
14 Januari 2020.
Dewi genap berusia 20 tahun, di tanggal itu juga Dewi sudah berada jauh dari rumahnya, di ulang tahun yang dulunya selalu bersama keluarga, tapi kini Dewi hanya sendiri, di kota orang, semenjak hari itu ia pergi, ia memutuskan semua kontak dengan keluarganya, ia bekerja di sebuah warung kopi, membantu sepasang kakek dan nenek, ia tidak pernah menceritakan cerita hidup nya kepada sepasang lansia itu, sepasang lansia tersebut hanya kasian, melihat seorang wanita muda yang cacat, dan sulit mencari kerja, semenjak di usir keluarganya, Dewi mulai memikirkan sikap nya.
Dewi :" Apa aku salah, selama ini! apa ini hukuman karna sikap ku, apa aku harus merubah sikap buruk ku, apa yang akan kakek nenek ini fikirkan, jika mereka tahu sikap dan prilaku ku.
Setelah berfikir lama, Dewi pun menceritakan semua perbuatan nya kepada sepasang lansia itu, sepasang lansia terdiam cukup lama, Dewi menunduk ia fikir lansia tersebut pasti akan mengusir nya, tapi tak lama dari itu, lansia tersebut pun mulai berbicara kepada Dewi.
Lansia :" ***, sikap dan peilaku mu memang salah, tapi kamu hanya manusia biasa yang luput dari dosa, kami tidak mungkin mengusir mu seperti orang tuamu, dan 1 pesan kami, berubah lah nak, orang tuamu hanya marah sesaat waktu itu, ia tidak mungkin serius memutus kan tali anak.
Semenjak hari itu, Dewi mulai merubah sedikit", ia mulai merubah penampilan nya.
__ADS_1
Dewi pun merubah sikap nya, kini ia menjadi wanita yang lembut seprti dahulu lagi, ia pun mulai menekuni ilmu agama, kini ia kembali kuliah, walau dulu nilai Dewi jelek karena jarang hadir, tapi pada dasar nya Dewi adalah anak yang pintar, dengan kembalinya ketekunan belajar nya, ia pun di terima menjadi guru les di dekat kampus nya yang baru, semangat kuat yang kini ia miliki tertuju hanya untuk membuat orang tua nya bangga, ia bertekad akan pulang setelah ia lulus dan memiliki pekerjaan yang tetap, kedua lansia yang melihat keteguhan Dewi, menjadi senang dan bangga.
Beberapa tahun kudian Dewi pun lulus kuliah nya, ia mendapat gelar, Mahasiswa Lulusan Terbaik (SOS). (S1).
Lansia :" Selamat ya Dewi, cucu nenek ini pinter sekali.
Setelah selesai acara kelulusan, besoknya Dewi pun mulai mempersiapkan lamaran" kerja, walau ia sarjana, namun banyak yang menolak nya karena ia cacat.
ia pun memutus kan terus mengajat di tempat les sebagai batu loncatat awal.
__ADS_1
Beberapa tahun berlalu, Dewi tetap hanya menjadi guru les, hingga tiba suatu saat ia di beri kesempatan dari teman lesnya yang bernama Eka.
Eka :" Dewi, mau tidak gantiin saya jadi guru magang, di sekolah itu??
Dewi :" Emang boleh ya, kamu kan tahu tangan saya cacat.
Eka :" Gx masalah itu, saya uda bipang pada kepala sekolah nya, saya kan ud hamil besar jadi gx mungkin mengajar lagi.
Setelah memikir kan nya, Dewi pun menyetujui permintaam Eka, ia pun mulai mengajar menjadi guru magang di SMA itu,
karena wajahnya yang cantik, murid SMA tersebut tidak menhirau kan cacat nya, jadi ia tidak perlu takut akan di bully murid nya.
__ADS_1
Karena kesabaran nya dalam mengajar, banyak siswa siawi yang menyukainya, dan mengiginkan nya menjadi wali kelas.