Kehidupan Dewi

Kehidupan Dewi
12. 7 Bulanan (2)


__ADS_3

Setelah beberapa jam di perjalanan,


akhir nya mereka berdua tiba di kediaman orang tua Dewi, semua menyambut kedatangan sepasang suami istri ini,


namun ada juga yang acuh dan tidak mempedulikan kedatangan mereka,


Devi yang di saat itu baru kembali dari tempat kerja nya, langsung pergi lagi,a ia melihat Bima dan Dewi di rumah nya, ia pun menelpon ayah nya untuk bertanya, apa yang di lakukan Dewi dan Bima datang ke rumah nya.


Ayah pun memberi tahu Devi, bahwa Dewi akan tinggal sementara untuk acara tujuh bulanan nya, dan akan pupang pasca lahiran nya, Devi di saat bersamaan berkata


, ' Kok gx ad yang kasi tau aku sebelum nya ',


(Sambil mengerut kan alis dan mengepal erat tangan nya).


Ayah tidak berkata lagi dan tidak memperduli kan pertanyaan Devi yang selanjut nya,


ia mematikan telpon dari Devi, dan fokus untuk membantu Bima menyiap kan acara tujuh bulanan Dewi,


Devi yang merasa kesal pun memutus kan pergi meninggal kan rumah, ia segera memesan taxi untuk brangkat keluar kota, karena ia enggan tinggal di satu rumah dengan Dewi.


Setelah memesan taxi ia pulang ke rumah untuk mengepak baju nya, tidak ad yang bertanya kenapa ia mengepak baju nya, semua fokus dengan persiapan tujuh bulanan Dewi,

__ADS_1


di saat bersamaan Dewi yang hendak ke sapur untuk membantu ibu memasak, malihat Devi yang telah bersiap sambil memegang koper nya, ia pun bertanya pada Devi.


Dewi :" Mau ke mana kamu, kenapa kamu membawa koper mu?


Devi :" Jangan ikut campur, urus urusan mu sendiri, gx usah sok baik.


Dewi di saat itu sangat tidak mengerti, mengapa Devi sangat membenci nya, ia tidak pernah menyakiti Devi, namun Devi sedari kecil hingga besar selalu tidak menyukai nya.


Tidak lama kemudian taxi yang di pesan Devi pun datang, ia memberi tahu ke pada ibu nya, ia akan bekerja di malaysia, bos di tempat ia bekerja, meminta ia untuk membantu karyawan dari indonesia yang lebih dulu berada di sana,


ibu tidak tahu bahwa sesungguh nya Devi sudah berhenti dari pekerjaan lama nya.


Devi sebelum pergi tidak memikirkan hasil dari tindakan nya,


setelah beberapa jam ia sampai d pemberhentian nya, ia langsung merasa bingung,


ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia melihat seseorang duduk sendiri di seberang jalan,


ia pun datang menghampiri pria itu, ia bertanya mengenai penginapan murah di daerah tersebut, pria tersebut langsung mengantar kan Devi ke tempat kos yang ia tinggali, karena kos'an itu adalah kos'an yang paling murah, setelah mengantar kan Devi ke pada ibu kos, mereka pun saling berkenalan, Devi tidak menyangka bahwa pria tersebut adalah seorang wanita, ia mengira orang yamg baru ia kenal itu adalah seorang pria, karena prilaku dan penampilan nya sangat mirip dengan seorang pria.


Eza adalah nama seseorang yang baru Devi kenal, tidak butuh waktu lama mereka pun saling akrab satu sama lain, Devi yang memiliki sifat mudah percaya, menjadi akrab dengan ezza, tanpa ia sadari ezza adalah awal dari kerusakan hidup nya.

__ADS_1


Ezza mulai mendekat ti Devi, Devi yang selama ini tidak pernah mendapat perhatian tulus, menjadi tersentuh dengan prilaku Ezza, ia tetap menganggap Ezza sebagai seorang pria, walau pun Devi dari tahu bahwa Ezza adalah seorang wanita.


Hanya butuh waktu singkat untuk Devi menyukai Ezza, Devi tidak menghirau kan yang lain selain Ezza, mereka menjadi sepasang kekasih, tidak lama dari itu, Orang tua Devi dan Ezza pun tahu, mereka sangat menentang Devi dan Ezza, namun mereka berdua tidak menghirau kan kata orang tua mereka.


Satu minggu pun berlalu, acara tujuh bulanan pun segera di laksana kan, acara yang menggunakan ornamen yang bertema adat jawa, membuat yang hadir merasa kan unsur tradisional nya.


Disaat bersamaan Devi yang semakin hari semakin terbuai dengan Ezza, membuat nya lupa diri dan membuat ia rela melakukan apa pun bersama Ezza.


Ezza memiliki pekerjaan sebagai bandar narkoba, Devi yang mengetahui ini ikut melakukan perdagangan narkoba juga, mereka menghasil kan banyak uang, Devi yang memiliki kehidupan yang boros, semakin berusaha membantu Ezza untuk mencari pelanggan tetap.


Sebulan berlalu Devi mulai memutus kan hubungan nya dengan keluarga nya, ia tidak perduli dengan peringatan orang tua nya, ia tetap berdiri dengan keputusan nya,


Devi berkata kepada orang tua nya ' Ezza baik sama aku, aku suka sama dia, dia selalu menjaga aku '.


mendengar perkataan Devi, ayah nya murka dan memutus kan untuk tidak menganggap Devi sebagai anak lagi, ia malu dengan perilaku Devi, Devi selalu memposting voto nya bersama Ezza di sosmed nya, sehingga membuat semua tetangga dan teman nya menjadi tahu, bahwa ia berhubungan dengan seorang wanita.


Ibu yang semakin hawatir dengan prilaku Devi, memutus kan untuk memgizin kan Devi tetap di malaysia, namun tidak boleh memutus kan komunikasi dan harus bisa menjaga diri, orang tua Devi tidak memgetahui pekerjaan yang di lakukan Devi dan Ezza.


Hingga tiba di mana saat itu Devi sulit di hubungi, Ibu nya semakin cemas dengan keadaan Devi, namun si saat yang bersamaan, ibu pun merasa bingung ia tidak mengetahui teman-teman Devi yang berada di malaisia, ibu hanya bisa terus mencoba menghubungi nomor handphone Devi.


Namun tidak pernah terjawab, kegelisahan ibu semakin menjadi-jadi, karena putus kontak dengan Devi secara tiba-tiba, ibu pun memutus kan memberi tahu ayah, ayah yang merasa resah dan gelisah karena perkataan nya waktu itu mungkin membuat Devi tersakiti.

__ADS_1


Ayah pun memutus kan mencari Devi di negri jiran itu, namun usaha ayah tidak membuah kan hasil, keberadaan Devi tidak dapat di temu kan.


__ADS_2