
Hari mulai gelap, Aldo memulai rencana nya dengan berdiam diri di dalam rumah,
ia terus duduk diam di dekat jendela, sambil menatap ke arah luar,
Dewi meminta Aldo untuk segera makan malam dahulu sebelum melanjut kan tugas nya,
Aldo pun menuju ke dapur untuk makan malam,
di saat bersamaan Aldo mulai mendengar suara langkah kaki di balik pintu belakang rumah Dewi,
dia bergegas melepas kan piring makan nya,
dan menuju ke arah pintu di sebelah nya,
disaat ia membuka pintu tersebut, ia tidak melihat seorang pun,
ia hanya menemu kan sebuah surat kecil yang de selip kan di bawah pintu,
suray itu bertulis kan,
' Aku Rindu Kamu Dewi '.
Aldo menggenggam erat surat tersebut, ia tidak ingin Dewi melihat surat kecil itu,
ia berfikir akan membahas surat kecil yang ia temu kan kepada Bima,
Aldo kembali melanjut kan makan malam, setelah selesai ia melanjut kan tugas nya,
ia terus berjaga di balik jendela rumah Dewi, namun tidak melihat seorang pun yang lewat dan mematap rumah Dewi,
Pukul 10.00 malam.
Aldo mulai merasa mengantuk, ia memutus kan, untuk menutup mata nya sebentar,
di saat bersamaan Bima yang bersiap-siap menutup toko dan segera pulang,
di saat akan masuk ke mobil,
Bima melihat suami Indah yang berprilaku mencuriga kan, ia membwa satu bungkus plastik besar, namun bergerak dengan melirik ke sana ke mari.
Bima yang merasa curiga, mengikuti suami Indah itu, secara diam-diam,
sepanjang lorong gelap ia terus membawa bungkus plastik itu.
Disaat sampai di jalan yan buntu, suami Indah itu langsung berhenti dan berbalik,
sambil tertawa keras ia mengata kan,
' Kamu mengikuti ku, tanpa menyadari akibat ny, (Terus tertawa) '.
Bima seketia menjadi kaget, ia bergegas cepar lari menuju kw arah mobil nya,
dan langsung menginjak gas mobil nya.
__ADS_1
di saat bersamaan, suami Indah yang mengetahui hal itu, hanya berdiri tenang dan berkata, ' Istri mu akan menjadi milik ku, ( Sambil tertawa ) '.
Bima tidak pernah mengetahui jika suami Indah itu memiliki kelainan mental, keterbelakangan mental yang di miliki suami Indah itu semakin tidak bisa di atasi,
Suami Indah yang bekerja di bagian pemasaran di perusahaan ' ........ '
Sering mendapat kan tekanan karena menurun nya penghasilan akhir-akhir ini.
Hal tersebut yang membuat mental nya semakin memburuk,
ia tidak dapat di tenang kan kembali seperti dulu,
berbagai macam obat dan penenang,
yang selalu di beri kan istri pertama nya,
kini tidak berfungsi pada nya.
Dokter telah meminta istri nya untuk segera membawa suami nya itu ke,
Rumah Sakit Jiwa, agar dapat segera di tenang kan kembali.
Bima yang mulai dekat dengan rumah nya,
segera menelvon Aldo, dan meminta nya untuk menunggu nya di depan rumah,
Aldo segera bergegas keluar untuk menunggu Bima,
di saat bersamaan Aldo melihat tetangga yang berada di depan rumah nya,
Bima kini telah sampai di depan rumah nya,
Aldo pun segera bertanya ke pada Bima.
Aldo :" Kenapa kamu Bim, kok suruh keluar nungguin kamu pulang??
Bima :" Mmm... Kamu ada lihat gx, tetangga yang di depan rumah aku ,pulang?
Aldo :" Ada kok, tapi tingkah nya aneh banget, masa ketawa-ketawa sendiri terus, kayak orang gila.
