
Sisca melihat Robi dan Radit sama sama diam setelah manajer supermaket pergi, membuat Sisca sedih melihat dua orang yang dicintainya saling diam dan cuekin Sisca.
" Astaga pada ngambek seperti ini, diem terus apa mereka memikirkan yang dibilang manajer supermaket tadi yah?" Batin Sisca penuh tanda tanya
" Kalian berdua kenapa diam seperti ini?" Tanya Sisca penasaran dan kesal
" Tidak ada apa apa kok Sisca, kalian ada tugas sekolah?" Tanya Radit, Radit tidak tega mendiam kan Sisca terlalu lama
" Ada Radit bahasa Inggeris, kamu sendiriada tugas apa besok?" Tanya Robi,merasa bersyukur karena fasih berbahasa Inggeris maupun tulisan bahasa inggeris Robi sudah lancar
" Tugas Kimia sih, dikiran kalian juga dapet tugas Kimia juga" Lanjut Radit langsung sedih karena tidak bisa belajar bareng untuk besok
" Tapi kita juga besok belajar Kimia juga sih, boleh juga kita lihat tugas kamu dan kita pelarin bersama" Lanjut Sisca, Sisca tahu kalo Radit pandai dipelajaran Kimia, mmbuat Sisca tidak ingin kehilangan kesempatan bisa belajar bersama Raidt
__ADS_1
" Oke Sisca" Lanjut Radit merasa bahagia karena bisa belajar bersama Sisca
Robi melihat Sisca belajar bersama Radit entah kenapa hatinya sangat sakit bahkan cemburu, walaupun Robi sadar bertiga adalah sahabat tapi entah kenapa perasaannya sungguh perih sekali. Robi langsung fokus kerjain tugasnya dari pada perasaannya semakin sakit.
" Robi ke ruangan om sekarang bisa?" Tanya Asisten ayah nya Robi, yang ingin Robi ke ruangannya
" Boleh om, oh yah Sisca saya tinggal sebentar yah saya mau keruangan manajer supermaket dulu" Lanjut Robi melihat Sisca yang fokus belajar
Robi dengan perasaan berat, meninggalkan Sisca bersama Radit. Raidt yang melihat Robi pergi langsung menatap Sisca, dengan tatapan yang tidak biasa.
" Ada apa sayang?" Tanya Sisca heran melihat Radit melihat dirinya dengan tatapan sinis
" Apa maksud manajer tadi, yang bilang kamu pacaran dengan Robi?" Tanya Radit yang tidak bisa menyembunyikan perasaan cembruunya
__ADS_1
" Ya ampun sayang, aku kan bersahabatan bersama kalian, kalo oang melihat aku berduaan bersama kamu aku dianggap pacar kamu, begitu juga dengan Robi saat aku berduaan bersama Robi dianggap pacarnya Robi, sudah biasa sayang bersahabatan dengan laki laki pasti dianggap jadian padahal kan tidak sayang, apa kamu cemburu sayang?" Tanya Sisca berusaha meyakin kan Radit kalo dirinya tidak ada hubungan apapun bersama Robi
" Iyah sayang, aku cemburu, apa aku kasih tahu banyak orang kalo kamu pacar aku, walaupun kita bersahabatan bersama Robi tapi kita berdua ada hubungan spesial sayang, aku tidak ingin merasa seperti ini terus sayang" Lanjut Radit sangat berharap Sisca mau membuka statusnya bersama Radit.
" Astaga, bagaimana ini apa sebaiknya aku tinggalkan Radit saja yah lebih memilih Robi segalanya, dari pada bertahan dengan Radit tidak akan seperti Robi yang selalu mampu memanjakannya." Batin Sisca yang rela kehilangan Radit dari pada kehilangan Robi.
Dilain sisi, Robi sangat kesal karena papi nya minta Radit untuk kerjain pekerjaan Asisten papi nya, Robi belum siap masa sekolah dihabiskan untuk bekerja, walaupun Robi ingin sekali merasakan kerja sambil sekolah seperti Radit
" Ah om sih, ngapain sih bilang sama papi kalo saya ada di sini,Robi jadi diminta kerja paruh aktu deh" Protes Robi kesel, karena mendadak sekali papi nya minta Robi untuk bekerja
" Tidak masalah kan seharusnya Robi, kamu kerja disini bersama Radit kan sahabatan dengan kamu kan, tidak ada salahnya kerja sekalian belajar bareng kan?" Tanya Asisten papi nya Robi
" Yah sudah nanti saya kasih tahu om kalo Robi siap untuk bekerja disini." Lanjut Robi terpaksa, dari pada langsung diadukan ke papinya
__ADS_1