
Robi merasa lega akhirnya bel sekolah berbunyi juga, membuat
Robi siap siap untuk pulang sekolah dan bisa jenguk Sisca di rumah sakit.
“ Rasanya bener bener bosan didalam kelas, tidak ada Sisca
ingin secepatnya ke rumah sakit deh” Ucap Robi, langsung mengendarai mobilnya,
dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit, Robi minta ijin ke manajernya untuk
hari ini tidak masuk kerja karena ingin menunggu Sisca di rumah sakit.
Robi melihat buah buahan dipinggir jalan membuat Robi
meminggirkan mobilnya,untuk membelikan beberapa buah untuk Sisca dan orang
tuanya yang pastinya lagi nungguin Sisca.
“ Permisi, saya ingin membeli buah jeruk sekilo dan buah mangga
sekilo juga.” Ucap Robi langsung mengeluarkan uang selembaran warna merah satu
lembar.
“ Baik de, tunggu sebentar” Ucap penjual buah langsung masukin buah buahan
kedalam plastic, membuat Robi dengan sabar menunggunya sampai selesai.
“ Terimakasih pak, ini uangnya.” Lanjut Robi, langsung ambil
plasti berisi buah Jeruk dan buah Mangga, membuat Robi masuk kembali ke dalam
mobil.
Robi melanjukan kembali mobilnya menuju rumah sakit, Robi
__ADS_1
ganti baju sebelum sampai di rumah sakit, karena merasa gerah pakai seragam
sekolah dari pagi.
Dilain sisi, Radit memperhatikan suster menggantikan
infusnya Sisca, Radit langsung duduk lagi disampingnya Sisca, sambil makan
siang, Radit sengaja minta ibu nya Sisca untuk hari ini banyak istirahat di
rumah.
“ Selamat makan siang sayang, aku beli nasi padang, favorit
kamu loh sayang, aku rindu sekali melihat kamu dengan manja minta disuapin aku
sayang” Ucap Radit sambil menikmati makanan yang sudah dibelinya.
Radit makan sambil melihat Sisca yang masih betah tidur
kamar rawat nya Sisca dibuka, membuka Radit melihat Robi yang datang membuat
Radit membuang wajahnya sebelum melihat Robi jalan kearahnya.
“ Kamu tidak sekolah Radit? Jam segini sudah di rumah sakit?”
Tanya Robi penasaran, merasa aneh, dan iri. Melihat bagaimana pedulinya Radit
ke Sisca.
“ Iyah Robi, saya memang ijin hari ini, supaya emak nya
Sisca bisa istirahat di rumah, dari pagi sampai jam segini kan lumayan.” Ucap
Radit cuek, Radit langsung buang wajahnya, karena mau bagaimana pun Robi
__ADS_1
saingannya Radit untuk mendapatkan hati dan perhatiannya Sisca sampai sekarang.
“ Pantesan saja kamu sudah ada disini, yah sudah saya
rapihkan buah buahan ini di meja” Lanjut Robi, Robi berusaha tidak marah dan
kesel, karena Radit duluan yang ada di rumah sakit, rela tidak masuk sekolah
demi nungguin Sisca sampai siang.
“ Kamu masuk kerja?” Tanya Radit melihat Robi yang sibuk
merapihkan buah
“ Saya sudah ijin tadi, jadi saya bisa tungguin Sisca hari
ini di rumah sakit, sepertinya saya akan keluar dari tempat kerja, supaya bisa
nungguin Sisca supaya emak nya bisa isirahat di rumahnya sampai bapak nya
pulang kerja.” Lanjut Robi, Robi ingin sekali memberikan perhatian lebih untuk
Sisca selama koma.
“ Enak sekali berhenti kerja, apa sebaiknya berhenti kerja
juga dengan begitu punya banyak waktu bersama Sisca” Batin Radit yang ingin
berhenti kerja juga, walaupun Radit sadar jika berhenti kerja membuat Radit
kehilangan tambahan tabungannya, membuat Radit bener bener dilemma antara bertahan
kerja atau justru berhenti demi bisa menjaga Sisca selama sakit.
" Yah tidak bisa satu kerjaan lagi deh bersama kamu Robi, padahal seru punya temen seperti kamu ditempat kerja yang sama" Lanjut Radit yang merasa kehilangan jika Robi beneran berhenti kerja.
__ADS_1
" Ya sama sih Radit, tapi saya juga bingung sih mau berhenti kerja atau tidak." Lanjut Robi masih bingung, tapi Robi masih ingin menjaga Sisca selama sakit seperti ini