Bima :" Huzz. kita masuk aja yuk, ntar ku ceritain, kenapa aku suruh kamu keluar.
Setelah mendengar cerita Bima, Aldo semakin penasaran dengan tetangga di depan rumah Bima dan Dewi,
ia semakin mencurigai lelaki itu,
ia segera memberi tahu kan kecurigaan nya pada Bima,
dan ia segera mengajak Bima membuat satu rencana untuk menyusup ke rumah tetangga nya itu,
Aldo memberi tahu Bima, bahwa ia telah memerhati kan tetangga di depan rumah,
dan ia tahu bahwa, lelaki itu hanya akan berada di rumah nya di saat malam hari saja,
__ADS_1
Aldo pun telah menaruh kamera pengintai di pohon yang berada di halaman dan satu lagi di tengah lubang pintu rumah tetangga itu.
Setelah memberi tahu Bima, ia segera mengambil laptop nya, untuk melihat secara jelas gerak gerik tetangga itu.
Aldo melihat dengan jelas bahwa lelaki tersebut hanya duduk diam di balik pintu rumah nya,
di saat bersamaan Dewi yang baru saja terbangun, tidak menyadari bahwa ia telah tertidur lama, dan tidak menyiap kan makn malam untuk suami nya.
Setelah tersadar ia bergegas keluar dari kamar,
kemunculan Dewi yang tiba-tiba, membuat Aldo dan Bima kaget,
melihat tingkah laku Aldo dan suami nya,
Dewi merasa curiga, dan mulai bertanya.
Dewi :" Apa yang kalian berdua lakukan,serius banget mandangin leptop nya, sampe kaget gitu pas saya keluar???
(Alis mengkerut)
Bima :" Gx ngapa-ngapain kok dek, tadi lagi nonton film horor, adek tiba-tiba keluar jadi kaget lah.
(sambil memberi kedipan mata pada Aldo)
Aldo :" Eh iya.. kalau gerak itu ya ada suara nya donk wi, biar kami gx kaget.
(sambil senyum)
Dewi :" Maaf deh kalau gitu, Oh iya mas, kok gx bangunin adek, kalau mas uda pulang, sekarang adek bikinin makan malam yah.
Dewi segera menuju ke dapur untuk menyiap kan makan malam,
Bima mengata kan ke pada Aldo, untuk tidak memberi tahu Dewu tentang apa yang telah di rencana kan,
Bima juga ber kata, ' Mohon bantuan nya ya Do, lindungin keluarga ku, kalau aku lagi gx ada, '.
Makan malam mulai di saji kam, Bima mengajak Aldo untuk menemani nya makan, sambil berbincang-bincang,dan bercanda gurau,
Bima ingin mencair kan suasana, agar Aldo dan Istri nya tidak lagi bersikap hawatir.
Hari semakin larut, Bima meminta istri nya untuk tidur terlebih dahulu,
Bima dan Aldo melanjut kan melihat CCTV pengintai, yang ia sisip kan di pintu rumah tetangga nya itu.
Tidak ada yang berubah dari posisi semula,
Suami indah itu hanya duduk diam di balik pintu, namun Bima merasa heran, karena Indah masih tidak kelihatan,
Bima memutus kan untuk menyudahi pengintaian, ia meminta Aldo untuk mencari kan satu orang pengintai yang handal untuk mengawasi suami Indah mulai besok.
Bima meminta Aldo untuk beristirahat, dan untuk melihat CCTV dapat di lanjut kan eaok hari.
Bima mulai mengantuk, ia segera pergi untuk tidur, sebelum tidur ia menghampiri istri nya dahulu sambil berbisik, ' Aku akan selalu jagain kamu, dan Debi, selamat tidur ya sayang, mimpi indah ya..
__ADS_1
' (Sambil mengecup kening Dewi).
Sesudah mengecup istri nya, ia pun bergegas mengecup putri kecil nya dan segera pergi untuk tidur.