
Devi melihat Dewi memberi uang pada pacarnya, disaat itu juga Devi pun langsung bergegas pulang kerumah, ia takut pada ayah nya, karena itu Devi hanya memberi tahu ibunya.
Devi :" Ibu, aku melihat Dewi memberi uang pada pacarnya.
Ibu :" Mana mungkin, Dewi kan gx punya banyak uang.
Devi :" Dewi telah berbong, ia membohongi ayah tentang uang pendaftaran nya.
Setelah percakapan Devi dan Ibunya selesai, seketika itu pun Dewi baru kembali dari tempat Eko, ibu yang begitu penasaran dengan kebenaran yang dibicarakan Devi, ibu pun langsung bertanya pada Dewi.
Ibu :" Dewi, jujur sama ibu, apa kamu berbohong tentang uang pendaftran mu??
Dewi :" Apasih, orang baru pulang kok, ditanya yg aneh", kalau gx percaya sama aku, aku gx usah kuliah aja.
Dengan pertanyaan dari Ibunya, Dewi pun menjadi marah, ia benci karena ibunya tahu ia berbohong, ia pun semakin membenci Devi,
__ADS_1
Dewi kini menjadi arogan, sikap dan prilakunya semakin buruk, ia tidak lagi perduli akan nasehat orang tuanya,
kini lewat dua tahun Dewi dan Eko berpacaran, suatu malam turun hujan, Eki menelvon Dewi, Eko ingin putus dari Dewi, namun Dewi tidak ingin dikalau harus putus, karena Dewi merasa ia telah banyak berkorban, ia terus memberi apapun yang Eko minta.
Setelah mengatakan putus, Eko pun mematikan haenpone nya, Dewi yang merasa tidak terima dan sangat marah, langsung bergegas membawa motor ny, ia tidak peduli akan hujan yang semakin deras,
Hingga kecelakaan pun terjadi, Dewi yang terjatuh karena menabar pengendara lain pun terpental hingga ketengah, Dewi tidak mengalami banyak luka serius, namun satu yang membuat nya menangis d tempat kejadian, ia merasakan tangan kiri nya tidak dapat ia gerakkan,
Setelah malam berlalu Dewi terbangun di sebuah rumah sakit swasta, ia pun melihat lengan kiri nya menjadi buntung,
Dewi :" Aku benci dia, aku benci semua, semua hanya ingin membuat aku menderita.
Sebulan berlalu, insiden tersebut malah membuat sifat Dewi semakin buruk, ia berhenti kuliah, dan mulai berteman dengan sembarang orang, hingga tiba dimana ia melihat teman nya yang bernama rio sedang membuat tato,
ia pun merasa ingin.
__ADS_1
Dewi :" Buatin aku juga donk.
Rio :" Yakin kamu mau??
Dewi :" Mau buatin apa gx??
Rio :" Oke, mau dimana??
Dewi :" Dilengan, am dada, dan bahu.
Setelah selesai membuat tato, Dewi pun pulang, ia bergegas kekamar nya agar tidak terlihat seseorang, hingga sampai besok siang nya, ia lupa kalau ia bertato, ia berjalan d dalam rumah menggunakan baju yang tidak berlengan.
Devi pun melihat tatonya, Devi melaporkan pada ibu nya disaat bersamaan ayahnya juga baru pulang, ayah yang memdengar langsung menarik Dewi,
Ayah :" Anak kurang ajar, kuliah berhenti di tengah jalan, sekarang bertato, mau jadi apa kamu, sifat siapa yang kamu miliki, anak ku tidak ada yang seperti kamu, pergi dari sini.
__ADS_1
Setelah pertengkaran, Dewi pun pergi, ia tidak memikirkan apapun selain pergi dari rumah, esok harinya ia sampai di sebuah kota, ia sudah tidak memiliki uang lagi, uang selama ini ia dapat dari membohongi ayahnya saat kuliah dulu, telah habis tak bersisa,