
Hari sudah berganti, Dewi masih merasa smua ini hanya mimpi, namun ia tidak menyangka ternyata mimpi nya bisa menjadi nyata, tertidur di kamar yang sama dengan seseorang yang berjanji menjaga nya di saat dalam keadaan apa pun.
Dewi :" Suami ku, kau lah cahaya jalan ku kini, tuntun aku ya di hari yang baru ini, jangan pernah melepas kan tangan ku, ( Sambil mengecup kening suami nya ).
Bima yang mendengar perketaan istri nya, terbangun dan memeluk dekap istri nya sambil berkata , ' Aku akan selalu menuntun mu, jangan cemas akan apa pun lagi, Ok, ( Sambil mengecup kening istri nya ).
Setelah bangun mereka bergegas bersiap-siap untuk sarapan, dan pulang ke rumah, di saat bersamaan Devi yang masih terkunci di kamar membuat Dewi bertanya kepada ayah nya.
Dewi :" mengapa pintu kamar Devi terkunci terus ayah, dan mengapa ia tidak hadir di pernikahan ku??
__ADS_1
Karena pertanyaan dari Dewi, ayah nya pun memceritakan apa yang terjadi, ia sengaja mengunci Devi di kamar, hingga sampai Dewi dan Bima pergi, agar Devi tidak bisa menyakiti Dewi,
setelah mendengar jawaban ayah nya, Dewi bergegas mengajak Bima untuk pulang ke rumah mereka.
Dewi meminta maaf pada orang tua nya, ia tidak dapat hadir untuk sarapan, karena kasihan akan Devi yang terus di kurung, karena itu ia memutuskan segera pulang, agar Devi segera di bebas kan.
Dalam perjalanan pulang, Dewi bertanya kepada Bima, ' Akan kah kamu mbenci ku, jika suatu saat aku membuat kesalahan,??'.
Dewi menjadi bingung karena singkat nya jawaban Bima, namun Dewi tidak menduga bahwa Bima sebenar nya telah yakin jika suatu saat nanti ada kesalahan muncul, itu merupakan suatu cobaan untuk pernikahan nya, dan jika ada yang berniat buruk pada pernikahan nya itu merupakan ujian rumah tangga agar mereka dapat mencari memperkuat hubungan pernikahan.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah, Dewi mulai mengepak pakaian nya, mulai menata ulang kamar dan merapikan rumah, Bima pun membantu Dewi yang sedang sibuk, untuk menyiapkan makanan, setelah bebepa waktu semua pun telah selesai.
Rumah mereka yang sederhana itu menjadi saksi awal kehidupan baru pernikahan mereka, mereka melalui hari-hari dengan senyuman yang amat bahagia, karena Dewi merupakan seorang anak yang sederhana, sehingga tidak perlu sesuatu yang mewah jika ingin membuat nya bahagia, Bima merasa kan kebahagian yang Dewi rasa, ia berjanji tidak akan prnah membiar kan istri nya bersedih dan susah, dan ia pun bertekat tidak akan membiar kan siapa pun, yang berniat membuat istri nya menetes kan air mata.
Bima yang bekerja menjadi guru berniat mencari perjaan sampingan menjadi ojol, agar tetap dapat memenuhi semua kebutuhan istri nya, walau pun ia tahu bahwa istri nya tidak meminta apa pun, namun ia tetap bersikeras ingin memberi yang terbaik ke pada istri nya dan memenuhi semua tanggung jawab sebagai suami, tanpa harus meropoti orang tua mereka.
Bima merasa pekerjaan menjadi Ojol lah yang paling tepat, selain mendapat penghasilan yang baik, Ojol juga efisien dalam membagi waktu, agar tidak memgganggu saat jam mengajar, bagi nya cukup menarik Ojol satu minggu tiga kali.
Agar tidak membuat istri nya hawatir dan curiga, karena ia tidak mengatakan kepada istri nya tentang pekerjaan sampingan yang ia geluti, ia yakin jika istri nya mengetahui apa yang di lakukan nya, maka akan membuat istri nya akan berfikir, ' karena aku suami ku menjadi lelah, harus bekerja exstra untuk menhidupi ku, lebih baik aku bekerja membantu nya '.
__ADS_1
Bima tidak ingin jika istri nya juga bekerja, ia hanya ingin istri nya menjadi ibu rumah tangga biasa, tanpa harus bergelut mencari pekerjaan.