robi yang tidak semangat berangkat sekolah
Robi jalan duluan keluar rumah, dan jalan ke sekolah walaupun perasaan berat tapi Robi tidak bisa melepas kan tanggung jawabnya sebagai pelajar
__ADS_1
Dilain sisi, Radit melihat fotonya Sisca yang ada di handphone nya, kejadian kemarin seperti mimpi buruk bagi Radit.
" Sayang, Pantas kamu merahasiakan hubungan kita selama ini, alasan bapak kamu galak, ternyata untuk disembunyikan dari Robi, tegangan kamu mendua kan aku sayang." Ucap Radit sedih dan tidak menyangka jika selama ini Sisca tidak pernah setia.
Radit dengan lemes dan sedih melanjut kan siap siap berangkat ke sekolah, Radit tidak semangat sekolah karena tidak ada Sisca dan malas ketemu Robi yang jadi benalu didalam hubungannya bersama Sisca
Dilain sisi, Robi merasa aneh karena pertama kalinya ke sekolah, tanpa Sisca dan tidak melihat Sisca disebalahnya.
Dilain sisi, Radit diam diam ijin sekolah, karena Radit ingin ke menjenguk Sisca di rumah sakit, walaupun hatinya hancur dikhianati tapi Radit tidak tega meninggal kan Sisca sendirian seperti ini.
" Pagi Tante, om berangkat kerja yah Tante" Ucap Radit ramah, saat masuk kamar perawatan Sisca, dan Radit sudah ganti baju sekolah nya.
__ADS_1
" Pagi juga Radit, Iyah tadi om berangkat kerjanya. Radit sendiri tidak sekolah?" Tanya emak nya Sisca, yang merasa heran karena ini masih pagi tapi Radit justru ada di rumah sakit.
" Saya sudah ijin Tante, saya ingin melihat kondisi Sisca secara langsung, soalnya kan nanti siang saya berangkat kerja." Lanjut Radit, yang rela tidak masuk sekolah demi menjaga Sisca hari ini.
" Terimakasih nak Radit, atas perhatiannya untuk Sisca yah, sebentar yah Tante titip Sisca yah soalnya mau beli makan dulu soalnya tadi Tante lupa titip om" Lanjut Emak nya Sisca yang merasa beruntung karena Sisca punya temen deket.
" Iyah Tante, pasti kok Radit menjaga Sisca Tante,jangan kwatir yah." Lanjut Radit yang langsung duduk disampingnya Sisca.
Emak nya Sisca langsung keluar dari kamar perawatannya Sisca, dan meninggal kan Radit yang menjaga Sisca sendirian.
' Pagi sayang, aku tidak masuk sekolah demi kesini, melihat kondisi kamu, dan menjaga kamu, terimakasih atas kondisi kamu sayang membuat aku dan Robi jadi tahu kalo cinta kita untuk kamu dipermainkan seperti ini." Ucap Radit menahan amarahnya, tapi Radit tidak tega, meninggal kan Sisca di rumah sakit seperti ini.
__ADS_1